
Jimmy membangunkan Anita dengan mencium pipinya yang semakin menggemaskan.Jimmy tersenyum melihat Anita yang tertidur dengan masih mengenakan jubah mandinya. Mungkin karena perutnya kenyang jadi mengantuk setelah mandi.
“Sayang, ayo bangun.Nora sudah datang dari tadi, ia juga sempat tertidur di sofa nungguin kamu."
Jimmy mengelus dahi Anita yang mulai membuka matanya.
"Yaa ampun,aku tertidur."
Anita segera menegakkan tubuhnya, Jimmy membantunya mengambilkan baju ganti dan mengeringkan rambutnya. Anita memulaskan lipstik tipis dan bedak di wajahnya.
Ia menggenggam tangan Jimmy saat suaminya itu hendak menghapus pewarna bibirnya.
"Kali ini saja Jim,aku ingin memakai pewarna bibir,sediki blush on,aku ingin tampil cantik di depan Nora. Mungkin ini bayiku yang ingin," mohon Anita.
Jimmy menatap Anita dalam diam,terus terang saja dia merasa sangat keberatan karena bukan cuma Nora yang ada di sana,tapi teman temannya yang lain juga ada di sana.Anita mengepang rambut panjangnya hingga rapi.
Jimmy hanya terpaku melihat wajah cantik istrinya.
"Aku tidak bisa membiarkanmu ke luar," ia mencium bibir istrinya dengan intens.
Anita yang kaget segera mendorong Jimmy karena tidak bisa bernafas.
"Jim,apa apaan sih? Aku hanya dandan sedikit kau sudah seperti ini.Teman temanmu itu kan sudah beristri,khawatir apa?" tanya Anita.
"Aku tidak mau mereka melihatmu seolah ingin menelanmu."
"Itu hanya perasaanmu,kak Jo aja cuek istrinya dikagumi orang,dipuji orang," protes Anita.
Jimmy mengusap blush on Anita hingga tidak terlalu kentara.
"Baiklah Nyonya Jimmy,ayo kita turun."
Jimmy meraih tangan Anita dan membawanya turun nenemui Nora dan Jin Shu yang baru ke luar juga dari kamar tamu.
Nora menjerit keras sekali saat melihat Anita.
"Piaoliang,piaoliang Anita.Ni de duzi hen da le(Cantik,cantik Anita.Perutmu sudah besar)."
Nora dan Anita saling berpelukan dan berteriak kegirangan karena sudah lama tidak ketemu.
Jimmy dan Jin Shu hanya bengong melihat pertemuan yang super heboh itu.
Mereka segera memelankan suara saat menyadari banyak pasang mata di depan lift dan di depan dapur yang sedang melihat mereka dalam diam.
Jimmy yang menyadari kalau semua temannya sudah turun dari lantai atas segera mengajak mereka ke ruang tengah yang begitu banyak sofa, sebuah TV besar dan play station di situ.
"Nora aku sudah buat adonan cilok,buat yuk," ajak Anita.
"Hao,lets go," jawab Nora.
Keduanya segera pergi ke dapur dengan gembira.
Sambil mengobrol dan bercanda mereka membentuk adonan cilok,semirip mungkin dengan yang mereka beli di abang abang penjual cilok waktu di Indonesi.
Tiba tiba saja Rain menghampiri mereka dan ikut membentuk adonan seperti yang dilakukan Anita dan Nora.
"Hei wash your hand first(hei cuci tanganmu dulu)," teriak Nora seraya menepis tangannya.
"Hei,why you are here?this is girls area (kenapa kamu ada di sini,ini daerahnya perempuan),"
__ADS_1
"Anita,ni kan(lihat).Ganteng tapi kemproh (jorok)."
Anita tertawa keras mendengar Nora mengatakan kalimat bahasa jawa yang dulu ia ajarkan.
"Hey,I just wanna help(Hey aku hanya ingin membantu)," kata Rain.
Anita segera mengambil ember dan mengambil beberapa centong adonan pempek yang belum kalis.
"OK,do like this(lakukan seperti ini),"
Anita memberikan contoh untuk menguleni adonan dan Rain melakukannya.
"Do with more power,that's better (lakukan dengan tenaga yang lebih besar akan lebih baik)," kata Anita.
"Use power just like a Bulls(gunakan kekuatan Banteng),like this,Hia!" teriak Nora seraya membanting adonan hingga ember dan adonannya terlempar ke lantai.
Anita tertawa keras melihat Nora bertingkah seperti Bruce lee,Rain yang kaget jadi ikut tertawa.
"Hey Lady,just calm down," katanya seraya mengambil ember dan adonan yang ada di atas lantai.
"Buat makanan gak usah pake kungfu lah," kata Jimmy yang tiba tiba muncul dari pintu bersama beberapa temannya.
Nora terkikik saat melihat banyak orang yang datang ke dapur melihat mereka.
"Adonan ini apa masih perlu dikaliskan, Sayang?" tanya Jimmy.
"Iya,dikaliskan lalu dibentuk,direbus dan tiriskan," jawab Anita.
Jimmy memanggil teman temannya dan mengajari mereka untuk membuat mpek mpek.
Suasana dapur menjadi ramai karena teman Jimmy ada sekitar sepuluh orang termasuk Jack dan Lucas sangat antusias seperti anak TK yang dikasih play doh.
"Hey,what's going on(ada apa ini)? Kenapa dapur kita jadi seperti pasar?" tanya Julian Anggoro yang tiba tiba muncul bersama Mattew,Laura dan ibu mertuanya.
"Darling,kau tidak boleh terlalu lelah,' kata Ariana saat melihat dan menghampiri Anita.
" It’s OK Mom,saya sudah tidur sebentar tadi," jawab Anita.
"Hi,Anita.I come for helping(aku datang untuk membantu).Jack asked me to come (Jack memintaku untuk datang)," kata Laura.
"Thanks,Laura.This is Nora,my friend.She is my ex-Boss when she was in Indonesia," kata Anita.
"Best friend," kata Nora.
"Iya,iya best friend." Anita tertawa melihat ekspresi wajah Nora yang kesal.
"Nora,Laura,enjoy your time. Anita,kalau capek gak usah ikutan ya.Mom masuk dulu," kata Ariana.
“Yes Mom,” jawab Anita.
"Hi girls,I'm here," kata Rain yang dari tadi dicueki.
"Rain,why you are here(Rain,kenapa kamu di sini)?" tanya Laura.
"Because I'm the most hendsome here (karena aku paling tampan di sini)," jawab Rain.
"Yo mesti lah,lanang dewe (so pasti lah, cowok sendiri)," kata Anita dengan suara keras.
Ayah mertua Anita yang sedang sibuk membantu Jimmy menoleh mendengar suara Anita.Begitu pun yang lainnya.
__ADS_1
"Rain,why you are there?Come here(Rain, kenapa kamu di situ? Kemari)," kata Julian Anggoro.
Dengan malas akhirnya Rain beranjak dari meja yang dipakai oleh para wanita.Nora menjulurkan lidahnya saat Rain melihat ke arahnya.Ketiga wanita itu pun membuat cilok sambil bercerita dan bercanda.Mika yang melihat hal itu segera menghampiri mereka.
"Anita,ini susu jahe untukmu.And this is for you girls,orange juice," kata Mika.
"Thanks Mika," kata Laura dan Nora hampir bersamaan.
"Makasih Kak,enak," kata Anita.
"Aku bantu ya," kata Mika.
"Udah selesai koq,tinggal ngukus saja," kata Anita.
Nora meminta Laura membantunya memasukkan cilok ke dalam alat kukus.
"Anita,aku merasa iri padamu," kata Mika.
"Iri apa?” tanya Anita.
“Banyak hal,” jawab Mika.
“Kak Jo sangat memanjakanmu, tidak pernah melarang Kakak melakukan apa pun yang Kak Mika mau.Beda dengan Jimmy yang apa apa harus ngomong dulu.Aku jarang bahkan hampir tidak boleh ke luar rumah sendiri.Pakaian,kosmetik semuanya Jimmy yang belikan.Tidak dibolehkan bekerja, kalau pun boleh pasti ada campur tangan dia.Satu lagi,aku tidak boleh dandan tebal kalau ke luar kamar.Ini tadi aku pake lipstick sama blushon diprotes dan dihapus sedikit olehnya.Apanya yang Kakak iri dariku?" tanya Anita.
"Jimmy begitu perhatian padamu.Jona juga selama ini tidak pernah ke dapur bahkan untuk mengambil air minum. Tapi lihat sekarang,dia bahkan membuat mpek mpek bersama teman teman Jimmy,dia tertawa begitu senang.Daddy juga,kulihat dia beberapa kali bertengkar denganmu hanya untuk masalah sepele seperti rebutan makanan saat makan.Selama ini dia hanya diam dan makan saat di sini.Hanya bertanya pada Jona ada masalah atau tidak di perusahaan. Sekarang malah berbaur juga dengan teman temannya Jimmy."
Mika meneguk jus jeruk di tangannya.
"Di rumah dia juga begitu,rewel setengah mati.Ayah mertua makanan kesukaannya banyak yang sama denganku.Itu hanya kebetulan,kadang kesel juga sih,salad buahku kadang hanya tinggal dikit saat aku benar benar pingin makan," kata Anita.
"Anita,ngomongin aku ya? Dosa lho jelek jelekin mertua."
Anita kaget mendengar suara ayah mertuanya yang sedang berdiri di sebelah Jimmy dan melihat curiga ke arahnya.
"Nggak,Ayah mertua orang baik kenapa dijelek jelekin sih," jawab Anita seraya melambaikan tangannya.
"Siapkan sausnya,jangan ngobrol saja.Ini sudah selesai gorengnya," kata Julian Anggoro.Tuh, kak Mika siapkan sana,bisik Anita.
"Sudah ada Ayah mertua,di panci itu sudah aku buatkan.Tinggal dimasukkan ke mangkuk mangkuk saja koq,” kata Anita.
“Lah ya masukkan dong,masa Deddy sih.Itu mereka semua sudah ada di ruang tengah,” kata Julian Anggoro yang masih sibuk mencuci tangannya.
Nora dan Laura tersenyum melihat Tuan besar Anggoro yang sedang berdebat dengan Anita.
“Ayo Kak Mika, bantuin,” kata Anita.
“Mmm, apa nanti Daddy nggak marah? Daddy tidak pernah mau makan makanan buatanku atau memintaku melakukan sesuatu untuknya.Dia jarang bicara denganku dan kalau kami hanya berdua saja beliau lebih suka pergi ke tempat lain,” kata Mika.
“Sudahlah, ayo.Sama orang tua tidak boleh begitu.Ayah mertua mau marah atau tidak suka kepada kita, ya harus tetap berbuat baik padanya.Cuekin aja.”
Anita meraih tangan Mika dan menghampiri ayah mertuanya.Dengan perasaan canggung Mika membantu Anita membagi sambal cair ke banyak mangkuk kecil dan membawanya ke ruang tengah.
Jonathan melihat ke arah adik iparnya itu dengan seksama.Dalam hati ia merasa senang karena Anita bisa menggandeng istrinya untuk melakukan pekerjaan rumah, paling tidak membantu sedikit di dapur.
“Jim, kau beruntung punya istri cantik dan baik seperti itu.Aku selalu berharap Mika bisa mengambil hati Daddy.Tapi yang ada hanya membuat Daddy kesal setiap dia melakukan sesuatu,” gumam Jonathan.
“Kak Jo juga tidak berusaha mengubahnya,” jawab Jimmy.
Jonathan hanya diam dan melihat Anita yang sibuk mengatakan ini itu kepada Mika dan Laura.Istri Jack itu pun tampak sangat senang berbicara dengan Anita walau pun baru pertama kali berinteraksi.
__ADS_1
“Jangan melihat istriku terus,” kata Jimmy saat melihat Jonathan terus melihat ke arah Anita dan mengabaikan istrinya yang ada di sebelah adik iparnya itu.
Jonathan tertawa saat Jimmy menoyor kepalanya dan membalas dengan hal yang sama.