CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption150


__ADS_3

Pagi itu selesai sarapan Jin Su dan Nora langsung berpamitan untuk ke Jakarta.


“Lucas,apa sudah kau siapkan Heli untuk mereka?” tanya Jimmy.


“Sudah,Niko dan Rony yang antar mereka.Apa kau sudah dapat izin dari Barata Tower, Jim?” Lucas bertanya balik.


“Kenapa tidak landing di rumahku saja,tidak perlu minta izin.Supir pribadi papi kan nganggur kalau dia tidak di sana, bisa nganter ke tempat tujuan juga,” kata Julian.


“Agak jauh Julian,lebih dekat dari tower group Barata.Belum kena macet, it's Ok aku sudah minta izin.Pemiliknya itu teman Daddy,dia sediakan mobil malah buat nganter mereka.Lucas,aku kirim nomor supirnya, hubungi dia kalau sudah sampai di sana.” Jimmy segera mengirimkan sebuah nomor telpon kepada Lucas.


“OK.”


“Sorry, sangat merepotkan ya,” kata Jin Su.


“Hey, kalau ada tamu jauh memang harus repot,” Jim menepuk pundak Jin Su.


Tiba tiba saja Nora memeluk Anita yang ada di sebelahnya.Air matanya tiba tiba berjatuhan membasahi pakaian Anita.


“Nona Nora,aku sedikit menyesal kamu datang ke sini.Sebenarnya,tidak afdol datang jauh dari New Yoŕk tidak jajan Cilok,” kata Anita.Nora tertawa lalu mencubit pipi Anita.


“Jangan panggil Nona Nona terus.Aku bukan atasanmu lagi.Suatu saat kalau kau datang ke Cambridge,kau harus mampir ke New York. Jangan lupa bawa Cilok, bumbu kacang yang pedas. Ah jadi netes,” Nora mengusap ujung bibirnya. Anita tertawa,Nora memang apa adanya kalau bicara.


“Aku pergi Anita,jaga diri ya,” Nora memeluk Anita lagi.


“Aduuh,jadi cemburu aku kalau gini.Enak banget bisa peluk peluk Anita terus,” kata Julian.Jim menoyor kepalanya.

__ADS_1


“Anita,aku pergi.Jaga dirimu Ok?Aku titip dia Jimmy, dia adalah mahluk yang sangat berharga untukku.” Jin Su mengusak rambut Anita.


“Jin, terima kasih.Aku sangat senang bekerja denganmu.Kau adalah Boss yang sangat perhatian pada pegawaimu.Keep like that (tetaplah seperti itu).” Anita melambaikan tangannya saat keduanya menaiki tangga untuk ke atap rumah.Anita melihat ke arah suaminya yang tampak sedang tidak enak hati.


“Kenapa? Cemburu lagi? Yah elah, Jin itu mmh..” Jim langsung membekap mulut Anita dengan mulutnya saat istrinya itu ingin menjelaskan.


“Ah kalian ini,aku masih di sini.Tidak tahu malu,” Julian ngeloyor pergi.


“Tuyul,mau ke mana Lu?” teriak Jimmy.


“Tidur,” jawab Julian.


Jimmy terkekeh melihat adik sepupunya itu menampakkan muka kesal.


Sementara Lucas yang baru kembali dari atap menghampirinya.


“Temani aku tidur,Sayang. Aku belum tidur sama sekali.Hari minggu, hari molor sedunia,” Jim segera memeluk Anita dalam selimutnya.


“Aku juga masih mengantuk baca komik sampai pagi. Kapan kapan kita ke toko buku ya,” pinta Anita.


“Iya, borong semua. Sekarang peluk aku.” Jim mengeratkan pelukannya, begitu pun Anita.


☆☆☆♡♡♡♡♡☆☆☆


Jimmy membuka matanya saat udara terasa panas.Ia tak melihat Anita di sisinya.

__ADS_1


Ia melihat ventilasi udara di kamarnya terbuka, pun jendela kaca di sisi kamarnya pun sedikit tersibak tirainya.Rupanya Anita yang membukanya.


“Fuih,pantesan gerah. Sayang,Istriku kau di mana?” panggilnya dengan suara serak.Tidak ada jawaban.


Jim bergegas ke kamar mandi,ia melihat Anita sedang berendam sambil memejamkan matanya. Tanpa pikir panjang ia pun segera membuka pakaiannya dan ikut masuk ke dalam bath tub.Anita hanya tersenyum saat suaminya itu memeluk dan menciumnya.


“Kenapa nggak ngajak ngajak kalau mandi?” rajuk Jimmy.Anita membelai lembut wajah suaminya.


“Kamu pulas seperti bayi, aku tidak tega,” jawab Anita.


Jimmy segera memagut bibir Anita yang menggemaskan.Ia tahu apa yang diinginkan suaminya. Ia menurut saja saat suaminya meminta jatahnya.Kali ini Jim melakukannya dengan sangat lembut dan membuatnya sangat bahagia.


🌴🌵🌳🌾🍁🍁


**Dear Readers


sorry up nya agak lemot


tapi setiap ada kesempatan author pasti


cepet2 up


ceritanya ini masih lumayan panjang


tapi kalau mau dibikin end juga bisa saja sih

__ADS_1


tapi sayang kalau dibikin end, ke belakang lebih seru soalnya.


Take care ya**....


__ADS_2