CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption216


__ADS_3

Anita duduk di meja makan, ia tampak tidak bersemangat dengan makanan di depannya.Jimmy yang sedang sibuk dengan gawainya segera menghentikan aktifitasnya.


“Kenapa?Itu Bakso Nuklir yang tadi dibelikan Hans tidak enak?Kurasa ukurannya beda tipis sama yang tadi kubelikan,” kata Jimmy.Anita hanya cemberut sambil memandangi semangkuk bakso di depannya.


“Sini biar aku angetin,” Jimmy meraih mangkuk yang ada di depan Anita.


“Nggak usah,” kata Anita.


Beberapa saat kemudian tiba tiba ruang makan jadi ramai karena Julian dan yang lain datang untuk makan malam.


“Lho, ngapain kamu di sini?” tanya Jimmy.


“Mau makan lah,” jawab Julian acuh.


“Katanya nggak bisa, ada tamu,” kata Jimmy.


“Nanggung kalau mau balik, aku telpon Juan besok saja.Atau kalau urgent biar cari Benson,” jawabnya.


“Eh, basonya nganggur nih?” tanyanya.Anita diam saja acuh.


“Makan aja kalau mau,” jawab Anita.


“Serius?”


“Barter sama rendang di tikungan perbatasan kota,” jawab Anita.


“OK, akan kuminta sopir belikan besok.Langsung dianter ke sini.”


“Ogah, harus kamu yang belikan dan anter ke sini.Kalau bukan kamu yang beli dan anter...”


“Lucas besok ke sini lagi, aku titipin dia aja ya.”


“Nggak.Ya sudah, aku buang ke belakang aja baso ini.Neg banget lihatnya,” kata Anita.


“E ee, sini biar aku saja yang bawa ke belakang ya.Besok kita pergi sendiri ke rumah makan padang itu OK.” Jimmy membawa baso itu ke belakang karena melihat wajah Anita mulai pucat.


“Ju,apa susahnya nurutin sih?” kata Dicky.

__ADS_1


“Besok gue ada tamu dan harus langsung turun ke lapangan.Hari ini gue bolos kerja banyak yang nyariin, ada beberapa produk bermasalah gimana dong?” Julian memegangi kepalanya.


“Nggak usah Julian, aku sudah nģgak pingin lagi,” kata Anita.


“Lusa aja ya, gue beliin yang banyak,” bujuk Julian.


“Nggak usah,nanti nanti aja.” Anita bangkit dari duduknya.


“Selamat malam Tuan,Nona.”


Tiba tiba Arman muncul dari belakang Anita.Mendadak wajah Anita jadi sumringah.


“Arman, kapan kamu datang?” tanya Anita.


“Sekitar satu jam yang lalu,Nona. Ini ada hadiah buat Nona.”


Arman meletakkan salad buah di meja depan Anita.


“Makasih Man,sampe mau netes ini.”


Anita duduk kembali dan memakan salad buahnya dengan lahap.


Arman meletakkan sebuah wadah besar tertutup.


“Apa ini Man?” tanya Anita.


Arman segera membuka penutup wadah itu dan sontak yang ada di situ membulatkan mata dan membuka mulutnya.


“Wah, selamat Man.Misimu sukses,” Jimmy tertawa lebar.


“Apaan nih?” tanya Lucas.


“Telur Dinosaurus,” jawab Julian.


“Telur bebek kutub,” tambah Dicky.


Anita tertawa senang.

__ADS_1


“Ini baso bola basket,Man terimakasih.Anakku nanti pasti sayang sama kamu,” kata Anita.


“Ini Tuan Jimmy yang minta,” kata Arman.


“Tentu, dia juga pasti sayang ayahnya. Thanks Sayang.” Anita mencium pipi Jimmy.


Jimmy tersenyum senang melihat wajah istrinya berbinar melihat bakso sebesar bola basket yang dibuatkan Arman.


“Wah boleh dong minta dikit,” kata Lucas.


“Ngajak berantem Lo,” kata Jimmy.


“Nggak pa pa, bagi aja.Aku foto dulu maha karya Koki Arman.”


Anita mengambil ponsel di tangan Jimmy lalu memotret bakso segede bola baset itu beberapa kali.


“Gue mau selfie ah,” kata Julian seraya memfoto wajahnya sendiri di dekat bakso raksasa itu.


“Jijai,” kata Lucas.


“Dapat kosakata dari mana Lo? Najis gue dengernya,” kata Julian.


Lucas mencebikkan bibirnya. Marcel dan Hans yang baru datang berdiri terpaku melihat pemandangan aneh di depan Julian.


“Apa itu?”Akhirnya sebuah pertanyaan ke luar dari mulut Hans.


“Duduk dan makanlah,ini bukan bom,” kata Jimmy.


“Baso sebesar ini apa bisa mateng?” tanya Marcel.


“Mateng ko Tuan, saya pakai teknologi tercanggih,” jawab Arman.


“Anjir, buat baso aja pake teknologi tercanggih,” kata Dicky. Semua yang ada di situ tertawa.


“Man, aku mau salad buah lagi.Nanti tolong anter ke atas ya,” Anita beranjak.


“Lho,ini nggak di makan?” tanya Jimmy.

__ADS_1


“Males,kalian aja yang makan.Aku mau ke atas dulu,” jawab Anita.


“Hais, gue sampe bingung cari di mana.Udah dapet dilihatin doang,” gerutu Jimmy.Anita hanya tersenyum manis lalu pergi.


__ADS_2