CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption163


__ADS_3

Arron tersenyum lembut melihat Anita menatap ke arahnya.Ia membukakan tutup botol air mineral itu karena Anita selalu kesulitan membuka tutup botol apa pun.


“Thanks Tuan Arron,” kata Anita seraya meneguk minumannya.


“Arron,tidak pakai Tuan,” katanya seraya menepuk pelan pipi Anita.


“Arron Gege, kau selalu marah kalau aku mengambil barangmu di kulkas.Bahkan sekedar air mineral.Sekarang kau begitu murah hati pada Anita,” Li Zen memanyunkan bibirnya.


“She is special(dia istimewa),” jawab Arron.


“Anita,aku tidak terima,” marah Li Zen.


“Cepat lah Zen,kamu mau berapa kardus tinggal minta sama bagian umum.Waktu kita tidak banyak masih mau protes perkara air.Kamu juga tidak kasih aku minuman,masa tamu suruh ambil minum sendiri,” kata Anita.


“Masa tamu ngomelnya lebih panjang dari tuan rumah huh,” kata Li Zen.


“Ta, sudah kususun ulang. Coba kamu periksa lagi.Untuk dokumen expor impor satu tahun kujadikan empat karton. Tidak terlalu tebal juga per dokumennya.Sudah diurutkan juga,” kata Arini.Anita segera memeriksa persiapan dokumen yang dilakukan Arini.


“Rin ini sudah OK, suruh mbak Dewi persiapkan laporan kas Bank tahun kemarin.Aku minta soft copinya,kirimkan ke emailku,” kata Anita.


“Ya,” jawab Arini.

__ADS_1


Anita segera membuka laptopnya.Ia bergegas mengambil kabel power listrik yang ada di atas lemari. Ia bermaksud mengambil kursi karena tangannya tidak sampai, tapi ada tangan lain seseorang di belakangnya yang mengambilkan untuknya.Ia mendongak dan seseorang itu tersenyum ke arahnya.


“Jadi orang pendek itu tidak enak,” katanya.


“Julian,kamu ini presdir ngapain ke sini?Tidak ada kerjaan ya?” Anita mengambil kabel power di tangan Julian.


“Aku mau bantu kamu, masalah lain sudah kusuruh Benson menangani.Hari ini tidak banyak QC Customer yang protes,jadi aku lumayan nganggur hehe,” jawab Julian.


Anita segera mengangkat gagang interkom dan menelpon seseorang dan memencet tombol handfree.


“Mbak Dewi, apa tidak ada dokumen transaksi yang perlu ditanda tangani Pressdir?” tanya Anita.


“Itu tidak mendesak, nanti agak sorean bisa kutanda tangani.Sekarang aku mau membantumu.” Julian mengambil laptop Anita.


“Bantu aku nyolokin kabel listrik, ambilkan dokumen dokumen ini di lemari berkas yang dipojokan sana,” Anita memberikan selembar kertas kepada Julian.


Tanpa memprotes Julian segera melakukan yang diminta Anita.Beberapa saat kemudian ia kembali dengan membawa dokumen dokumen yang diminta Anita.


“Ada lagi?”


“Nggak,aku masih mau cek laporan.Balik sana gih,aku nggak konsen kalau kamu di sini,” kata Anita.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian ponsel Julian berbunyi.


“Aku ada di ruang meeting Accounting,” katanya lalu menutup telponnya.


Beberapa saat kemudian Benson datang dengan membawa dua orang asing menghampiri Julian.


“Pressdir,Mr.Travis komplain sample produk yang mau dikirim besok tidak sesuai, padahal kita sudah membuat sesuai dengan petunjuknya.” Benson menyerahkan sample produk dan beberapa lembar petunjuk priduksinya.


“Which thing do you want to complain for these samples?(Yang mana yang anda komplain dari sample sample ini)?” tanya Julian.


Dua orang asing itu segera menunjukkan yang mana saja yang tidak sesuai dengan gambar miliknya.Julian segera menelpon sekretarisnya untuk membawa laptopnya ke ruang meeting accounting.Julian segera membuka laptopnya dan memeriksa emailnya.


“Mr.Travis, you have to confirm back to your Company.Just take a look,Mr.Geofany has changed it five days before (Tuan Travis, anda harus mengonfirmasi kembali ke perusahaan anda. Lihat Tuan Geofany telah merubahnya lima hari sebelumnya),” kata Julian.


“Oh,OK,” kata Mr.Travis.


“I will forward this e-mail to you(akan saya teruskan e mail ini kepada anda),” kata Julian.


“OK, thanks,” katanya kemudian meninggalkan ruangan itu bersama Benson.


Anita melihat ke arah Julian, bisa serius juga bocah ini, katanya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2