
Tiba tiba Jim menghentikan ciuman mereka, ia tiba tiba tertawa dan Anita menatap heran ke arahnya.
"Itu," Jim menunjuk ke arah dua ekor kucing anggora yang sedang duduk di atas meja dan melihat mereka dengan intens.
"Kenapa memangnya mereka?"
"Kita ke kamar yuk, aku malu dilihat sama kucing.Mata mereka seperti kamera yang membidik ke arahku." Jim menggendong Anita ke dalam kamar.Kedua kucing itu beranjak turun mengekori kakinya.
Jim meletakkan Anita di ranjang dan membawa keduanya ke luar.Ia memberikan lagi makanan dan susu lalu secepatnya pergi ke kamar dan menguncinya.
Anita terkekeh melihat tingkah suaminya, Jim membaringkan dirinya di sebelahnya.
"Tidak disangka punya malu juga,beli pakaian dalamku di Mall tidak malu, kenapa di depan kucing merasa malu?" tanya Anita.
"Aku masih pakai pakaian lengkap saat beli itu di Mall.Lha ini, nanti dia bisa ngiler lihat ini mu yang seksi dan menggiurkan," Jim menyentuh dan mencium tempat tempat faforitnya.Anita tersenyum lalu menarik suaminya supaya lebih dekat padanya.Jim menatap Anita dengan mimik kaget melihat istrinya agak agresif.Ia menyeringai senang dan memulai aktifitas percintaan panas mereka pagi itu.
Anita tidak bisa menahan desahan seksinya saat Junior Jimmy bebas keluar masuk ke dalam miliknya.Beberapa lama kemudian keduanya tumbang dan saling berpelukan.
__ADS_1
"Hari ini kau agak berbeda Sayang, aku menyukainya.Kau mulai bisa menikmati lebih baik saat kita melakukannya," bisik Jimmy.
"Hmmm," Anita tersenyum.
"Entah kenapa aku sangat menginginkannya, menginginkan sentuhanmu,ciumanmu," jawab Anita.Jim menarik selimutnya untuk menitupi tubuh polos merekan.
"Aku ingin kau selalu merasa bahagia bersamaku Anita."Ia melihat jam di ponselnya, masih jam tujuh tigapuluh.Ada sebelas kali missed call dari Lucas.
"Ada apa anak ini, kenapa Jack tidak memberitahunya." Jim meletakkan kembali ponselnya.Beberapa saat kemudian ponselnya kembali bergetar, ada pesan masuk dari Lucas.
"Boss, kalau sudah selesai cepatlah ke luar. Aku ada di dekat danau kasih makan kelincimu.Ada hal penting yang harus kubicarakan."
"Ada apa?"
"Ada Lucas di depan," jawab Jimmy.
"Apa? Apa dia tahu kita sedang..." Anita tidak meneruskan kata katanya.
__ADS_1
"Sepertinya, aku tadi tidak mengunci pintu depan.Gak tahu kenapa dia selalu datang saat kita sedang bermesraan," Jim terkikik.
Ia segera memakai kembali pakaiannya dan mencium pipi Anita.
"Aku akan menemuinya, bersihkanlah dirimu Sayang.Atau tidur saja kalau kau lelah, aku akan segera kembali." Jim ke luar dari kamar lalu menutup kembali pintunya. Ia segera menemui Lucas yang duduk di tepi danau dan menimang nimang seekor kelinci abu abu.
"Ada apa? Aku sudah berpesan pada Jack aku tidak mau diganggu hari ini," kata Jimmy.
"Aku tidak bisa menunggu nanti atau besok. Agen suku cadang pesawat dan heli tadi menelponku.Mereka memberi waktu sampai jam sepuluh untuk memutuskan jadi ambil atau tidak, karena ada orang lain yang menginginkannya," jawab Lucas.
"Ambil aja apa masalahnya?"
"Harganya lima kali dari biasanya?" jawab Lucas.Jim terdiam.Sebenarnya tidak masalah berapa pun harganya, tapi jika dibiarkan orang lain juga pasti dikerjai seperti ini pikirnya.
"Telpon managernya," kata Jim.Lucas segera menelpon seseorang dengan ponselnya. Setelah tersambung Jim mengambil ponsel itu.
"Sambungkan pada pemilik perusahaanmu, katakan Jimmy Anggoro mencarinya," suara di seberang tampak ketakutan.Beberapa saat kemudian terdengar suara yang cukup dikenalnya.
__ADS_1
"Lim, apa maksudmu memberiku harga sebesar itu? Apa karena ada orang lain yang menginginkannya lalu kau seenaknya padaku?" tanya Jim.
"Maafkan aku Jim, tapi aku hanya punya satu untuk barang yang sama.Dan ada orang lain yang mau membelinya dengan harga lima kali lipatnya.Aku sedang butuh uang, maafkan aku," kata pria itu.Jim menghela nafas panjang.Bagaimana pun juga Lim adalah anak dari teman ayahnya.