CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption100


__ADS_3

Hari semakin sore,Jim dan Anita keduanya terlelap di tepi pantai.


"Jim,Anita.Bangun, air laut mulai pasang. Sampai kapan kalian tidur di sini?" Jim mengerjapkan matanya karena ada yang mengguncang bahunya dengan keras.


"Hai, Julian.Ah aku tertidur, Sayang ayo bangun," Jim menepuk pipi Anita.Ombak mulai membesar, Anita yang baru bangun tampak ketakutan.


"Jim,apa kita akan hanyut?" tanyanya.


"Ayo kita pulang," Jim menggandeng tangan Anita,sementara Julian sudah berjalan agak jauh di depan mereka.


"Julian,tunggu," kata Anita.Julian menoleh sebentar lalu melanjutkan langkahnya.


"Cepatlah,sudah hampir magrib," katanya. Anita dan Jim berlari kecil menyusulnya. Jim memeluk bahu Julian.


"Apa kau tadi mencariku?" tanyanya.


"Aku tadi duduk di Balkon dengan Jack.Aku melihat ke arah sini dan melihat kalian di bawah sedang tertidur.Kau ini ceroboh sekali," jawab Julian.

__ADS_1


"Thanks,kalau tidak kau bangunkan mungkin kami akan basah kuyub," kata Jim.Julian tidak menjawab,ia hanya melangkah ke depan tanpa melihat ke arah Anita.


Saat sampai di Green House Anita segera berendam di bath tub.Jim sudah lebih dulu mandi dan pergi dengan Jack dan Julian. Setelah sholat ashar, ia pergi ke dapur untuk membantu bu Minah.


"Bu,kenapa bisa berantakan seperti ini?" tanya Anita.


"Tadi Tuan Tuan itu masak, masakannya jadi tapi dapurnya seperti habis kebakaran," bu Minah tertawa.


"Ya ampuun, ini juga Bu Minah.Bagaimana bisa saus mucrat sampe ke tembok.Mereka masak pake jurus kungfu kali ya," Anita terkikik.Anita mengambil kursi dapur dan naik ke atas meja kompor untuk membersihkan bekas saus dan kecap yang bertebaran di mana mana.


"Anita, apa apaan ini? Ayo turun, bagaimana kalau terpeleset.Biar aku saja yang membersihkan," tiba tiba Julian muncul di dapur.Ia segera menggendong Anita dan menurunkannya.Ia mengambil kain lap yang ada di tangan Anita dan membersihkan dinding itu.Tubuh Julian yang tinggi membuatnya tidak memerlukan kursi untuk menjangkaunya.


Ia menuangkan Jus sirsat yang tadi dibuatkan bu Minah atas permintaan Anita.


"Ini punyamu kan? Aku minta sedikit boleh kan?" tanyanya.


" Habiskan saja kalau kau mau.Nanti aku buat lagi," kata Anita.Julian menuang satu gelas penuh.

__ADS_1


"Minumlah dulu," Julian menyodorkan segelas Jus sirsat itu kepada Anita.


"Aku mau," tiba tiba Jim datang dan meminum setengah dari jus itu dan mengembalikan ke tangan Julian.


"Malam ini kita buat barbeque di depan rumah.Sama makan yang tadi kita masak.Ayo shalat dulu.Aku tunggu di atas Julian," Jim membawa Anita pergi ke kamarnya. Ia mendorong Anita hingga terduduk di tepi ranjang.


"Aku cemburu melihat Julian mendekatimu," kata Jim.


"Dia membantuku membersihkan noda di dinding," jawab Anita.


"Kenapa tidak memintaku? Aku bisa melakukan apa pun untukmu," Jim terduduk lesu di samping Anita.


"Suamiku Sayang, kenapa kau jadi seperti Julian sekarang hmm?Kenapa jadi kekanakan seperti ini?" Anita memeluk bahu suaminya.


"Aku tidak rela pria lain menyentuhmu, walau itu Julian sekalipun.Kau harus mandi lagi sekarang.Ayo," Jim membawa Anita ke kamar mandi.Ia memasukkan Anita ke dalam bathtub dan membasuh seluruh tubuh Anita dengan sabun.Anita melihat kesedihan di wajah suaminya. Ia segera menarik Jim untuk ikut masuk ke dalam bathtub.


"Apa kau ingin ini," Anita melepaskan pakaian yang dikenakan suaminya.

__ADS_1


Jim mulai tersenyum melihat kenakalan Anita.Dan sore itu berakhir dengan wajah puas Jimmy yang melihat Anita bersandar kelelahan di dadanya.


__ADS_2