
Arman datang dengan membawa tumisan paprika warna warni yang dicampur dengan irisan daging asap yang menggiurkan.Anita hampir ngiler melihat makanan faforitnya di depan Julian.Nora yang melihat makanan itu segera menghampiri Julian.
“Hai,Handsome.May I...?” kata Nora memasang wajah imut.
“Mau ini? Cium pipi kananku ,akan kukasih seperempat,tambah pipi kiriku kukasih seperempat lagi,” kata Julian.
Nora langsung mengerucutkan bibirnya.
“Julian aku juga mau,” rengek Anita.
“Sama saja, cium aku dulu,” jawab Julian.
“Arman, kenapa masak paprikanya cuma segini?” tanya Jimmy.
“Persediaan paprikanya habis Tuan, maaf saya kurang cermat memeriksa persediaan,” jawab Arman.
“Kau kan tahu Nona suka paprika.Segera hubungi pak Slamet apa di kebun sayur ada? Julian,ayo bagikan. Lagipula kau bisa sakit perut makan semuanya,” perintah Jim.
“Nggak Cium dulu baru aku kasih,” ngeyel Julian.Jin Su menatap ke arah Nora dan memberi tanda supaya kembali ke kursinya.
“Apa kau ingin istriku juga mencium dirimu?” Jim bangkit dari duduknya lalu menghampiri Julian.
“Cup...Cup.” tiba tiba Jimmy mencium pipi Julian bergantian.
__ADS_1
“Aaah Najis..Najis.Sial! Tidak malu apa jeruk minum jeruk?” teriak Julian sambil menggosok gosok pipinya. Jim menyeringai nakal, menoyor kepala Julian lalu mengambil piringnya.Jim membagi tumisan paprika itu menjadi tiga bagian dan memberikannya kepada Nora,Anita dan Julian.Jin dan Lucas cengar cengir melihat kejadian luar biasa itu.Tiba tiba Lucas tertawa keras sambil memegangi perutnya.
“Gue siram air cuka lu,” marah Julian.Jin Su tiba tiba juga tidak bisa menahan tawanya.Ia tertawa sampai terbatuk batuk.Nora sampai menepuk punggungnya.
“Jim, aku tidak menyangka kalau kau ini sangat humoris. Melihat wajahmu yang selalu datar,sedikit bicara,ada orang membuat lelucon pun kamu tidak tersenyum.Oh my God,” Jin masih tertawa sampai terengah engah.
“Apa kau tahu siapa yang barusan kukasih ciuman manis itu? Dia itu CEO Impack International yang sekarang,” kata Jimmy.
Nora membulatkan matanya lalu tertawa keras, Jin Su membekap mulutnya.
“Gadis baik baik tidak akan tertawa seperti preman,” kata Julian.
“I can't believe that (aku tidak percaya),” kata Nora masih tergelak gelak.
“Kaca mana kaca?” kata Lucas.
“Hei, You really good in Indonesian speech(Anda sangat bagus berbicara bahasa Indonesia),” kata Jin Su.
“Of course,I'm smart enough (Tentu,saya cukup cerdas),” jawab Lucas.
“Dia putranya Daren,kamu kenal kan? Dia lama tinggal di Jakarta,ikut orang tuanya. First School di Jakarta,” kata Jimmy.
“Oh I see, Daren Rofano Mc.Clear kakak Jack Rofano Mc.Clear? Oh my God, Daren punya anak sebesar ini,” Jin menggeleng tidak percaya sementara Lucas hanya menyeringai.
__ADS_1
“Good evening everyone (selamat malam semuanya) ,” tiba tiba Jack bersama seseorang datang dari arah ruang tengah sambil membawa berkas.
“Hi,Jack.Sudah beres?” tanya Jimmy.
“Sure,sudah sah menjadi milikmu.Tinggal perubahan direksi, that's up to you. Hans bawa berkasnya ke meja kerja Tuan Jimmy dan kamu boleh istirahat,” kata Jack.Hans segera pergi dari tempat itu.
“Sudah makan?” tanya Jimmy.
“I did (sudah).Hey Jin Su,I'm Surprised (Jin Su,saya terkejut),”Jack mengulurkan tangannya ketika pandangan matanya mengarah kepada Jin Su.
“So do I (Aku juga).How could you(bagaimana bisa)...?” Jin Su menoleh ke arah Jimmy untuk meminta penjelasan.
“Dia memutuskan untuk ikut ke Indonesia saat aku memutuskan untuk pulang. Keluarga Mc.Clean juga tidak keberatan salah satu putranya ikut bersamaku. Malah keponakannya yang bandel itu nyusul ke sini. Daren juga kadang datang ke Indonesia untuk kepentingan bisnisnya,” jawab Jim.
“Aku sudah besar Boss,tidak bandel lagi,” kata Lucas.
“Iya tapi suka bikin rusuh,” kata Julian.
“Lu juga sama,” kata Jimmy.
“Jim, aku sudah selesai.Aku mau ajak Nona Nora ke taman samping ya.Aku pingin ngobrol,” kata Anita.
“Ya,” jawab Jimmy seraya mencium pipi istrinya.Anita mengajak Nora ke taman samping untuk berbagi cerita sejak Nora pergi tanpa berpamitan beberapa tahun lalu.
__ADS_1