CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption70


__ADS_3

Arman dan Jack memanggang daging dan sayuran,Yuki juga beranjak ikut membantu. Anita melirik ke arah Julian yang masih memejamkan matanya.Makin lama terasa makin berat di pundaknya.


"Julian, kamu tidur beneran ya?" Anita menggoyangkan pundaknya.


"Pegel ni," Anita kembali menggoyangkan bahunya.


"Sebentar lagi,jangan pelit," jawab Julian.


"Julian, kenalkan pacarmu.Apa di poselmu tidak ada fotonya?" tanya Anita iseng


"Pacarku banyak,tapi sudah aku putusin semua," jawab Julian malas.


"Kalau begitu terus sampai uzur juga gak dapat istri.Mau jomblo terus sampe tua?" Julian terkekeh.


"Kalau kamu mau menikah denganku sekarang,aku tak akan jomblo lagi besok." Julian mengangkat kepalanya dari pundak Anita.


"Ngaco aja,Jim mau dikemanakan.Banyak cewek yang mengejarmu Julian,ada apa dengan otakmu ini.Mereka cantik dan sebagian besar dari keluarga yang bisa dibilang sederajat dengan dirimu.Hei coba kulihat,wajahmu juga tampan,imut.Lihat tanganmu, kulitku saja kalah bersih, lebih halus dari aku," kata Anita sambil mengusak rambut Julian.


"Hei mau lihat yang di dalam bajuku ini lebih yahut."Julian mulai melepaskan kancing bajunya.Tiba tiba "Bug" Buah apel menimpa perutnya.Rupanya Jack yang melemparnya.

__ADS_1


"Jangan cari mati," kata Jack.Julian terkekeh lalu mengancingkan kembali bajunya.


Julian mengambil dua piring lalu mengambil beberapa potong daging panggang ,kentang, sosis lalu diberikan kepada Anita.


"Ayo suapi aku,aku lapar sekali.Mumpung Jim gak ada."Anita menyuapkan sepotong daging dan kentang.


"Mmm enak," kata Julian.Jack mengambil piring di tangan Anita lalu menyuapi Julian.


"Jack,biarkan aku bahagia sebentar napa sih," marah Julian.Ia kembali menyambar piring dari tangan Jack.


"I told you,jangan cari mati.Jim kasih tugas untuk mengawasimu,karena dia tahu kamu pasti ganggu Nona," jawab Jack.


"Because of you," Jack menggaruk kepalanya.


"Nona,makanlah," Yuki menyodorkan berbagai macam barbeque daging dan sayur.


"Eh kenapa paprikanya banyak sekali? Yakin nggak sakit perut?" tanya Julian.


"Aku suka paprika merah,agak pedas tapi enak.Kalau yang hijau ndak berani banyak, mules kalau kebanyakan," jawab Anita. Julian mengambil sepotong papprika dari piring Anita dan memakannya.

__ADS_1


"Tidak enak," Julian menelan sayuran itu dengan susah payah.Ia segera mengambil minuman untuk membasahi kerongkongan nya.


"Aku tidak menyuruhmu makan,kalau nggak doyan jangan dipaksakan," kata Anita seraya memakan paprikanya dengan lahap.Julian hanya bisa melihat dan menelan salivanya sendiri.Buset deh,makan paprika seperti makan spagetti saja gumamnya. Anita tertawa melihat raut muka imut Julian melihat dirinya makan.


"Jack could you tell me how you met Jim(Bisakah kau ceritakan padaku bagaimana kamu bertemu Jim)?" tanya Anita.


Jack tersenyum kecil.


"That's a long story,you better ask him directly. He will tell you completely Miss (Ceritanya panjang,sebaiknya tanyakan langsung padanya.Dia akan menceritakan selengkapnya pada Anda)," jawab Jack.


"I'm not sure dia mau cerita," kata Anita.


"Trust me, He would never say no to you (Percayalah padaku,dia tak akan pernah mengatakan tidak padamu)," Jack tertawa.


"Anda adalah satu satunya kelemahan dia," imbuhnya.Anita tersenyum.Jack dan Jim kadang tidak tampak seperti atasan dan bawahan.Anita beberapa kali melihat Jack memarahi Jim karena sembarangan melakukan sesuatu.Jim juga percaya sepenuhnya untuk mengawasi perusahaannya yang ada di Amerika.


"Aku balik ke kamar dulu ya, ngantuk sekali," Anita meletakkan piringnya,lalu bangkit dari duduknya.Julian yang dari tadi asyik dengan ponselnya langsung mendongak menatapnya.


"Kau juga istirahatlah Julian,bukannya besok pagi harus kerja." kata Anita yang melihat ekspresi tidak senang pria itu. Tanpa menghiraukan Anita segera pergi dari tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2