
Anita merasa kesal karena sampai malam Tuan Agustian dan ayahnya tak kunjung kembali. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain berkeliling rumah yang lebih mirip istana tanpa penghuni selain pelayan dan pengawal.Kenapa pria Borjuis yang sombong itu hanya tinggal sendirian di rumah sebesar ini.Ponselnya hilang entah ke mana.Barang barangnya seperti laptop miliknya juga ada pada tuan menjengkelkan itu.Irene menghampiri Anita yang sedang duduk melamun di atas balkon.
“Ini sudah malam Nona, kenapa masih di luar?” tanyanya.
“Aku ingin sekali pergi ke Mall yang di sana itu, hanya sekedar minum kopi dan makan pastry sambil melihat orang berlalu lalang,” kata Anita.
“Ini sudah jam sepuluh malam Nona, pasti sudah tutup.”
“Besok siang, apa boleh?”
“Nona minta izin ke Tuan Agustian dulu,” jawab Irene.
“Irene, di mana ponselku?” tanya Anita.
“Dipegang Tuan Besar,” jawab Irene.
“Sialan Pak Tua itu, kenapa dia seenaknya padaku.Irene aku tadi di sana lihat bangunan yang diribohkan,kau tahu kenapa dirobohkan? Sayang sekali padahal masih baru.Kolam renangnya juga diurug, padahal bagus sekali,” sesal Anita.
“Saya kurang tahu Nona,Kemarin tiba tiba Tuan memanggil beberapa arsitek.Dengar dengar mau dibangun taman bermain,” jawab Irene.
“Taman bermain?”
“Ya, sepertinya Tuan sangat bersemangat membuatnya sampai sampai ia nenggambar sendiri,” jawab Irene.
“Sudah malam sekali kenapa mereka belum pulang? Irene kapan mereka pulang apa kau tahu?” tanya Anita.
Pengawal Wanita yang mulai akrab dengan Anita itu segera menghubungi seseorang melalui aplikasi chatnya.
“Tuan ada di Semarang Nona,sepertinya besok baru kembali,” jawabnya kemudian.
“Hais, kenapa dia menyebalkan sekali.Aku hanya ingin ponsel dan laptopku.Irene apa kau tahu di mana tempatnya?”
__ADS_1
“Tuan yang menyimpan Nona.”
“Obat dan Vitaminku semua ada di tasku,” keluh Anita.
“Tas Nona ada di laci nakas, Tuan hanya mengambil ponsel milik Nona.Maaf Nona, saya lupa kasih tahu Nona.Saya tidak memeriksanya dan Tuan hanya meminta saya meletakkannya di sana,” kata Irene.
“Irene, bagaimana Tuan Mudamu? Aku sangat penasaran bagaimana orangnya.”
“Besok Tuan Muda sampai, jadi Nona bisa melihat dan berbicara langsung padanya,” jawab Irene.
“Setidaknya aku tahu gambaran bagaimana orangnya.”
“Saya jarang sekali bertemu Nona, saya hanya bisa kasih tahu kalau secara fisik dia orang yang sangat tampan.Badannya tinggi proporsional kulitnya putih ,lebih putih dari kebanyakan kita.Sangat pandai dan punya banyak teman,” jawab Irene.
“Tapi Pak Tua itu kulitnya sedikit gelap, bagaimana bisa punya anak berkulit putih?” tanya Anita kesal.
“Istirahatlah Nona, sudah larut malam.”
“Baiklah,semoga mereka cepat kembali.”
Irene membantu mengambilkan obanya saat Anita sudah bersiap tidur.☆☆☆☆
Keesokan harinya Anita menunggu Tuan Besar itu dengan gelisah.Ia mondar mandir di tepi jendela kamar seperti seterikaan.
Dasar pak tua sialan, aku hanya ingin laptop dan ponselku.
Akhirya ia capek sendiri, Anita duduk sambil maka salad buah yang dibawaka oleh pelayan.
Sebuah mobil hitam masuk, Agustian ke luar dari mobil itu dan masuk ke dalam rumah.
Anita bergegas turun untuk menyambutnya lebih tepatnya untuk menginterogasinya.
__ADS_1
“Tuan, selamat siang.Kenapa lama sekali? Di mana ayahku?” tanya Anita.
“Ayahmu pergi ke Solo, sopir temanku mengantarnya.Hei, kau ini sedang mengandung jangan berlarian seperti itu dari tangga.”
Agustian berjalan menuju ke ruang baca dan Anita mengikutinya.
“Lho, kenapa mengikutiku?”
“Berikan barang barangku Tuan, di mana ponselku aku harus menghubungi temanku. Aku tidak bisa duduk diam di sini tanpa melakukan apa apa,” marah Anita.
“Bersantailah, nanti setelah putraku datang kau akan sibuk.Mungkin sebentar lagi sampai.Beberapa menit lalu di telfon sudah mendarat di Jakarta.”
“Baguslah, semakin cepat pergi dari sini semakin baik.Aku yakin setelah bertemu denganku, putramu akan berubah pikiran. Sekarang berikan barang barangku Tuan.”
Agustian beranjak ke sebuah almari dan membuka kuncinya.Ia mengambil sebuah koper dan mendorongnya pada Anita. Melempar beberapa tas kecil dia atas meja kerjanya.
“Huh, kenapa perempuan kalau pergi ke mana mana repot sekali.,” gerutunya.
“Masih kurang satu tas lagi, tas kecil berwarna hijau muda ada gambar...”
“Itu sudah kubuang, kenapa kau membawa bawa baju bau ke mana mana? Itu baju siapa kenapa ukurannya besar sekali?”
“Bukan urusanmu Tuan, berikan saja. Laptop ponselku juga.”
Agustian menyilangkan tangan di dadanya.
“Itu sudah semua,yang lain aku bawa.”
“Berikan baju itu,itu adalah satu satunya yang kumiliki.Itu tidak berguna untukmu, berikan padaku,”kata Anita.
“Kau tidak boleh menyimpan barang barang milik pria lain.Cepat bawa barang barangmu atau aku bakar semuanya,” jawab Agustian.
__ADS_1
Anita merasa sangat kesal,Ia membawa koper dan barang lainnya ke luar dari ruangan itu dengan berurai air mata.
Beberapa saat kemudian ia kembali masuk dan melempar asbak ke arah pria itu.Ia tidak peduli kena atau tidak.Ia buru buru kembali ke kamarnya.