
Anita membaringkan tubuhnya di karpet tebal di depan perapian di kamar Jimmy. Ia hanya memandangi suaminya yang sibuk menambahkan potongan potongan kayu.Beberapa saat kemudian Jimmy kembali dan merebahkan diri di sampingnya.
"Sedang mikir apa?" tanyanya.
"Ini seperti mimpi,duduk di depan perapian seperti di film film," jawab Anita.
Jimmy tertawa kecil mendengar jawaban istrinya.
"Ayo kita menetap di sini.Aku akan kembali mengurus perusahaan bersama kak Jo,sepertinya dia butuh refreshing, biar dia pulang ke Indonesia sebentar atau pulang ke Italy," kata Jimmy.
"Aku ingin melahirkan di Indonesia Jim, entah nanti setelah bayi ini lahir,akan kupikirkan lagi," jawab Anita.
Jimmy memeluk istrinya dan mengelus perutnya yang sudah semakin besar.
"Baiklah,aku tidak memaksamu.Di mana pun kau ingin tinggal,maka Jimmy akan ada di sana," kata Jimmy.
Anita membalas pelukan suaminya.
"Jim,aku tidak sempat bicara banyak dengan Jin Shu,tadi kau dan Rain kelihatan serius sekali bicara dengannya. Apa Rain juga mengenal Jin?" tanya Anita.
"Rain sedang ada projeck dengan Jin,dia sedang mengerjakan sistem keamanan dan CCTV di perusahaan Jin Shu beberapa bulan ini.Dulu Jin pernah memintaku untuk mencarikan IT yang handal, sebenarnya dia memintaku yang merancang sistem tapi aku bilang aku tidak bisa.Aku rekomendasikan Rain, dan baru beberapa bulan ini mereka saling setuju bekerja sama.Tampaknya Jin Shu memilih Rain yang mengerjakan daripada perusahaan IT lainnya."
"Oh,pantas saja.Walau pun Nora tidak mengatakan,tapi aku merasa Nora juga mengenalnya.Kulihat Nora juga tidak canggung bicara padanya, bahkan kesannya keduanya saling menjahili," kata Anita.
6Jimmy tertawa.
"Nora juga kasih dia projeck Payroll, tapi sepertinya keduanya kesulitan komunikasi.Nora mintanya sering aneh aneh,dan Rain itu orang yang tidak suka bertele tele.Program Payroll ada standarnya jadi Nora dikasih yang standar tidak mau.Itu sih cerita yang kudengar dari Rain.Tadi dia mengatakan pada Jin kalau boleh cari orang lain untuk sistem itu.Tapi Nora malah mencak mencak katanya Rain gak tanggung jawab." Jimmy tertawa mengingat Nora yang hampir memukuli temannya yang berdarah Jepang Amerika itu.
"Aku merasa mereka itu cocok.Aku tahu betul dia itu kalau sudah nggak suka seseorang pasti langsung main get out.Apa besok mereka akan kembali ke New York?" tanya Anita.
"Iya,Jin harus segera kembali.Tapi sepertinya Nora masih betah,besok pagi tanya aja barangkali kalian berdua masih ingin pergi ke suatu tempat di sini.Ajak Laura saja,dia paling tahu tempat makan atau tempat menarik di sini."
“Mmm iya, lihat besok saja lah,” jawab Anita.
“Ah, aduh,” kata Anita lalu tertawa sambil memegangi perutnya.
Jimmy yang kaget melihat Anita bertingkah aneh segera menegakkan tubuhnya.
“Ada apa ?” tanya Jimmy.
“Geli,dari tadi aku ditendangi terus. Tapi yang ini kenceng banget.” Anita teryawa lagi.
Jimmy tersenyum dan memegangi perut Anita yang sedang bergerak gerak.
“Bobok ya Sayang,jagoan Daddy.”
Jimmy mencium dan mengelus perut Anita.
"Ayo tidur di tempat tidur, nanti kedinginan kalau tidur di sini," ajak Jimmy.
__ADS_1
Anita bangkit dari duduknya dan masih memegang perutnya yang sesekali bergerak.
Jimmy mengelus perut Anita hingga istrinya itu tertidur lelap.***
Anita menggeliat dan menegakkan tubuhnya karena merasa haus.Ia melihat teko kristal yang ada di atas nakas,kosong.Jimmy menghabiskan semuanya dan langsung tidur karena kelelahan.Ia beranjak mengambil dan mengenakan pakaiannya yang berserakan di lantai.Ia mengambil sekotak susu UHT dari kulkas dan membawanya ke pantry yang ada di ujung lorong.
Anita menghangatkan susu itu di microwave lalu menuangnya ke dalam gelas.Setelah mengambil beberapa botol air mineral ia kembali ke kamarnya.Tapi saat sampai di belokan jalan yang menuju ke balkon samping, Anita mendengar seseorang sedang terbatuk batuk.Ia segera menuju ke arah sumber suara di balkon samping.
Ia melihat Jin Shu sedang berdiri di tepi balkon sambil membawa sebuah sloki.
“Jin, kenapa di sini sendiri malam begini?” tanya Anita.
Pria itu tampak kaget dan membalikkan badan.
“Hmm, hay.Ni lai ha (kamu datang rupanya),” kata Jin Shu.
Anita menghampiri meja yang ada di sisi tembok dan duduk di kursi.
Ia melihat sebotol wisky yang tinggal setengah isinya.
“Jin,why you drink this thing(kenapa kamu minum ini)?” tanya Anita.
“Actually, I really glad you are come (sebenarnya, aku sangat senang kamu datang).Wo yao gei ni jiang wo yao jiehun le (aku ingin memberitahumu kalau aku akan menikah),” kata Jin Shu.
“Oh,aku senang mendengarnya,” kata Anita.
“Anita,your words really hurt me,zhen de (Anita,kata katamu melukaiku, sungguh).I wish you say don't merry her Jin (aku berharap kau katakan jangan menikahinya Jin).”
“Jin, you drunk.I will call Nora to take you to your room(Jin, kau mabuk. Akan kupanggil Nora untuk membawamu ke kamar),” kata Anita.
“No,Anita.I'm not finish yet(tidak Anita,aku belum selesai).Ni ying gai ting wo shuo(Kau harus mendengar kan aku).Aku datang ke Indonesi waktu itu, sebenarnya hanya untuk membuktikan kata Papa, bahwa Jimmy memberikan sokongan modal sebesar apa pun, juga membantu menstabilkan perusahaan yang hampir kolaps waktu itu,asal Papa menjual Impack International kepadanya.Untuk seorang wanita yang bernama Anita kekasihnya. When I know the girl is you (saat aku tahu wanita itu adalah dirimu).Aku sama sekali tidak bisa berhenti menyesali diriku.When I saw you very happy with him(saat kulihat kau sangat bahagia bersamanya).Aku tidak tahu perasaanku waktu itu.”
Jin Shu mengusap wajahnya.
“Jin, Jimmy is my distiny(Jimmy adalah takdirku).I never think of that I will met him again(aku tidak pernah berfikir akan bertemu dia kembali). Dengan siapa pun kau akan menghabiskan sisa hidupmu,dia adalah takdirmu,” kata Anita.
“Pernikahan itu hanya formalitas, wo bu ai ta(aku tidak mencintaimya),” kata Jin Shu.
“Jin,kau dan Nora sudah seperti kakak adik bagiku.Dulu aku banyak menghabiskan waktuku bersamamu. Walau pun lebih banyak urusan pekerjaan.Tapi waktu itu sangat manis untuk diingat.Kau harus melanjutkan hidupmu, keluargamu juga membutuhkan penerus. Menikahlah dengan orang yang ingin kau nikahi dan hidup bersama seperti layaknya pasangan lain.”
“Buyao,Anita(tidak mau),” teriak Jin Shu.
Anita yang kaget sampai berdiri dari duduknya dan mundur beberapa langkah.
Jin Shu duduk di lantai sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
“Jin Shu, kau mabuk.”
Anita semakin kaget karena Jimmy datang bersama Aslan dan langsung membantu Jin Shu berdiri.Ia hanya berdiri terpaku sambil melihat kejadian di depan matanya.Ia sangat takut Jimmy akan memukulnya.
__ADS_1
“Aslan,panggil seseorang.Bawa dia ke kamarnya.Belikan obat pereda mabuk di Seven Eleven,” kata Jimmy seraya memapah Jin Shu untuk duduk di kursi.Anita sangat ketakutan.Tanpa ia sadari air matanya mengalir begitu saja. Beberapa saat kemudian Aslan datang dengan beberapa orang dan membawa Jin Shu ke kamarnya.
Jimmy segera memeluk Anita saat istrinya itu terlihat syok dan ketakutan.
“Ayo ke kamar, biar diurus Aslan,” katanya.
Dengan pikiran campur aduk Anita mengikuti langkah Jimmy yang menggenggam erat tangannya.
Sampai di kamar ia mencari cari susu hangat miliknya yang ternyata tertinggal di balkon.
Jimmy yang melihat Anita mencari sesuatu segera tahu kalau istrinya itu biasa minum di malam hari dan teko yang ada di atas nakas tidak ada.Ia segera menelpon Aslan untuk membawakan air ke kamarnya. Beberapa saat kemudian seorang pelayan datang dan membawakan satu kardus air mineral.
“Minumlah,kau cari air minum kan?” tanya Jimmy seraya membukakan tutup botolnya.
“Jim,kau tidak marah?” tanya Anita.
“Aku sedikit cemburu,tapi aku tahu istriku tidak akan melihat pria lain. Jimmy ini lebih ganteng dari Jin Shu,” jawab Jimmy.
Anita tersenyum dan mencubit pipi Jimmy yang semakin cubby.***
Pagi pagi sekali Anita pergi ke dapur untuk membuatkan sup ayam untuk Jin Shu.Ternyata Nora juga sudah ada di situ.
"Anita,sorry.Gege(kakak) membuat masalah semalam," katanya.
"Tidak apa apa Nora,kenapa kau tidak cerita tentang dia? Dia juga mei you jiang(tidak mengatakan) kalau ingin bicara denganku," kata Anita.
"Papa memaksanya menikahi seseorang yang dia sendiri bertemu saja malas.Jin Shu bodoh,kalau dulu dia cepat cepat mengajakmu menikah mungkin tidak akan seperti ini," gerutu Nora.
Anita tertawa kecil.
"Jimmy juga tidak akan tinggal diam,Nora.Dia sudah menandaiku sebagai miliknya,sejak di first school. We love each other(kami saling mencintai)."
"Dia kacau setelah pulang dari Indonesia waktu itu.Dia jadi sering minum sampai papa juga harus turun tangan."
"Nyonya,apa ada yang Nyonya ingin makan? Biar koki buatkan," kata Aslan yang panik karena pagi sekali Anita pergi ke dapur.
"Cuma buat sup Pak Aslan,ini tinggal nunggu matang," kata Anita.
"Maaf Nyonya,biasanya Nyonya Mika bangun siang.Tuan Jona juga hanya sarapan sedikit.Jadi kami tidak memasak terlalu banyak," kata Aslan.
"Aslan,nanti tolong buatkan salad buah ya."
"Ya Nyonya."
"Nora,aku ikut ke kamar Jin ya.Aku ingin lihat keadaannya," pinta Anita.
“Haiyo, ta yi ding hen xiu la( dia pasti malu lah),” jawab Nora.
“Gak pa pa.”
__ADS_1
Anita memasukkan sup buatan Nora ke dalam mangkuk dan membawanya ke kamar Jin Shu bersamanya.Nora mau tidak mau mengikuti Anita.Ia tidak tahu kakaknya itu sudah bangun atau belum.Yang pasti Anita pasti membuat keributan dan Jin pasti malu karena Anita melihat keadaan terjeleknya.