
Sesampai di bandara di kota Jersey,dua orang anak buah John menjemput mereka dan langsung membawa mereka ke hotel karena Anita kelelahan. Sesampai di hotel Anita langsung merebahkan diri dan Ariana segera memeriksanya.Anita dan Jimmy sampai kaget karena Ariana juga membawa alat USG.Ia tersenyum senang karena bayi Anita tumbuh begitu pesat dan sehat. Jimmy dan Anita juga ikut senang melihat gambar kedua putra mereka di layar monitor.
"Thanks Mom,sampai harus bawa alat USG segala," kata Jimmy.
"Waktu kalian nginap di Boston,Daddy couldn't sleep(Daddy tidak bisa tidur). Daddy jalan sana sini semalaman, telpon John tiap setengah jam,minta dikasih bukti foto kalian ada di mana. Bahkan Daddy sampai mau pergi ke Boston tapi Mom cegah," kata Ariana.
"Pantesan waktu pagi marah marah begitu.Kak Jo pergi ke mana mana tanpa dikawal juga nyante aja,Jimmy juga lebih senang pergi sendiri," kata Jimmy.
"Kalau Jo yang pergi itu bukan ancaman, tapi kalau kamu sudah menampakkan diri di forum bisnis apalagi sampe menang tender,itu adalah ancaman buat banyak orang. Informasi itu sudah sampai ke telinga Daddy,mereka pasti punya banyak cara untuk menyingkirkan dirimu, mereka pasti mencari tahu kelemahanmu.Dan kali ini kau membawa kelemahanmu," kata Julian Anggoro yang tiba tiba masuk dari pintu kamar.
Anita segera menutupi perutnya yang masih terbuka.
"Jimmy hanya bantu kak Jo,ya kemarin itu saja."
"Mereka mana mau tahu.Kau menang tender dua projeck besar kemarin saja sudah jadi pukulan besar buat beberapa perusahaan lain.Sudah jangan ikut campur lagi masalah perusahaan,biarkan Jo berusaha sendiri.Kenapa tidak kau nikmati waktumu tanpa diganggu? Kita di sini dua hari saja,setelah itu kamu selesaikan yang di New York. Kita pulang sebentar setelah itu ke Roma.Di sana kalian nikmati liburan ke Venice atau ke Alpen.Di sana lebih aman," kata Julian Anggoro.
"Tapi Dad,bagaimana dengan keluarga Maximori? Aku khawatir mereka masih mengejarku," tanya Jimmy.
"Romeo memberikan laporan kepadaku. Viola,kemungkinan dihukum seumur hidup untuk beberapa pembunuhan,dan dia sebagai eksekutor.Proses masih berjalan. Namamu tidak akan dibawa bawa,sesuai perjanjian Casanova mengatakan kalau bukti bukti itu diberikan pada Romeo, bukan padamu.Jadi sementara proses ini masih berjalan,Romeo tidak dibolehkan ke luar negri," kata Julian Anggoro.
"Waktu itu Casanova memang mencari Romeo.Karena Romeo tidak ada makanya dia berikan padaku lalu pergi.Teman kami adalah Rivaldi, Casanova hanyalah sepupunya yang kadang kadang saja hangout bersama kami.Waktu itu aku hanya main ke rumah Romeo," kata Jimmy.
"Bukti bukti itu selamat karena ada padamu. Kalau Romeo yang menyimpannya mungkin sudah ditemukan oleh mereka.Tidak apa,selama kau masih di teritorial Italy,akan ada yang mengawalmu, setelah itu pergilah ke London, tengoklah Emily lihat keadaannya" kata Julian Anggoro.
"Anita,kita hanya dua hari di sini. Segera selesaikan urusan dengan temanmu."
"Ayah mertua,setelah ini kami kembali ke Indonesia saja.Untuk apa kita pergi kalau seperti dikejar kejar penjahat? Rasanya seperti masuk film mission impossible saja," kata Anita.
Jimmy dan Ariana tertawa hingga terkikik, memang benar apa yang dikatakan Anita.
"Kau membawa pewarisku,masa depanku. Kalau sampai terjadi sesuatu bagaimana?" tanya Julian Anggoro seraya duduk di sofa dengan wajah lesu.
"Ayah mertua kan punya cucu lain,anak anak kak Jo kan ada.Walau pun anak anakku tidak dimasukkan dalam ahli waris Anggoro juga tidak apa.Kematian seseorang itu sudah ditentukan sebelum dia lahir, jadi sekeras apa pun kita berusaha,kalau sudah waktunya ya waktunya," kata Anita.
"Jangan membuat mentalku tambah drop Anita,sebenarnya aku lelah seperti ini. Jim, jangan lagi masuk ke dunia bisnis di sini. Uang yang kau miliki kan tidak akan habis walau kau tidak bekerja puluhan tahun. Kau hanya menunggu hasil jerih payah saja kan,ratusan ribu lembar saham yang kau miliki di perusahaan perusahaan tingkat atas Internasional kan menghasilkan uang tiap tahun. Kau jual sekali pun tidak akan habis sampai anak cucu.Kalau kau mulai aktif di sini aku jadi khawatir.Biarkan Jona dan Daren yang mengurusnya. Dengan begitu kalian bisa pergi ke mana mana tanpa dikuntit orang," keluh Julian Anggoro.
__ADS_1
"Aku sudah minta John untuk menyebarkan rumor kalau aku hanya mengambil dua projeck itu saja dan tidak berminat dengan projeck lain.Sayang, kamu istirahatlah.Aku ingin membicarakan sesuatu dengan Daddy dan John.Kamar Mom ada di depan kita, kamar pengawal ada di kanan kita sekarang. Besok saja kita ketemu Fara, aku sudah telpon dia kalau kamu harus istirahat," kata Jimmy.
Anita mengangguk dan merebahkan diri karena punggungnya sedikit sakit.Setelah Jimmy dan ayahnya pergi,Ariana segera mengambil vitamin dari tas obat Anita dan meminta Anita meminumnya.
"Thanks Mom," kata Anita.
"Have a sleep,istirahatlah.Mom ada di depan,just call me if you need something (telpon aku kalau kau butuh sesuatu)," kata Ariana seraya menyelimuti Anita.
Anita memejamkan matanya setelah mendengar pintu kamar tertutup.***
Jimmy bergegas turun dari mobil yang sudah disewa John di depan loby hotel dan bergegas naik karena ia terlalu lama pergi dan meninggalkan Anita sendirian. Ia meninggalkan ayahnya begitu saja dan menaiki lift dengan setengah berlari ia masuk ke dalam lift dan memencet tombol lantai lima,ada beberapa orang yang naik bersamanya.Ia sedikit panik karena tadi ia tidak mendengar saat Anita menelponnya.Dan setelah menelpon kembali,telpon istrinya itu tidak aktif. Sampai di depan kamar ia memencet dua pintu sekaligus.Pintu kamar orang tuanya dan pintu kamarnya.Pintu kamar terbuka dan muncul wajah ibunya.
"Mom,where is she(mana dia)?" tanya Jimmy.
"In her room ofcourse( di kamarnya tentu saja)," jawab Ariana.
Pintu kamar terbuka,ia melihat Anita mengucak matanya.Rupanya ia tertidur lagi setelah shalat isya.Jimmy segera masuk dan memeluk istrinya.
"Maafkan aku Anita,aku meninggalkanmu begitu lama.Aku tadi tidak dengar waktu kamu nelpon. Tolong jangan matikan ponsel lagi ya," kata Jimmy panik.
Jimmy segera mencari cari ponsel Anita, ternyata jatuh di lantai dan dalam keadaan mati.
"Sayang ini makanlah,aku sama Daddy tadi makan di resto orang Indonesia. Ini iga bakar kesukaanmu.Ada sate juga,tapi sedikit saja makan satenya. Bumbunya sama koq sama yang di Indonesia," kata Jimmy seraya mengguncangkan bahu istrinya yang siap siap tidur lagi.
"Aku tadi sudah minum susu,sama roti tawar," kata Anita.
"Mana cukup,apa dari tadi kamu tidur terus?"
"Lah iya,terus mau ngapain? Mom tadi ngajak ke luar tapi kepalaku berat banget. Kamu kenapa perginya lama sekali Jim?" rungut Anita.
"Aku sama Daddy tadi ketemu sama suami dan ayah mertua Fara,ketemu Fara hanya sebentar,dia nanyain kamu terus, aku katakan kalau kau harus istirahat, besok baru ke sini,"kata Jimmy.
" Lho kenapa nggak ngajak aku sih?"
"Aku nggak mau kamu drop,kata Mom HB kamu rendah.Anita,Mom sampai bawa alat macam macam. Daddy benar benar takut terjadi apa apa sama dirimu dan bayi kita.Salut deh,seumur umur Daddy nggak pernah sekawatir itu pada orang lain,termasuk padaku," jawab Jimmy.
__ADS_1
"Kata mas Faris Fara ikut suaminya ke sini, apa mertuanya juga ke sini?"
"Anita,Fara sudah berpisah dengan suaminya yang dulu,Hendrik.Tapi sampai saat ini hanya mas Faris yang tahu.Ibu dan keluarganya yang lain belum tahu.Ini sudah terjadi dua tahun yang lalu," kata Jimmy.
"Aku harus telpon Fara sekarang."
Anita hendak mengambil Ponsel Jimmy, tapi Jimmy segera menahannya.
"Besok saja saat kalian ketemu. Sekarang Fara sudah menikah lagi dengan orang sini.Steve,ayahnya orang sini dan ibunya orang Sumatra,keturunan Padang Palembang.Ayahnya bertemu ibunya waktu bekerja enginering sebuah tambang di Kalimantan.Steve tinggal di Indonesia sampai tamat SD.Setelah itu ayahnya membawa mereka ke Jersey city untuk merambah bisnis baru," kata Jimmy.
Ia mencoba menyampaikan yang ia tahu supaya Anita tidak memaksa untuk menelpon Fara,karena saat cerita tadi Fara sudah menangis cukup lama. Sampai sampai ibu mertuanya membawa putranya yang berumur satu tahun pergi dari tempat itu.
"Kenapa mereka bisa berpisah Jim,apa kau tahu juga?" tanya Anita.
"Detailnya aku tidak tahu,tapi Hendrik menterlantarkan Fara dan anaknya selama hampir enam bulan.Tapi untunglah Mas Faris mengiriminya uang dan Fara mendapatkan pekerjaan di sebuah cafe di kota Newark tempat dia tinggal waktu itu.Saat itulah dia kenal Steve karena Steve adalah pelanggan di cafe itu,dia sering makan siang di situ dan lama lama mereka jadi akrab dan tiap akhir pekan Steve mengajak Fara dan anaknya hangout di tempat tempat yang bisa menghilangkan stresnya Fara."
"Siapa yang menceritakan ini padamu?" tanya Anita.
"Aku banyak dapat informasi dari temanku yang kuminta menyelidiki. Selain itu Fara dan Steve juga menceritakan sendiri kepadaku.Steve sangat menyayangi Fara, dia tahu semua cerita tentang Fara dan mantan suaminya.Sebenarnya aku menemui mereka karena ingin membantu bisnis mereka yang mengalami kerugian besar beberapa waktu ini.Aku akan ajak perusahaan mereka bekerja sama dalam projeck yang baru kudapatkan.Aku sudah telpon kak Jo dan Daren,mereka bilang OK. Aku sudah janji padamu untuk menolong apa pun kesulitan keluarga Fara,jadi kau jangan khawatir tentangnya ya," kata Jimmy seraya mencium kening Anita yang sangat terlihat berfikir keras.
Jimmy memeluknya saat istrinya itu mulai menangis.
"Aku ingin telpon mas Faris,kenapa dia tidak cerita apa apa waktu bertemu denganku," marah Anita.
"Sayang,kau kan masuk rumah sakit hari itu. Apa pun itu dia tidak mungkin menceritakan hal menyedihkan itu padamu,bahkan pada ibu sepuh dan saudaranya yang lain juga tidak cerita.Mungkin dia mempertimbangkan kesehatan ibunya,jadi masih menimbang nimbang bagaimana cara menyampaikannya. Jadi biarkan mereka mengatakan sendiri dengan cara mereka.Yang penting sekarang, Fara sudah mendapatkan suami yang baik, Steve,dia sangat perhatian pada anaknya Fara,dan sekarang mereka punya bayi yang berusia sekitar satu tahun," kata Jimmy.
"Baiklah,kau benar.Ibu sepuh pasti syok kalau mendengar itu dari orang lain.Apalagi kalau Mas Farhan yang kasih tahu,dia pasti mencari dan menghajar suami Fara itu, kudengar sih katanya mas Farhan yang jodohkan Fara dengan b4jingan itu.Jim,apa dia masih di Amerika?" tanya Anita.
"Masih,dia masih di Newark City. Sepertinya dia dan pacarnya yang membuat rumor hingga membuat perusahaan ayahnya Steve merugi. Kau ingin menghajarnya kan? Biar aku yang melakukan,aku punya seribu cara untuk membuat perusahaan yang menaunginya bangkrut.Pacarnya adalah direktur perusahaan itu dan juga cucu dari pemilik perusahaan. Istriku sekarang makanlah,iga bakar penyet ini enak puol.Sapi sama kambing ini mereka sembelih sendiri, katanya sapi dua minggu sekali dan kambing tiga hari sekali.Banyak orang muslim sini yang makan di sana.Sate yang laris,ayo makanlah buat junior."
Jimmy mengambilkan piring sekali pakai dan membuka bungkusan iga bakar penyet dan sate kambing.Mata Anita membulat besar dan bergegas ke wastafel untuk mencuci tangan.
Anita membuka nasinya dan makan dengan lahap.
"Pelan pelan saja makannya, dinikmati.Aku mau mandi dulu," kata Jimmy seraya melepas mantelnya.
__ADS_1
Jimmy tersenyum saat melihat Anita tidak melihat ke arahnya.Konsentrasi penuh pada iga bakar di depannya.