CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption197


__ADS_3

Jimmy mencium bibir Anita dengan lembut,Anita hanya diam dan menerima saja.


“Ada apa? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tanya Jimmy.


“Jim, bukannya hari ini harusnya acara pernikahan kita?” tanya Anita.


Jimmy menghela nafas panjang lalu memeluk Anita.


“Tidak apa apa, sudahlah,” kata Anita lagi.


“Maafkan aku, terlalu banyak masalah yang menumpuk di kepalaku.Sebenarnya aku merasa takut membicarakan ini denganmu.Sebenarnya sebelum ke basecamp aku menemui ayahmu dan meminta pendapatnya harus bagaimana. Karena terlalu berbahaya mengadakan acara pernikahan saat ini.Sebenarnya aku katakan untuk menikah di kantor KUA saja tapi ayahmu menolak.Memang benar, menikah harusnya seluruh keluarga berkumpul dan menyaksikan. Tapi saat ini tidak mungkin orang tua dan saudara saudaraku datang dengan masalah Daddy yang begitu rumit.Akhir nya aku dan Ayah sepakat untuk menundanya satu bulan ke depan.Anita aku akan berusaha menyelesaikan secepatnya.Beri aku waktu sedikit, maafkan aku akhir akhir ini sering mengecewakanmu.” Jimmy mencium tangan Anita.


“Tidak apa Jimmy,sebenarnya aku tidak mempermasalahkan kau menikahiku secara hukum atau tidak.Tapi aku memikirkan anakku nanti status hukumnya bagaimana.Bukan karena aku ingin mereka mendapatkan hak waris darimu kelak, aku bisa bekerja keras untuk menjadikan mereka mandiri tanpa mengharapkan pemberian darimu.”


Jimmy memeluk dan menciumi wajah Anita.


“Apa yang kau katakan,mereka adalah anak anakku.Sebelum mereka lahir semua milikku adalah milik kalian.Anita kumohon bersabarlah sebentar, aku sangat mencintaimu dan buah hati kita. Kumohon percayalah padaku OK? Aku butuh kepercayaanmu saat ini.”


Jimmy memeluk erat tubuh Anita.

__ADS_1


“Baiklah,ini adalah kesempatan terakhirmu,” jawab Anita.


“Jangan menakutiku,please Anita.Kau tahu bagaimana diriku.”


“Jimmy,kejadian saat kau mengusirku dari rumah waktu itu membuatku banyak berfikir.Walau pun aku tahu alasanmu melakukan semua itu, tapi orang yang sangat aku cintai mungkin saja suatu saat akan melakukan hal hal yang menyakitiku,” kata Anita.


“Please Sayang,aku tidak hanya mengusirmu dari rumahku.Aku bahkan mengusir Lucas, Hans, Yuki dan diriku sendiri dari rumah itu.Aku bahkan tidak pulang ke sana sejak saat itu.Percayalah padaku atas semua tindakanku saat ini sampai semua masalah ayahku dapat kuatasi.Ini memerlukan sedikit pengorbanan dan kesabaran darimu.Aku hanya perlu kau selalu percaya padaku. Kumohon ya,please Anita,” Mohon Jimmy seraya berlutut di depan Anita.


“Jimmy,apa yang kau lakukan?Berdirilah jangan seperti ini,” kata Anita saat melihat Faris dan Yuki berdiri mematung di depan pintu.


“Maaf Nona,Tuan.Pak Faris mari kita ke ruang tamu,” kata Yuki yang dijawab anggukan oleh Faris.


“Iya silahkan Mas, maaf aku keasyikan merayu dia sampai tidak sadar kalian datang,” kata Jimmy tersenyum malu.


“Aku tidak menyangka,Tuan Jimmy. Kesan pertama saat bertemu denganmu bisa buyar sudah.Kau yang tampak garang seperti harimau, bisa menjadi seekor kucing imut di depan Anita.” Faris tertawa sampai matanya berair dan Jimmy hanya tersenyum malu.


“Mas Faris iki ngomong opo to? Kakungku iki pancen imut koq (Mas Faris bicara apa sih?Suamiku ini memang imut koq),” kata Anita dalam bahasa jawa.


Jimmy yang merasa tersanjung segera menghadiahinya dengan ciuman di pipinya.

__ADS_1


“Yuki, segera kemasi barang barang Nona.Maaf kau harus ikut karena ada perubahan rencana.Mas kita berangkat setelah shalat Jum'at,” kata Jimmy seraya melihat jam tangannya.


“Baiklah,ke rumah Orang tua Anita kan?” tanya Faris.


“Iya,” jawab Jimmy lalu mengajak Faris duduk dan ngobrol di sofa.


Anita membaringkan kembali kepalanya di atas bantal.Ia tersenyum senang melihat Faris bisa akrab dengan Jimmy.


“Makanlah ini Nona, kau harus menjaga nutrisi untuk bayimu.Jangan malas makan,” kata Yuki seraya menyerahkan bubur daging giling dan sayuran.


Bau bubur itu membuat perut Anita keroncongan.


“Enak,” katanya saat menyuapkan bubur ke mulutnya.


“Apa Nona tidak mual mual pagi ini?” tanya Yuki.


“Sedikit tadi, tapi setelah minum susu hangat tidak lagi.Semoga kehamilanku ini tidak rewel.Mungkin juga karena dokter Nesya memberiku vitamin dosis tinggi hingga aku tidak terlalu terganggu dengan rasa mual,” jawab Anita.


Yuki hanya bisa tersenyum melihat Anita makan buburnya dengan lahab.

__ADS_1


__ADS_2