CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption186


__ADS_3

Anita memalingkan pandangannya ke arah pintu saat mendengar suara pintu dibuka pelan.Hanya terlihat kepala Bayu yang sedang mengintip.


“Sorry, sebelum pergi harus kupastikan kalian tidak berkelahi lagi.Aku tidak mau kehilangan konsentrasi di meja operasi,” kata Bayu.


“Masuklah Bay, kenalkan ini Mas Faris kakaknya Fara. Kamu ingat Fara kan?” tanya Anita.Bayu mendekat ke arah mereka.


“Oh hai. Saya Bayu temannya Jimmy,teman Anita, saya juga kenal Fara.” Bayu mengulurkan tangan dan Faris menyambutnya.


“Bagaimana bisa kenal Fara?” tanya Faris.


“Fara sering ke Jogja, kenal juga sama semua temanku. Dia lebih cepat gaul daripada aku,dia ngomong terus nanya terus kaya penyiar radio.Mas tahu sendiri kan,dia itu berbanding terbalik sama kamu.Nggak banyak omong langsung bertindak,” Anita terkikik.Faris menoyor pelan kepala Anita.Jimmy segera mengusap kepala Anita.


“Baiklah,aku pergi dulu.Anita, kau harus mengasihani dirimu sendiri. Selalu berfikir positif, jangan hiraukan orang lain OK,” kata Bayu.Anita mengangguk dan tersenyum.


Tidak sepatah katapun yang terucap dari mulut Faris mau pun Jimmy saat Bayu pergi dari ruangan itu.Anita melihat keduanya yang saling tenggelam dalam pikiran masing masing.


“Nita, kenapa kau tidak memberi kabar pada kami atau pun Budemu tentang pernikahanmu?” tanya Faris memecah keheningan.


“Itu... Sebenarnya kami..”

__ADS_1


“Sebenarnya kami masih menikah secara agama,belum secara hukum.Sebenarnya rencanaku Lusa kami menikah secara hukum,” jawab Jimmy.


Faris menatap tidak senang ke arah Jimmy.


“Oh, begitukah caramu memperlakukan orang yang sangat dihargai di keluargaku? Dia bahkan dia sudah mengandung anakmu. Aku meragukan keseriusanmu Tuan Jimmy,” kata Faris.


“Mas, ini tidak seperti yang kau pikirkan,” kata Anita.


“Ada yang ingin kubicarakan denganmu Tuan Jimmy, bisakah kita cari tempat?” tanya Faris.


“Tentu,” kata Jimmy.


“Jim, kumohon bicaralah baik baik.Kalian jangan bertengkar karenaku,” mohon Anita.Jimmy mencium tangan Anita.


“Nanti aku kembali lagi,Anita,” kata Faris lalu pergi mengikuti Jimmy.


Anita hanya bisa menatap khawatir kepergian mereka. Anita memencet tombol merah yang ada di dekat bed rawatnya. Seorang perawat wanita segera datang nenghampirinya.


“Nyonya, apa Anda merasakan sesuatu?” tanyanya.

__ADS_1


“Suster, saya mau minta tolong. Panggilkan pengawal Tuan Jimmy yang ada di depan pintu paviliun apa bisa? Apa barang barang saya sudah di bawa kemari seperti ponsel dan pakaian ganti?” tanya Anita.


“Ponsel dan yang lain disimpan Tuan Jimmy di dalam lemari pasien dan tadi saya melihat Tuan Jimmy menguncinya.Untuk pengawal Tuan Jimmy akan saya panggilkan,” jawab perawat itu.


“Terimakasih Suster,” kata Anita.


Perawat itu segera melakukan yang diminta Anita.Beberapa saat kemudian datang seorang kepala regu pengawal yang ditugaskan Jimmy di rumah sakit.


“Nona,ada apa memanggil saya?”


“Pak,ke mana tadi Tuan pergi?” tanya Anita.


“Ke ruang pribadi milik keluarga Anggoro di paviliun ini Nona. Lebih tepatnya seperti ruang meeting yang dijaga ketat saat ada diskusi di dalam.Dan hanya direktur rumah sakit,Tuan Jimmy dan Tuan Julian yang bisa membuka ruangan itu dengan sidik jari mereka,” jawab pengawal itu.


“Tolong berjagalah di sana,aku khawatir Tuan bertengkar dengan orang yang bersamanya tadi,” kata Anita.


“Ada tiga anak buah saya di depan pintu ruangan itu.Akan saya peringatkan mengenai hal ini.Saya tidak bisa di sana karena saya harus berada di tempat yang lebih vital Nona.”


“Kenapa rumah sakit dijaga ketat, ini tidak masuk akal.Ada berapa orang pengawal yang dibawa ke sini?” tanya Anita.

__ADS_1


“Ini perintah Tuan Jimmy.Ada duapuluh orang tersebar dan lima orang mengawasi CCTV,” jawab pengawal itu.


“Baiklah, Pak pengawal bisa pergi. Terimakasih,” kata Anita.Ia bahkan tidak bisa berfikir kalau rumah sakit jadi sangat ketat seperti Rutan.


__ADS_2