
Saat dalam perjalanan ke Eropa, Anita lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur yang memang sengaja diminta Jimmy dalam desain pesawatnya. Perjalanan panjang tentu membuat istrinya menjadi bosan dan gelisah.Ia tahu Anita sangat enggan naik pesawat.Maka dari itu ia membeli pesawat baru yang didesain sesuai yang ia mau.
"Jim,berapa lama lagi kita sampai?" tanya Anita.
"Tidak lama lagi sepertinya,naik jet pribadi lebih cepat sampai daripada pesawat komersial," jawab Jimmy.
Anita mengelus perutnya,Jimmy menggosok punggung istrinya dengan minyak kayu putih.
"Ingin ke luar?" tanyanya.
Anita menggeleng lemah dan kembali memejamkan matanya.Jimmy juga membaringkan diri di belakang Anita dan terus mengusap usap perutnya.Beberapa kali ia merasakan pergerakan pergerakan bayinya.
Beberapa saat terdengar ketukan pintu, Jimmy membukakan pintu,ternyata seorang pramugari yang memberitahukan kalau setengah jam lagi pesawat mendarat dan meminta semua untuk duduk di kursi dan mengenakan sabuk pengaman.
Jimmy segera mengajak Anita ke luar. Ariana segera mendekati Anita karena menantunya itu terlihat pucat.
"Sebentar lagi sampai Sayang," kata Ariana seraya mengaitkan sabuk pengaman menantunya.
Jimmy yang duduk di sebelahnya menggengam dan mencium tangan Anita.
"Wellcome to my house(selamat datang di rumahku).Walau aku jarang di sini,tapi aku punya banyak teman di sini," kata Jimmy.
Anita hanya tersenyum melihat Jimmy. Kalau kau punya banyak teman di sini kenapa kau habiskan banyak waktumu di Indonesia dan berkelahi dengan teman temanmu,pikir Anita.
Beberapa saat kemudia pesawat mendarat,bukan di Bandara Roma,tapi di terminal pribadi milik teman Jimmy.
Ada beberapa pria tampan menjemput mereka.Anita kaget karena Rain juga ada di sana.
"Hi," sapanya.
"Hi,how could you(bagaimana bisa?)," tanya Anita.
"Ofcourse,we are one gank( tentu,kita satu geng)," jawab Rain.
"Ngomong opo kowe(ngomong apa kamu)?" tanya Jimmy seraya mengemplang kepala Rain,pria berdarah Jepang itu balas menoyor kepala Jimmy.
Beberapa teman Jimmy yang lain ramai mengobrol dengan Jimmy dan Jack begitu antusias dengan bahasa Italy dan bahasa Inggris.Mereka bercanda dan saling memukul seperti anak kecil yang gembira bertemu teman temannya.
"Anita,kita dicueki," kata Laura yang juga bingung melihat Jack meninggalkan dirinya begitu saja.
"Biarkan saja,biar anak anak TK itu ke laut," jawab Anita.Laura menatap bingung ke arahnya.
"Laut?"
__ADS_1
Anita tertawa ngakak,ia lupa kalau yang dia ajak bicara itu Laura,bukan Lucas.
"Anita,Lo mau berdiri di situ saja?" teriak Lucas yang terlihat sangat tampan dengan seragam pilotnya.
"Lah,kita ini tamu koq malah ditinggal begitu saja.Aku sama Laura juga bingung mau ke mana," jawab Anita.
"Come,kalian sudah ditunggu grandpa grandma di heli.John akan membawa kalian pulang dulu."
Lucas segera membawa mereka dan membukakan pintu helikopter untuk mereka.Di dalam Ariana dan Julian Anggoro sudah menunggu.
Setelah keduanya masuk,John dan asistennya membawa mereka ke kediaman Anggoro di kota Roma. Anita sangat takjub melihat kota Roma yang begitu indah di balik jendela helikopter yang membawanya. Lima belas menit kemudia mereka mendarat di sebuah rumah yang sangat besar dan memiliki tanah yang sangat luas.
Mertuanya itu memang benar benar orang kaya,bukan hanya di dalam negri saja tapi di negara asing juga memiliki banyak aset yang membelalakkan mata.
"Sayang,ayo turun," kata Ariana yang melihat menantunya itu masih bengong.
Anita tersenyum dan menerima uluran tangannya.
Mertuanya itu memanggil beberapa pelayan untuk membawa barang barang milik Laura ke kamar tamu dan milik Jimmy dan Anita ke kamar Jimmy.
Sampai di kamar Anita juga sempat bengong,kenapa kamar ini seperti kamar anak anak.Tempat tidurnya tidak terlalu besar,ada meja belajar dengan sticker banyak pahlawan super.Ada sebuah rak yang dipenuhi dengan mainan semacam miniatur mobil mobil sport dan super hero. Di ujung kamar ada sofa dan sebuah televisi.Anita menyingkap tirai Jendela dan ada taman bunga di luar sana.
Setelah berganti pakaian yang lebih santai, Anita pun ke luar untuk membuat susu. Ia melihat ayah mertuanya duduk di meja makan sambil menikmati kopi coklatnya.
"Kau sedang mencari siapa? Mom pergi ke rumah sakit sebentar," kata Julian Anggoro.
"Muna!" teriak Julian Anggoro.
"Iya Tuan." Seorang wanita datang tergopoh gopoh menghampirinya.
"Buatkan susu untuk Nona,ini adalah istrinya Jimmy,Anita.Ambilkan air hangat juga kasih garam buat rendam kakinya. Anita,kakimu bengkak," kata Julian Aggoro.
Wanita itu segera mengambil susu yang dibawa Anita dan mengangguk ramah.
"Ayah Mertua bawa pekerja dari Indonesia?" tanya Anita.
"Iya ada sekitar limabelas orang.Setelah ini istirahatlah,biar kakimu diurut nanti."
Seorang pelayan lain membawakan ember dengan air hangat dan garam.
"Silahkan Nona," katanya.
Anita mengangguk dan mencelupkan kakinya.Rasanya memang lebih nyaman.
__ADS_1
"Makasih Bu.."
"Marti Nona,panggil saya Bi Marti," kata wanita itu.
"Eh,iya.Makasih Bi Marti," kata Anita.
Beberapa saat kemudian Bi Muna membawakannya susu.
Setelah berbasa basi sebentar mereka pun pergi.
Julian Anggoro masih memperhatikan menantunya itu.Mata Anita yang seoalah mencari sesuatu atau seseorang membuatnya bertanya sekali lagi.
"Ada apa Anita?" tanyanya.
"Apakah Emily tinggal di sini?" tanya Anita ragu ragu.
Wajah Julian Anggoro tiba tiba mengeras.Pria itu tidak segera menjawab pertanyaan Anita.
"Maaf,Ayah Mertua.Seharusnya saya tidak menanyakan itu.Tidak apa,saya ke kamar dulu," kata Anita seraya bangkit dari duduknya.
"Aku minta maaf atas kelakuan Emily kepadamu Anita."
Tiba tiba pria paruh baya itu angkat bicara.
"Saya memang belum bisa melupakan kejadian itu,dimana Jimmy mengusirku dari rumahnya.Saya bertanya pada Ayah mertua karena saya belum siap bertemu lagi dengannya," kata Anita.
"Jimmy mengasingkannya ke London, dia juga masih harus menjalani terapi medis atas luka di kepalanya.Jimmy memukulinya dengan tongkat baseball saat tahu dia yang membuatmu meninggalkan dirinya.Ini semua salahku dan Mommy,kami memperlakukan dia seperti seorang putri yang selalu dituruti kemauannya. Begitu pun Jimmy dan Jona.Tidak ada kata tidak untuk Emily sampai dia terjerumus ke dalam pergaulan dengan para mafia,bandar narkoba. Sampai akhirnya aku sendiri yang terjebak perjanjian berbahaya itu.Aku minta maaf karena akhirnya dirimu dan Jimmy yang banyak disusahkan," kata Julian Anggoro.
"Kejadian kejadian itu memang masih membekas,tapi saya sudah bisa sedikit merelakannya.Saya istirahat dulu ke kamar."
Anita segera beranjak ke kamar Jimmy dan merebahkan dirinya. Ia memejamkan matanya,hanya bisa memejamkan mata tapi tidak benar benar tidur.Ia menjadi gelisah mengingat cerita Lucas,bahwa Jimmy memukuli Emily dengan membabi buta,hingga ayahnya pun ikut jadi sasaran tongkat baseballnya karena melindungi Emily.
"Cup!"
Anita membuka matanya saat merasakan ciuman kecil di bibirnya. Jimmy duduk di tepi ranjang dan tersenyum padanya.Ia lalu merebahkan diri di sisi istrinya.
"Sudah ingat pulang? Sudah ingat kalau punya istri?"
Jimmy terkikik lalu memeluk Anita.
"Sudah tahu kan aku dijemput para preman? Bahkan Rain sudah tiba di sini dari kemarin.Nanti mereka akan makan malam di sini,ini sudah jam enam sore,kita rebahan saja dulu," kata Jimmy.
"Baru sekarang aku merasakan jam enam sore masih terang,di Eropa sangat berbeda,rasanya aneh," kata Anita.
__ADS_1
"Kau akan terbiasa kalau sudah tinggal lama di sini."
Jimmy memeluk Anita dan sedikit terganjal perutnya.Jimmy menggosok pelan punggungnya hingga istrinya itu terlelap.