CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption53


__ADS_3

Jim memejamkan matanya melihat Anita sudah sedikit tenang.


"What do you feel now?"bisik Jim di telinga Anita.


"I feel better.Your mom really nice," jawab Anita.Jim tersenyum senang.


"Kau menyukainya?Mom orang yang cepat sekali beradaptasi.Mom memiliki IQ yang hampir sama denganku.Dia sangat memahami kesulitanku,keadaanku.Kau tahu, setelah bersamamu,aku bisa hidup lebih normal dan biasa biasa saja." Jim tersenyum dan mencium rambut Anita.


"Ibumu lancar berbahasa Indonesia?" kata Anita.


"Mom tinggal di sini hampir sepuluh tahun, ya memang tidak berurutan, pindah Italy, ke Indonesia lagi,bolak balik.Daddy selalu berbicara bahasa Indonesia dengannya,walau daddy bisa berbahasa Italy.Bukan cuma itu, ibuku juga bisa berbahasa jawa,tidak begitu lancar kadang salah juga ngomongnya." Jim tertawa mengingat ayahnya yang kadang mengajak ibunya ngomong jawa.


"Sepertinya ayahmu itu asyik orangnya."


"Yeah, penyakit jahilnya sedikit menular padaku.Mom selalu klepek klepek sama daddy.Pintar sekali mengambil hati ibuku, setiap momy ngambek,ada saja yang dilakukannya.Anita,aku ingin sekali kita bisa saling melengkapi seperti mereka.Kau mau kan Sayang?"Jim mencium tengkuk Anita hingga gadis itu pun menahan nafas karenanya.

__ADS_1


"Iya, aku mau," jawab Anita.


"Heh,apa kalian akan di sini terus sampe pagi?" Jim dan Anita menoleh ke arah pintu samping.Julian dan ayah Anita sudah berdiri di sana.


"Nita,ajak Jim masuk.Sudah jam sepuluh malam tidak baik ngobrol di luar," kata ayah Anita kemudian masuk ke dalam rumah diikuti oleh Julian.Jim dan Anita pun masuk ke dalam rumah.Anita mendorong Jim supaya menjauh dari pintu kamarnya.


"Kalian istirahatlah,besok pagi harus kembali bekerja kan," kata Anita.Julian bergegas menggandeng lengan Jim supaya tidak salah masuk kamar.


"Apaan sih,kita ini sama sama laki laki. Jangan seperti ini Bodoh," Jim menarik lengannya.Aksal dan ayah Anita tersenyum melihat tingkah mereka.


Ardian terbangun,ia melihat jam dinding masih jam dua pagi.Ia beranjak pergi ke ruang tengah untuk mengambil minuman di kulkas. Ardian menyalakan lampu ruang tengah karena melihat bayangan seseorang di sofa.


"Jim...Kenapa dia tidur di sini?" gumamnya. Ia melihat pintu kamar Anita sedikit terbuka, tampak sedikit terang dengan lampu tidurnya. Ardian melongok sebentar, putrinya masih tidur pulas.


"Ayah, ada apa bangun sepagi ini?" Ardian menoleh ketika mendengar suara Jim memangilnya.Ia segera menghampiri calon menantunya itu.

__ADS_1


"Kenapa tidur di sini Nak,Apa kamu kepanasan? Maaf saya tidak punya AC," kata Ardian.Jim tersenyum.


"Bukan itu Ayah,aku hanya tidak bisa tidur tanpa melihat putri Ayah.Aku selalu merasa takut ada yang membawanya pergi.Maka dari itu aku membawanya tinggal bersamaku," jawab Jim.Ardian menarik nafas panjang beberapa kali.


"Apa hubungan kalian sudah sejauh itu?" tanya Ardian.


"Yah,tolong maafkan aku.Aku telah menabrak semua aturan karena takut kehilangan putrimu.Itu adalah caraku untuk mengikat dirinya.Ayah tolong bantu aku untuk menyegerakan pernikahan kami," kata Jim lalu mengambil selembara kartu nama dari dalam dompetnya.Ardian menerima kartu nama itu.


"Tolong hubungi aku,data apa saja yang diperlukan.Pengacaraku akan membantu mengurus semuanya.Aku akan memintanya menemui Ayah secepatnya."


"Baiklah,akan kuhubungi temanku yang ada di KUA.Tapi apa keluargamu sudah mengetahui semua ini? Kenapa tidak memperkenalkan kepada kami?" tanya Ardian.


"Mereka tahu dan menyerahkan semuanya padaku.Mereka tinggal di luar negri jadi aku akan mengurus semuanya sendiri.


Ardian menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2