
Jimmy ke luar kamar mandi dengan wajah yang lebih segar.Itu membuat pandangan Anita tidak mau lepas darinya. Jimmy yang menyadari hal itu segera mendekat.
“Kenapa?” tanyanya.
“Jangan lama lama ya perginya,” bisik Anita.
“Hmm,paling lima belas menit. Kenapa?”
“Bantu aku mandi, aku malu kalau orang lain yang membantuku,” jawab Anita dengan suara pelan.
Yuki tersenyum mendengar perkataan Anita dan pergi menjauh duduk di sofa di samping Julian. Jimmy tersenyum dan mengangguk.
“Yuki,tolong jaga Nona sebentar ya.Julian kau ikut atau tidak?” tanya Jimmy.
“Tentu, setelah ini aku akan menemui Mami.Ada beberapa hal yang ingin kubicarakan,” jawab Julian.
Keduanya berjalan beriringan meninggalkan ruangan.☆☆☆
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Yuki yang kembali dari membeli makanan untuk Jimmy dan Anita segera menyiapkan beberapa alat makan.
“Nona,ini adalah soto Madura yang paling enak di sini. Cobalah,” kata Yuki.
“Mmm,aku mau sedikit saja. Entah kenapa jadi tidak suka,” jawan Anita. Jimmy menyuapkan beberapa sendok dan Anita segera menyingkirkannya.
“Yuki,kamu beli apa saja?” tanya Jimmy.
“Ada bubur ayam,Nasi goreng, sosis bakar.Saya ragu apa boleh makan yang seperti ini. Saya juga beli roti tawar,selai dan yogurt.”
__ADS_1
“Aku mau sosis bakar sama roti tawar,” kata Anita.
“Sedikit saja Anita, tidak baik makan makanan seperti ini,kamu pada masa pemulihan.Yuki tolong buatkan susunya di Pantry,” kata Jimmy.Anita menatap Jimmy dengan mata berkaca kaca.Jimmy tersenyum dan memeluknya.
“Baiklah,baiklah Nyonya Jimmy.Besok biar Arman buatkan yang Enak ya.”
Anita mengangguk senang.Ia mengambil beberapa roti dan mengoleskan Yogurt.Ia membuatkan juga untuk Jimmy.Yuki memberikan segelas susu dan Anita meminumnya hingga habis.
“Sayang,aku mau meeting sebentar.Mereka sudah menunggu, kamu istirahatlah. Yuki kamu tetap di sini ya temani Nona.” Yuki mengiyakan dan Anita hanya diam dan membaringkan kepalanya di atas bantal. Perlahan ia pejamkan matanya.
“Aku hanya mau meeting di ruangan sebelah Sayang,” bisik Jimmy di dekat telinga Anita.
“Hmmm,” jawab Anita.Setelah mencium pipi istrinya Jimmy segera menuju ruang meeting di paviliunnya.
“Selamat malam semuanya,” sapa Jimmy.Ia segera duduk karena semua orang menunggunya.
“Hans, apa semua sudah terkoneksi?” tanyanya.
“Lucas, apa kau sudah melacak keberadaan semua pengawal Viola?” tanya Jimmy.
“Mereka menginap di tiga hotel yang berbeda di kota ini. Tiga orang di hotel Summer tiga orang di hotel Sunday Inc, yang empat tinggal di sebuah rumah yang disewa oleh teman Emily.” Jawab Lucas.
“Apa lagi informasi yang kalian dapat?” tanya Jimmy lagi.
“Saya akan selalu pantau pergerakan mereka berdasarkan informasi satelit dari Lucas.Hans akan akan mengawasi pergerakan Emily dan Viola,” Kata Corvin.
“Apa mereka punya senjata api?” tanya Jimmy.
__ADS_1
“Punya Jim, sepertinya Viola yang membawa masuk.Dan Emily sepertinya tidak menyadari kalau Viola membawa senjata di pesawat pribadi ayahmu.” Jawab Lucas.Jimmy menyandarkan kepalanya.
“Emily memang bodoh, mewarisi otak siapa sebenarnya dia itu.Jonathan meskipun Iqnya tidak setinggi aku, tapi tidak pernah tertipu orang kecuali istrinya.” Julian terkikik mendengar gumaman Jimmy.
“Kalau dia dengar yang barusan, dia pasti menghajarmu sampai mati,” bisik Julian.
Jimmy hanya menyeringai mendengar kata kata Julian yang duduk tak jau darinya.
“Apa kalian bisa ambil gambar atau video mereka sedang membawa senjata mereka?” tanya Jimmy.
“Diam diam CCTV di kamar mereka di Hotel Summer saya aktifkan Tuan.Akan kami periksa rekaman sejak mereka menginap apa ada petunjuk.” Jawab Marcel.
“Awasi rumah sewa itu juga. Kalau sudah ada bukti, bawa bukti itu kepada Om Prasetyo. Dia yang akan mengurusnya ke kepolisian.Aku akan menghubunginya nanti.”
Jimmy neneguk air mineral yang disediakan di atas meja.
“Corvin, perketat penjagaan di rumah orang tua Anita. Sepertinya Emily mencurigai aku hanya berpura pura tidak peduli pada Anita.Aku katakan padanya kalau aku sedang kurang sehat dan dirawat di paviliun ini.Itulah sebabnya tadi dia mencoba masuk meskipun dihalangi.Hans, besok bawakan aku mobil yang sudah dimodifikasi.Aku dan Anita akan pulang ke rumah orang tuanya besok.Dan satu lagi Lucas, kau bertugas mengantar Viola dan Emily ke Bali.Aku membujuk Viola untuk berlibur dan bersenang senang di sana. Pastikan dia menginap di Hotel Summer Bali untuk memudahkan pengawasan. Bawa beberapa pengawal dan sniper dan pergi terpisah.Bawa pesawat jet yang lama.” Jimmy kembali meneguk airnya.
“Katakan padaku bagaimana kau merayunya?” tanya Julian.
“Aku juga punya keahlian setelah melihatmu.Kau pikir siapa gurunya,” jawab Jimmy.
“Baiklah,rasanya ini cukup saat ini.Apa ada yang kurang jelas?” tanya Jimmy.
“Sudah jelas Tuan,” jawab beberapa orang bersamaan.
“Baiklah semua boleh pergi,” kata Jimmy. Julian menepuk pundak Jimmy.
__ADS_1
“Aku akan selalu mendukungmu walau pun aku adalah saingan cintamu,” kata Julian.Jimmy memukul pelan kepalanya.
“Thanks,” jawabnya.