CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption251


__ADS_3

Setelah duduk menenangkan diri di ruangannya sebentar,Anita menemui ayah Hiroshi di ruang tamu.


“Terima kasih ya kopinya,” kata pria itu tersenyum ramah.


“Sama sama,Tuan.Sebenarnya ada perlu apa Tuan mencariku? Kalau Tuan menanyakan nengenai Hiroshi aku tidak banyak tahu,” kata Anita.


Alan Danuarta tertawa tergelak,ia merasa senang melihat ekspresi jutek Anita.


“Calmdown, Lady.Aku hanya mau curhat sedikit mengenai Hiroshi," kata Alan.


"Tuan Alan, waktuku tidak terlalu banyak. Anda bisa menceritakan dengan singkat bukan? Aku harus bekerja keras untuk anak anakku ini," kata Anita.


"Baiklah, baiklah Nona Anita. Aku tidak habis pikir kenapa Hiroshi yang introvert bisa sangat menyukaimu padahal kau judes banget," gerutu Alan. Anita hanya diam tidak meladeni perkataan Alan yang terasa memprovokasi dirinya.


"Beberapa hari yang lalu aku baru pulang dari Jepang dan mendiskusikan sesuatu dengan Hiroshi. Dia marah lalu tidak pulang ke rumah. Sampai hari ini aku tidak bisa menghubunginya. Aku juga tidak bisa menemukannya. Ponselnya kutemukan ada di rumah. Nona, aku sangat yakin kalau orang yang pertama kali dihubungi Hiroshi adalah dirimu."


Alan menarik nafasnya dalam dalam lalu meneguk sisa kopinya.

__ADS_1


"Kenapa harus saya yang dihubungi Hiroshi? Memangnya siapa saya sampai sampai Hiro memposisikan saya lebih penting dari keluarganya? Tuan terlalu mengada ada. Saya belum bertemu Hiroshi juga tidak dihubungi olehnya beberapa hari ini. Saya mohon maaf Tuan Alan, saya tidak bisa membantu Anda,”kata Anita.


“Baiklah Nona Anita,saya berharap kau menghubungiku kalau dia menemuimu atau menelponmu.Ini kartu namaku dan tolong terimalah hadiahku.Ini adalah Yukata yang dibeli Hiroshi saat dia berkunjung ke Jepang. Setiap kali berkunjung dia selalu membeli Yukata,menulis kartu ucapan di dalamnya,tapi hanya diletakkan di lemari.Dan semua ditujukan kepadamu.Aku hanya membawa salah satu.Aku permisi dulu Nona.”


Alan Danuarta bangkit dari duduknya. Akhirnya Anita merasa lega karena pria itu pergi juga.


Ia meminta Rosid mengantarnya sampai ke depan sementara ia memanggil Lusi ke ruangannya.


“Ada apa Bu Anita?” tanyanya.


“Iya Bu Anita.Ini tadi bapak bapak yang membawa lukisan melakukan pembayaran pakai debit Card.Tapi saya bingung gimana soalnya lukisan itu tidak ada di daftar komputer,” kata Lusi.


“Oh,itu sebenarnya memang tidak perlu dibayar.Itu lukisanku,aku tadi bermaksud memberikan lukisan itu cuma cuma.Tapi sudahlah, besok akan kuurus ya.Sementara masukkan dulu ke brankasmu,” kata Anita seraya meraih tasnya.Ia bergegas masuk ke rumah sebelah galeri.Setelah membersihkan diri Anita rebahan di atas ranjang sambil mengoles punggungnya dengan minyak angin.


Ia memeriksa laci nakasnya,obat dan vitaminnya masih banyak.


Anita mengelus perutnya,entah kenapa tiba tiba teringat Jimmy. Biasanya kalau punggungnya sakit,Jimmy yang menggosok punggungnya sampai ia tertidur.Tiba tiba air matanya mengalir di pipinya.

__ADS_1


“Sabar ya Nak, besok kita cari tahu hari apa praktek dokternya.Kita tanya Om Ihsan ya,”kata Anita seraya kembali mengelus perutnya.


Anita memejamkan matanya mencoba untuk tidur.Seharian di galeri dan menulis sudah cukup melelahkan.Saat Ferry menawarinya menjadi editornya, Anita langsung menolaknya.


Bel pintu berbunyi,itu tidak mungkin Siska atau pun Lusi, karena masing masing sudah pegang kunci.


Akhirnya Anita beranjak membuka pintu.


“Pak Pri?” kata Anita penuh tanya.


“Nona, tolong biarkan saya masuk.Saya takut ada yang mengenali saya,” katanya.


Anita segera mempersilahkan duduk dan segera menutup pintu.


“Tuan Hiro sakit Nona,dua hari ini Tuan pulang ke rumahnya yang ada di Parang Tritis. Badannya panas sekali,sudah saya kasih obat berkali kali tapi tidak turun juga.Akhirnya saya panggil dokter Bambang,beliau datang dan langsung diinfus.Akhirnya Tuan dibawa ke rumah dokter Bambang yang ada di sana. Sampai saat ini demamnya belum turun Nona, Tuan mengigau terus memanggil Nona Anita. Bisakah Nona datang walau sebentar?”kata Priyono sopir pribadi kepercayaan Hiroshi.


Anita terdiam sesaat karena masih bingung harus bagaimana.

__ADS_1


__ADS_2