CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption71


__ADS_3

Anita merebahkan tubuhnya,ia melihat ponselnya,tidak ada panggilan mau pun pesan dari Jim.Sudah jam sepuluh malam, Jim belum juga pulang.Rasa kantuk mulai tak sanggup ia tahan.Hari ini sangat melelahkan. Ditambah lagi pekerjaan yang bertumpuk membuatnya sedikit stres dan kelelahan.


Setelah beberapa saat terlelap,tiba tiba Anita terbangun karena merasakan ada seseorang datang.Anita menyalakan lampu dan mencoba mencari ponselnya. Sudah jam dua belas malam.Ia melihat sekeliling, tidak ada siapa siapa.Terdengar suara di kamar mandi, mungkin Jim sudah pulang.


"Jiim," panggilnya. Beberapa saat kemudian tampak orang yang dinantinya muncul dari balik pintu.


"Maaf,membuatmu terbangun.Aku sudah coba untuk tidak berisik,"katanya.


"Aku sudah cukup tidur.Apa kau sudah makan?" tanya Anita.


"Sudah, aku sudah makan di restoran sama Corvin." Jim tersenyum senang lalu mencium pipi Anita.


"Kenapa kau tampak bahagia sekali.Menang lotre? Ketemu cewek cantik? Atau..."


"Sepertinya aku tidak bisa tidur malam ini. Kamu harus temani aku Ok?" Jim melepas kemejanya,Ia merebahkan dirinya di atas ranjang dengan bertelanjang dada.Bibirnya masih menyunggingkan senyum.Anita beranjak ke ruang ganti mengambilkan piyama untuk pria yang lagi asyik senyum senyum di tempat tidurnya.Kesambet di mana dia,pikir Anita.


"Pakailah piyamamu," Jim melihat ke arah Anita sambil tersenyum.

__ADS_1


"Jim,jangan menakutiku.Ada apa?" tanya Anita.Jim melepaskan celananya, Anita memalingkan mukanya ke arah lain.


"Kenapa? Kau sudah pernah melihatnya," kata Jim sambil memakai piyamanya.


"Sekarang katakan padaku,apa yang membuatmu tampak begitu bahagia," kata Anita.


"Anita,besok kita akan menjadi suami istri?"


"Apa ? Tidak mungkin surat selesai secepat itu?" kata Anita.


"Aku akan telpon Ayah,nunggu berkas ok saja. Kau tidak perlu khawatir," Anita mencari ponselnya.Jim segera mengambil ponsel Anita yang ada di dekatnya.Sial pintar juga dia.Gawat kalau ayahnya bilang aku yang memaksanya untuk besok menikahkan kami , fikir Jim.


"Jadi tadi kau menemui Ayah?" tanya Anita. Jim mengangguk senang.


"Hei Tuan, kau dipaksa segera menikahiku. Kenapa mukamu sesenang itu?" gerutu Anita.


"Aku tidak dipaksa meminum racun,aku dipaksa menikahimu yang sudah sangat lama ingin kulakukan.Itu akan membuatku sulit tidur malam ini.Karena besok aku halal memelukmu,menciummu, melakukan apa pun denganmu,"Jim mendekatkan wajahnya ke muka Anita.

__ADS_1


"Sudah kuduga itu modusnya," Anita menjauhkan wajahnya,tapi Jim lebih cepat meraih tengkuknya dan menyambar bibirnya dengan rakus.Anita yang terkejut membuat mulutnya sedikit terbuka.Jim tidak menyia nyiakan kesempatan,ia segera membelit lidah Anita tanpa ampun.Ia melepaskan Anita setelah melihat gadisnya hampir kehabisan nafasnya.


"Besok pasti lebih dasyat dari ini?" Jim terkekeh.Anita melempar mukanya dengan bantal.


"Iya aku masih ingat membayar hutangku.Dua ronde tiap malam.Tapi besok aku masih belum selesai,jadi jangan harap," kata Anita.


Jim menepuk dahinya sendiri.


"Gak pa pa, akan kutunggu.Kapan selesainya kira kira?"


"Dua hari lagi mungkin.Tiga hari,empat hari, gak pasti," jawab Anita sekenanya.


"Lama sekali,coba nanti kutanyakan pada Merry."


Anita tersenyum melihat ekspresi wajah kecewa kekasihnya itu.


"Aku mau tidur Jim,ayo tidurlah," kata Anita. Perkataan Jim tadi hanya dia anggap hanya menggodanya saja.Tidak mungkin ada acara tanpa persiapan seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2