
Sementara itu Jimmy menpersilahkan Faris untuk duduk di sofa dan membawakan beberapa softdrink dari dalam kulkas.
“Apa yang Mas Faris ingin ketahui? Dari awal aku memang sudah salah,aku tidak akan menutupinya darimu,” kata Jimmy.
Faris menatap Jimmy karena ia memanggil namanya lebih akrab.
“Eh, maaf apa boleh aku memanggilmu seperti istriku?”
“Ya,” jawab Faris seraya mengambil dan membuka kaleng minuman yang ada di meja.
“Apa kau mencintainya Tuan Jimmy? Kalau iya kenapa kau tidak memberinya status hukum yang jelas? Apa kau tahu, apa pun keadaan Anita kalau dia memintaku nenikahinya aku akan segera pergi ke KUA.Orang tuaku sangat nenyayanginya, begitu pun diriku dan saudara saudaraku,”kata Faris.
“Mas, aku sangat mencintainya. Kami sudah saling jatuh cinta sejak masih remaja.Tapi keadaan yang tidak memihak dengan baik hingga kami bertemu dan bersama beberapa bulan ini.Aku melanggar semua norma hanya untuk mengikatnya bersamaku. Semua sudah diurus tapi kali ini aku juga harus nenundanya sebulan ke depan.Setiap hal yang berhubungan dengannya selalu kubicarakan dengan ayahnya. Hanya saja, kali ini aku harus benar benar menundanya.Orang tuaku di Itali sedang terjerat masalah dan ini bisa mengancam nyawa seluruh keluargaku.Orang tuaku kakak dan adikku bahkan diriku dan Anita.”
“Apa kewarga negaraanmu? Bagaimana kalau terjadi sesuatu? Bagaimana kalau kau tidak kembali? Bagaimana...?” Faris tidak mampu meneruskan kata katanya.
__ADS_1
“Mas Faris tidak perlu khawatir, aku sudah memikirkan semuanya dari jauh jauh hari.Aku ini WNI, ayahku,kakakku juga.Walau pun Ibuku menpertahankan kewarganegaraannya,dan adikku mengikutinya.” Jimmy membuka brankas dan mengambil laptopnya.Ia menyalakan sebentar dan menunjukkan sesuatu kepada Faris.
“Apa ini? Perjanjian pra Nikah?” tanyanya.
“Bacalah,” jawab Jimmy.
Faris membaca perjanjian itu dengan seksama.
“Anita dan anakmu menjadi pemilik seluruh asetmu termasuk yang ada di luar negri dan seluruh anggota keluargamu tidak berhak menuntut jika terjadi sesuatu yang menyebabkan hilangnya nyawamu?” tanya Faris.
“Jika kau bermaksud meninggalkannya (perceraian, perselingkuhan atau sejenisnya) yang disebabkan olehmu maka Anita berhak memiliki 90% dari seluruh hartamu (terlampir). Heh perjanjian apa ini?” Faris melihat lembar selanjutnya.
“Pihak pertama ini siapa yang bertanda tangan?”
“Pihak pertama aku dan ayahku, pihak ke dua Anita dan ayahnya. Pengacara keluarga dan seorang stafku menjadi saksi.Disahkan oleh notaris terbaik di kota ini. Pengacaraku langsung yang kuminta pergi ke Itali menemui ayahku untuk meminta tanda tangan darinya.”
__ADS_1
“Ayahmu menyetujui begitu saja?” tanya Faris tidak percaya.
“Semua yang kumiliki bukan warisan dari keluargaku. Aku memperolehnya dari modal yang kudapatkan sendiri dari nol.Semua biaya hidup dan biaya sekolah sudah kukembalikan.Daddy tidak akan meminta lebih dariku. Dia tahu segalanya tentang diriku dan Anita,” jawab Jimmy.
Faris menakupkan kedua telapak tangannya ke wajahnya.
“Tapi tidak mungkin Anita menerima perjanjian yang menguntungkan dirinya saja. Aku tahu bagaimana dia, dia tidak mungkin mau tanda tangan,” kata Faris.
“Itulah hebatnya Jimmy, lembar ke tiga hanya berisi tempat tanda tangan kedua belah pihak.Saat dia sedang sibuk dan dikejar pekerjaan aku memintanya tanda tangan dengan alasan persyaratan dari KUA.Aku yang tanda tangan di atas materai, jadi waktu itu belum kutempel materai.Dia adalah orang pertama yang kumintai tanda tangan.” Jimmy tertawa kecil.
“Dasar orang picik, apa dia tidak menyimpan salinannya? Terus apa gunanya ada perjanjian seperti ini?” tanya Faris.
“Seorang auditor pertanyaannya seperti seorang jaksa penuntut ya.Perjanjian ini dibuat tiga rangkap dengan kekuatan hukum yang sama. Satu aku pegang,ke dua dipegang ayah Anita dan yang satu dipegang oleh notaris. Pengacara keluarga hanya mempunyai copynya.Apa sekarang kau mempercayaiku?” tanya Jimmy.
“Baiklah,sementara ini aku mempercayaimu Tuan.Tapi jika kelak tidak berjalan sebagaimana mestinya, aku akan membawanya pergi,” kata Faris.
__ADS_1
“Itu tidak akan terjadi,” kata Jimmy seraya mematikan dan menyimpan laptopnya.