CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption193


__ADS_3

Anita dan Fenny sama sama tertawa saat ibu Julian itu menceritakan kelakuan konyol Jimmy dan Julian.Sementara itu dua orang pria yang baru saja masuk hanya berdiri terpaku di depan pintu.


“Ibu Direktur, bukannya tidak baik mengganggu pasien?” tanya Andy Anggoro.


“Pi, baru kali ini punya mantu yang bisa diajak ngobrol dengan enak,” kata Fenny.


“Itu cuma perasaan Mami saja, Itu karena Mami belum apa - apa sudah jutek duluan. Istrinya Darius takut duluan sebelum diajak bicara. Suaminya Risa juga enggan karena pertanyaan Mami itu seperti intel polisi,” kata Andy.


“Mana ada? Anita, semoga anakmu nanti tidak nakal seperti mereka ya,” kata Fenny seraya mengelus perut Anita yang masih rata.


“Mi, mereka siapa yang kamu maksud?” tanya Andy.


“Ya kalian,Jimmy,Julian, Januandy sama Julian Anggoro. Kalian semua tingkat kenakalan dan kejahilannya sudah tidak diragukan,”jawab Fenny.Jimmy dan Anita tertawa.


“Jangan buka rahasia dong Mi,” bisik Andy anggoro. Fenny mendorong suaminya agak menjauh.


“Jim, aku mau cuti tiga hari ya. Aku ingin menghabiskan waktu bersama orang itu.Sebulan ini kami jarang ketemu,dia bolak balik ke Jakarta,ke Surabaya, ke Bali, ke Pontianak.Aku curiga selingkuhannya di mana - mana,” kata Fenny.

__ADS_1


“Mami ini ngomong apa sih? Aku lagi memantau proyek yang lagi jalan,aku ini setia Mi. Jim, kamu segera cari pengganti deh, sepertinya Aunty sudah bosan ngurus rumah sakit.Dia pingin ngintilin Uncle ke mana mana,” kata Andy Anggoro.


“Aduuh,cuti ya cutilah Uncle. Aunty jangan dadakan juga kalau pingin berhenti.Wakil direktur sekarang siapa sih?” tanya Jimmy.


“Darius, dia menjabat dari tiga bulan lalu,” jawab Fenny.


“Kalau gitu serahkan dia dulu selama Aunty ambil cuti.Kak Darius kan seorang dokter juga.Jangan buat dia kaget, tar kabur lagi,” gerutu Jimmy.


“Baiklah ayo pulang, Bangunin Julian Mi.Dia di ruang tamu, aku tunggu di loby.” Andy Anggoro beranjak ke luar.


“Tante pergi dulu Anita,lain kali kita ngobrol lagi OK.Jaga dia Jim,wanita hamil itu harus sering dimanjakan,” katanya. Jimmy hanya tersenyum dan mengangguk.


Jimmy menghampiri Anita dan memeluknya.


“Ngobrol apa sama Aunty, kelihatannya seru?”


“Ibunya Julian itu gampang akrab ya,dia banyak cerita tentang kenakalan Julian waktu kecil.Kamu tinggal di rumahnya ya waktu SMP?” tanya Anita.

__ADS_1


“Hmm iya,Mommy sama Daddy tinggal di Italy waktu itu dan aku sendirian ingin sekolah di sini.Jadi aku tinggal bersama keluarganya Julian.”


“Oh, patesan kalian pulang sekolah selalu bareng.Tapi kenapa tiap kali istirahat Julian juga selalu mencarimu?” tanya Anita lagi.


“Ya iya lah, uang jajannya ada di aku.Dia Cuma dikasih duapuluh ribu sama Aunty, tapi Aunty selalu ngasih aku seratus ribu. Julian dikasih berapa pun pasti habis,dia gampang digodain cewek cewek, jadi kalau ada teman teman cewek minta dibelikan apa ya diiyain aja. Pernah suatu kali uang dia nggak cukup, aku suruh ngutang aja sama ibu kantin biar malu, biar kapok,” Jimmy tertawa.


“Kau ini, kasihan kali.Tapi dia kapok nggak?”


“Nggak juga.” Anita dan Jimmy sama – sama tertawa.


“Sayang,aku mau ke musolla dulu.Kamu tidur lagi saja, kalau butuh sesuatu panggil suster OK,” Jimmy mencium kepala Anita.


“Iya, jangan lama – lama ya,” katanya.Jimmy mengiyakan lalu pergi.


Anita kembali merebahkan tubuhnya,lagi lagi selang infus membuatnya kesal.Tapi nanti siang dia dibolehkan pulang. Hal itu cukup membuatnya senang.


Tapi ada hal yang kembali membuatnya sedih, dia harus pulang ke mana, ke rumah leluarga Jimmy tidak mungkin. Dalam hati ia sudah berjanji untuk tidak menginjakkan kakinya ke rumah itu lagi. Pulang ke rumahnya sendiri juga tidak mungkin.Jimmy pasti tidak bisa tinggal lama di rumah yang sempit seperti itu.

__ADS_1


Memikirkan hal itu kepala Anita terasa pusing, akhirnya kantuk pun menyerangnya hingga tertidur pulas.


__ADS_2