CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption50


__ADS_3

Jim menyuapi Anita hingga Steak yang ada di piringnya habis.


"Bu,sekali sekali Ayah juga ingin disuapi," kata Ardian.Ibu Anita tersenyum kemudian menyuapi suaminya.Sial, umpat Julian dalam hati.Anita mengambilkan masakan ibunya untuk Jim,kali ini ia makan dengan tangannya sendiri.Jim tersenyum melihat wajah Julian yang sangat tidak enak untuk dilihat.Ia tahu kalau dia sangat cemburu melihatnya bermanja manja pada Anita.Jim membisikkan sesuatu di telinga Anita.Gadis itu tersenyum kemudian mengambil piring lumpia kesukaannya dan membawanya kepada Julian.


"Ini adalah makanan kesukaanku sejak kecil. Apa kau mau? Ini enak, ayo aaa," Anita menyuapkan ke mulut Julian.Pria itu tidak bereaksi,tapi ekor matanya melirik ke arah Jim yang lagi asyik makan.Anita menoel hidung Julian yang membuatnya sedikit kaget.


"Gak mau ya?" tanya Anita.Tanpa menjawab Julian membuka mulutnya.Ia memakan sepotong lumpia yang disuapkan Anita.


"Enak?" tanya Anita.


"Hmm,enak," jawabnya.


"Lagi, habiskan," Anita menyuapkan sepotong lagi.Julian tersenyum senang.


"Mau coba Jack? Indonesian food,I like it so much.Do you wanna try?Mau disuapi?" Jack tersenyum.


"I'd like it.I will eat by myself, thanks," jawab Jack lalu mengambil lumpia di piring. Bilang saja kau takut dihajar kakakku,rutuk Julian. Kalau saja kekasih Anita bukan dirimu,pasti sudah kubawa lari dia.Julian terus mengumpat dalam hatinya.

__ADS_1


"Ayah beginilah rasanya punya banyak anak laki laki.Ayah senang?" tanya Anita.Gadis itu kembali ke tempat duduknya.


"Iya ayah senang.Tapi banyak anak laki laki juga cenderung senang berkelahi." Ayah Anita tersenyum geli.


"Anita,nanti kita harus punya banyak anak laki laki ya, anak perempuannya dua cukup," celetuk Jim.Anita menatap kurang senang.


"Iya," Anita menjawab singkat.


"Koq gitu jawabnya?" tanya Jim.


"Aku harus jawab apa Sayang? Nanti bilang ndak mau kamu marah, aku tidak punya pilihan kan?" balas tanya Anita.


"Waduh macam tahu saja melahirkan sakit," jawab Jim.


"Kata Mami seperti itu kalau lagi marah padaku," Julian terkekeh.


"Ndak lah,aku cuma becanda tidak usah cemberut gitu.Berapa pun kita dikasih, mau laki perempuan all ok for me." Jim menggenggam tangan Anita.

__ADS_1


Selesai makan malam,Jack dan Julian mendiskusikan sesuatu dengan Ayah Anita di ruang kerjanya.Aksal pun ikut bergabung dengan mereka.Julian membicarakan kemungkinan untuk mengembangkan peternakan ayah Anita seperti yang dibicarakan dengan Jim kemarin. Sementara itu Anita memilih untuk duduk di sofa samping rumah,sementara Jim terus saja mengikutinya.


"Jim kenapa tidak ikut mereka?" tanya Anita.


"Julian bisa sendiri,aku punya pekerjaan lain di sini." Jim terkekeh.


"Apa kau tidak bosan setiap saat seperti ini padaku?" tanya Anita.


"Hmm tidak, kenapa?Apa kau yang bosan melihatku?"Jim balik bertanya.


"Bukan begitu,aku cuma merasa tidak enak sama orang orang yang melihat kita.Kalau di dalam kamarmu tidak akan ada yang berani mengurusi kita,tidak akan ada yang tahu," jawab Anita.


"Ayo masuk ke kamarmu," Jim menarik tangan Anita.


"Eh aku kan bilang kamarmu bukan kamarku." Anita kembali menarik tangannya. Jim terkekeh melihat kepanikan Anita.


"Kenapa sekarang kau suka usil, lebih usil dari Julian," protes Anita.

__ADS_1


"Kau melarangku gampang marah, harus senyum, ramah pada orang lain, harusnya aku juga boleh usil, toh yang aku usili cuma kamu sama Julian," kata Jim membela diri. Anita menepuk nepuk pipi Jim karena gemas.


__ADS_2