CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption54


__ADS_3

Jim mengambil ponselnya yang sejak tadi tergeletak di sofa.Ia mencoba menghubungi seseorang dengan Video Call.


Jim


"Hallo Dad,belum tidur?"


Julian Anggoro


"Hi,my Son.Ini sudah mau tidur,mengganggu saja." Terkekeh.


"Ini baru pulang,baru selesai makan malam. What's a matter? Hey where are you right now?"


Jim


"Di rumah Anita.Pak Ardian merestui hubungan kami dan akan mengurus surat surat yang diperlukan."


Julian Anggoro


"Oh ya? that's good.Apa kau bisa tidur sekarang Jagoan?"


Jim


"Belum Dad,setelah menikah baru bisa tenang


Apa Daddy ingin bicara dengan calon besan?"

__ADS_1


Julian Anggoro


"Sure, apa calon mertuamu ada di situ?"


Jim menyerahkan ponselnya kepada Ardian.


Julian Anggoro


"Halo pak Ardian,salam kenal.Saya Julian Anggoro ayah Jimmy.Saya ingin mengucapkan terimakasih karena sudah menerima dan merestui Anak saya.Mohon maaf saya dan keluarga tidak ikut datang. Saat ini kami di luar negri dan Jim tidak memberitahu jauh jauh hari.Mohon maaf pak Ardian."


Ardian


"Salam kenal juga,mereka saling mencintai, jadi saya tidak ada alasan menolaknya."


Jim bangkit dari duduknya, membiarkan Ardian dan ayahnya membicarakan banyak hal.Ia beranjak masuk ke kamar Anita dan duduk di tepi ranjang kekasihnya itu. Anita mengerjapkan matanya karena merasakan ada yang sedang membelai wajahnya.


"Aku tidak bisa tidur," gumamnya.


"Bagaimana kalau ayah tahu kalau kau ada di sini?"


"Ayahmu ada di ruang tengah, dia tahu aku masuk ke sini," jawab Jim.Anita melihat jam di ponselnya.masih jam setengah tiga.


"Apa semalaman kamu tidak tidur,Sayang?" tanya Anita.


"Aku tidur sebentar di sofa,sampai ayahmu ke luar dari kamarnya dan menyalakan lampu."

__ADS_1


"Maafkan aku ya,harusnya kita tidak perlu menginap di sini." Anita membelai rambut coklat kekasihnya.


"Ayo ke luar,kita tidur di sofa saja," Anita beranjak ke ruang tengah,Jim mengikuti di belakangnya.Ardian baru selesai berbicara dengan Julian Anggoro.


"Bagaimana Ayah?" tanya Jim seraya duduk di samping Ardian.


"Ayahmu orang yang menyenangkan.Kami membicarakan banyak hal dan dia mudah nyambung dalam segala topik pembicaraan," kata Ardian.Pria itu menyerahkan ponsel ke tangan Jim.


"Akan ku kirim kontak ayahku ke nomor ayah nanti.Saat ini aku belum punya nomormu Ayah, biar nanti kuminta pada Anita." Jim menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.Beberapa saat kemudian Anita datang dengan membawakan air jahe hangar untuk mereka.


"Nak,berjanjilah kau akan menunggu sampai kalian menikah.Jangan melakukannya dulu," kata Ardian tiba tiba.Anita tidak berani menatap ayahnya.


"Iya Ayah, aku mengerti," jawab Jim lirih.


"Tapi aku tidak bisa membiarkan Anita jauh dariku.Aku akan tetap membawanya tinggal bersamaku.Aku berharap Ayah tidak keberatan dengan hal itu," lanjut Jim.


"Baiklah,tapi pegang janjimu," kata Ardian. Jim menganggukkan kepalanya.


"Lanjutkan tidurmu Jim,aku akan di sini menungguimu.Ayah kembali istirahat saja, aku akan di sini," kata Anita.Ardian meminum air jahenya kemudian kembali ke kamarnya. Jim membaringkan kepalanya di pangkuan Anita.


"Tadi sore ke mana? Kenapa kalian pergi lama sekali,habis magrib baru kembali?" tanya Anita.


"Ke masjid,sekalian nunggu magrib,"jawab Jim.Anita terdiam,selama ini ia tidak pernah melihat Jim melakukan ritual peribadatan di rumahnya.Bahkan Anita sempat meragukan keyakinannya.


"Kenapa Jack juga pergi?Mendingan nunggu di sini daripada nunggu di mobil.Di rumahku ini juga ada musolla kenapa jauh jauh?" tanya Anita lagi.

__ADS_1


"Dia lebih sering jadi imam kalau kita bertiga sholat,jangan meremehkan dia.Kau pikir orang Amerika tidak boleh muslim?Anita biarkan aku tidur,jangan mengurusi keyakinan orang lain.Itu urusan mereka dengan Tuhan."


Jim memejamkan matanya,beberapa saat kemudian terdengar dengkuran halus.Anita meletakkan bantal di bawah kepalanya lalu menggeser duduknya.Ia pun menyandarkan kepalanya di sofa sambil memeluk lututnya. Beberapa saat kemudian ia pun terlelap.


__ADS_2