CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption160


__ADS_3

Anita membuka matanya saat mendengar suara Jimmy yang berbicara dengan suara keras.Lebih tepatnya Jimmy sedang berteriak pada seseorang.Anita menegakkan tubuhnya dan berusaha mengumpulkan nyawanya. Ia melihat suaminya itu berbicara di telfon dengan menggunakan bahasa yang tidak ia mengerti.Jimmy tampak gelisah duduk berdiri jalan ke sana kemari dengan mimik muka penuh amarah. Terakhir ia berteriak dan melemparkan ponselnya ke dinding hingga hancur berantakan.Jimmy duduk di sofa sambil menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya.Anita segera memakai kimononya dan mengambilkan piyama atasan Jimmy lalu menghampirinya.Ia duduk di karpet tepat di depan suaminya.Dengan lembut ia meraih telapak tangan suaminya.


“Jimmy Sayang,ada apa?” Anita mengusap wajah suaminya yang telah basah oleh air matanya.Jimmy hanya diam menundukkan wajahnya.


“Ceritakan padaku nanti saat kau sudah baikan,” Anita beranjak untuk mengambil air minum.Namun Jimmy segera menarik baju belakangnya hingga Anita terduduk di pangkuannya.Anita merasa sedikit Aneh karena suaminya memeluk erat dirinya dari belakang dan menangis di punggungnya.Anita segera membalikkan badannya dan mendekap suaminya dengan erat.


“Bagilah amarahmu padaku, kesedihanmu. Jangan hanya bahagiamu yang kau bagikan padaku.Kesulitanmu juga milikku Jimmy.”


Anita mengusap rambut coklat suaminya.


“Akan kubuatkan minuman hangat,” Anita melepaskan pelukannya.


“Jangan pergi Anita,cukup begini saja.Aku hanya butuh pelukanmu,” jawab Jimmy.


“Baiklah,ayo kita ke tempat tidur.Aku akan memelukmu,” Anita menarik tangan Jimmy dan pria itu menurutinya.


Jimmy membaringkan tubuhnya saling berhadapan dengan Anita.


“Besok pagi aku akan pergi, ada urusan mungkin aku tidak pulang hingga dua hari ke depan.Kau bisa bantu Arron kalau kau bersedia.Besok pagi tolong siapkan pakaianku ya,” kata Jimmy.

__ADS_1


“Ya,apa boleh aku tahu ada masalah apa?” tanya Anita.


“Aku tidak mau kau ikut memikirkannya,” jawab Jimmy.


“Setidaknya kalau aku tahu, aku tidak terlalu cemas memikirkanmu,” kata Anita seraya mengelus pipi suaminya.


“Ayahku dan perusahaannya di Italy terlibat masalah serius, aku harus membantunya. Besok temanku sekaligus asisten pribadi ayahku datang dari Italy dan mencoba mencari jalan ke luar bersamaku.Aku harus ke Base Camp besok.Aku akan pergi bersama Lucas,tapi sebelum itu aku akan menuntaskan masalah lainnya dulu di sini,” jawab Jimmy.


“Sekarang tidurlah,besok akan kusiapkan pakaianmu.Apa pun yang kau lakukan,aku akan mendukungmu,” kata Anita.


“Anita,tidak ada wanita lain yang aku cintai selain kau dan ibuku.Apa kau pecaya padaku?” tanya Jimmy.


“Kalau kedepan terjadi hal hal yang meragukanmu,kau hanya boleh percaya padaku. Berjanjilah Anita, jangan melihat orang lain.Kau hanya boleh mempercayaiku,” Jimmy meraih wajah istrinya.


“Tentu saja Jimmy,semoga kau bisa segera menyelesaikannya tanpa halangan yang berarti.” Anita membaringkan kepalanya di lengan kokoh suaminya.Jimmy memeluk erat dirinya hingga keduanya tidur pulas.☆☆☆☆☆


Anita terbangun dari tidurnya saat alarm di ponselnya bunyi.


Lho,ko' jam lima? Padahal ia memasang alarm jam empat. Pasti Jimmy yang menggantinya.Suaminya itu pasti sudah ke masjid dari tadi. Ia bergegas mandi dan menunaikan ritual subuhnya. Setelah itu menyiapkan beberapa potong pakaian suaminya untuk dua hari ke depan.Anita segera pergi ke dapur untuk membuat sarapan.Tapi di dapur tampak suasana yang menegangkan. Arman berdiri diam di belakang Jimmy yang tampak sibuk menyiapkan masakan. Sementara asistennya yang lain hanya berdiri diam di tempat yang agak jauh dari keduanya.Jimmy menuangkan margarine ke dalam wajan.

__ADS_1


“Telur kocok,” Jimmy mengulurkan tangannya tanpa menoleh dan Arman memberikan apa yang dimintanya.


“Sayuran,” katanya lagi dan Arman memberikan yang dimintanya. Anita memberi isyarat supaya Arman minggir dan menggantikannya.


“Garam sama merica.”


“Kecap manis.”


“Daging asap sama jamur.”


Anita memberikan apa saja yang diminta suaminya tanpa bersuara.Ia sedikit mencium bau gosong dan mengecilkan api kompor dari belakang punggung suaminya.


“Minyak wijennya Tuan,” kata Arman.


“Ah diam, aku sudah tahu,” Jimmy segera menoleh karena mendengar suara Arman agak jauh darinya.Anita tersenyum saat suaminya bengong melihat dirinya mengulurkan botol minyak wijen ke tangannya.


“Gosong Tuan Jimmy,” katanya.Jimmy buru buru mematikan kompor dan menuangkan sedikit minyak wijen.Anita membantu mengaduknya.


Jimmy mengambil sendok dan mencicipi rasanya.

__ADS_1


“Lebih enak dari restoran,” katanya.Anita hanya tersenyum dan meletakkan nasi goreng yang sedikit gosong di dalam piring saji.


__ADS_2