
Setelah mengganti pakaiannya Jim mengajak Anita masuk ke ruang rahasianya.Ia menyalakan laptopnya, sementara Anita diam dan hanya melihat apa saja yang dilakukan suaminya.
"Kemarikan tangan kirimu," Anita mengulurkan tangan kirinya.Jim memindai tangan Anita di scaner, setelah itu ia sibuk dengan laptop dan ponselnya.Jim adalah seorang IT, jadi Anita tidak terlalu mengerti apa yang sedang diutak atik suaminya,seperti nya itu bahasa pemrograman.
"Mana ponselmu,Sayang?" Anita menyerahkan ponselnya.Jim menghubungkan kabel USB antara laptopnya dan ponsel Anita.
"Selesai,sekarang kau bisa membuka ruangan ini kapanpun kau mau.Hanya kau dan aku yang bisa membuka ruangan ini.Nanti kuajari." Jim mencium pipi Anita lalu membawanya ke depan brankasnya.
"Ini nomor kombinasi brankasku,simpanlah. Aku hanya menyimpan sekitar limaratus juta, dan lima ratus ribu dolar.Dan ada beberapa cek dari beberapa Bank.Kamu bisa ambil dari sini kalau perlu uang cash.Aku juga sudah buatkan kartu tambahan,ada di dompetku,aku belum sempat kasih ke kamu.Oh ya sebenarnya aku sudah transfer gajiku ke rekeningmu dari beberapa bulan lalu,"kata Jim. Anita hanya bengong mendengarkan penjelasan Jim.Tiba tiba "Cup" Anita kaget saat jim mencium singkat bibirnya.
__ADS_1
"Jim,tidak perlu begini juga kali.Aku bisa pakai kartu ATM ku.Tidak perlu harus ambil dari brankasmu," kata Anita.
"Tidak boleh, sekarang kau adalah istriku. Semua kebutuhanmu harus pakai uangku. Kau sendiri tahu kan,aku tidak suka bawa banyak uang kalau pergi ke mana mana.Kau saja yang bawa," Jim tersenyum usil.Anita tersenyum senang karena Jim tahu betul apa tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Jim menutup kembali brankasnya dan mengajak Anita duduk di ranjang king size yang ada di ruangan itu.Jim menyandarkan punggungnya dan menepuk tempat di sebelahnya supaya Anita duduk di situ.Tanpa membantah Anita menuruti kemauannya.
"Anita istriku,aku mencintaimu," Jim menyandarkan kepalanya di pundak Anita,sementara Anita membelai rambut coklatnya.
"Aku juga Sayang,kau tahu itu. Apa hari ini kita menghabiskan waktu di sini? Siapa yang membersihkan tempat ini?" tanya Anita.
"Sweet,seorang pressdir rela menyapu ngepel sendiri,demi sebuah privasi," goda Anita. Jim hanya tersenyum kecil.
__ADS_1
"Kau ini, aku dulu kan sering mengikutimu setiap ada kegiatan penjelajahan ke hutan. Hanya bawa kompor parafin kecil, makan alakadarnya.Kalau cuma menyapu sama mengepel lantai saja mah lewat sama aku." Jim terkekeh.
Anita memejamkan matanya, rasa kantuk yang tertunda oleh keusilan suaminya kini dia lanjutkan.Jim mengguncang bahu Anita saat menyadari istrinya itu hendak tidur lagi.
"Sayang jangan tidur,ayo mandi dulu.Kita sholat dulu lalu berkemas.Kita akan pergi, kemasi beberapa pakaian untuk lima hari," kata Jim.Anita kembali membuka matanya.
"Mau ke mana?" tanya Anita.
"Nanti kau akan tahu," Jim beranjak ke meja rapat untuk mematikan laptopnya. Setelah itu ia membawa Anita ke luar dari ruangan itu setelah memutus aliran listrik yang masuk ke ruangan itu.Jim mengambil koper di lemari Anita.Ia memilih beberapa pakaian Anita, termasuk baju tidur dan pakaian dalamnya.
__ADS_1
"Jim apa apaan ini? Kemasi pakaianmu sendiri, kenapa jadi pakaianku yang kamu kemasi," rungut Anita.
"Aku bisa pakai baju apa saja,aman saja tetap tampan seperti biasanya.Aku harus memilih pakaianmu supaya mataku tidak sakit saat kau memakainya.Baju tidur yang ini saja,ini semua aku yang belikan kenapa tidak pernah dipakai," Jim memasukkan banyak baju tidur seksi ke dalam koper Anita.Ia menyeringai nakal saat Anita memelototkan matanya.