
Sementara Anita diam terpaku,Yuki membantu Arron berdiri.Pria itu mengusap darah diujung bibirnya.
"gege,duibuqi (Kakak,maaf)," Anita meminta maaf dengan suara yang samar.Arron mendekati dan mengusap air matanya.
"Ni jiao wo gege(kau memanggilku kakak), terimakasih Nita," kata Arron.Anita membalikkan badannya kemudian pergi dari ruangan itu.Dengan berat dan kepala masih berkecamuk Anita melangkahkan kakinya ke kamar Jim.Ia melihat Jack berbicara serius dengannya,sementara Jim hanya menunduk dan mendengarkan.Anita hanya berdiri di tempatnya tanpa mau mengganggu mereka. Sampai Jack pergi dari kamar itu Anita masih berdiri tak bergerak di tempatnya.Ia merasa kakinya sedang dipaku di lantai.Jim melihat ke arahnya kemudian berjalan mendekatinya.
Anita hanya diam saat Jim datang dan memeluknya.
"Anita maafkan aku,ini bukan salahmu.Aku hanya sangat cemburu pada kakakku."Anita masih terdiam,Jim segera menggendongnya dan membawanya ke sofa.Suara tangis Anita mulai terdengar,Jim mengusap air matanya.
"Maafkan aku,maafkan aku.Jangan menangis seperti ini,aku tahu aku salah." Jim memeluk Anita.
" Kau menakutiku,apa kau akan memukul semua orang yang berinteraksi denganku?"
__ADS_1
" Aku hanya tidak mau kehilangan dirimu, aku tidak mau orang lain merebut perhatianmu." Jim menggenggam tangan Anita.
"Kalau Arron saja kau pukul bagaimana dengan orang lain.Apa kalau aku membeli minuman di pinngir jalan, apa penjualnya juga akan kau pukul?Kau menakutkan,aku tidak mau kau seperti itu." Anita kembali menangis.
"Maafkan aku,aku hanya ingin perhatianmu melebihi siapa pun.Jangan peduli kepada orang lain melebihi pedulimu padaku.Aku tidak terima Anita." Jim menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.Anita mengusap air matanya.
"Kau teropsesi padaku, opsesi dan cinta itu dua hal yang berbeda,see?" Anita membelai kepala Jim,pria itu memeluk bahu Anita dan menyandarkan kepalanya.
"Aku harus berjanji apa padamu? Aku tidak pernah menolak apapun konsekuensimu, kenapa sekarang aku masih harus berjanji sesuatu? Baiklah asal kau juga berusaha mengendalikan dirimu.Apa aku harus menuliskannya di kertas bermaterai agar kau lebih percaya?" Jim tersenyum.
"Berjanjilah untuk selalu hidup bersamaku, menikah denganku,mencintaiku,melahirkan anak anakku,bersamaku membesarkan mereka,sampai kita tua,menjadi kakek dan nenek." Anita tertawa, Jim begitu serius mengatakan hal seperti itu.
"Ayo Anita, berjanjilah," Jim meraih tangan Anita dan meletakkan tangannya di atas kepalanya.
__ADS_1
"Tentu saja Jim Sayang,bersamamu adalah hal yang selalu kuinginkan.Baiklah,aku berjanji akan selalu bersamamu menjalani hidupku. Lalu bagaimana kalau kau yang tidak menginginkanku? Apa aku harus tetap bersamamu?" tanya Anita.
"Kau ini bicara apa? Aku mengejarmu dari ujung dunia seperti ini, mana mungkin aku tidak menginginkanmu?" Jim merajuk.
"Bisa saja, ada yang lebih cantik."
"Kau tanyakan pada Julian, setiap kali Daddy menawariku gadis2 cantik apa jawabku? Jawabku tetap sama, wanita yang paling cantik adalah Anita, yang lain jelek semua," Anita dan Jim tertawa bersama. Jim memeluk Anita.
"Eh, rambutmu sudah dipendekkan.Aku baru sadar," Anita mengacak rambut kekasihnya.
"Ee, kau dari tadi sibuk menangis. Aku sudah ganteng begini. Berani taruhan, Julian pasti merubah style rambutnya kalau lihat tampangku sekarang."
"Dasar kalian ini," Anita menyandarkan kepalanya di dada kekasihnya.Jim memeluknya dengan hangat.
__ADS_1