CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption31


__ADS_3

"Hei bangun Pemalas!" Jim gelagapan tiba tiba ada yang menimpuknya.Julian melemparkan bantal ke mukanya,sontak ia kaget dan terjatuh dari sofa.Anita dan Jim tertidur di sofa setelah keduanya lelah mengobrol.


"Sial,dasar pengacau.Kenapa kau selalu mengganggu kesenanganku.Aduh,pusing kepalaku,"Jim memegangi kepalanya yang berdenyut.Ia segera memindahkan Anita yang masih tidur pulas ke tempat tidur.


"Kenapa ke sini dan menggangguku?" Jim menyandarkan punggungnya di sofa.


"Arron ada di sini, aku di mess sendirian.Itu artinya aku harus ke sini mengacaukan rumahmu,apa tidak kangen padaku heh? Kenapa kau memukul Arron,apa tidak cukup berkelahi denganku saja?Arron tidak pernah memukul orang, wajar kalau dia tidak membalasmu." Julian melemparkan bantal ke muka Jim.


"Kau salah, aku pernah dipukulnya,rasanya sakit sekali.Dia merayu Anita, jadi kupukul dia," jawab Jim, Julian terkekeh.

__ADS_1


"Brother, kalau Pak Pur yang mengobrol dengan Anita, kau juga pasti memukulnya kan.Akan kukasih tahu pada semua yang berjenis kelamin laki laki di rumah ini, termasuk kuda dan ayam di kebun belakang, supaya berhati hati kalau ketemu Anita.Kalau bicara dan tersenyum saja dianggap merayu, sebelum kena pukul mereka harus berlari menjauh.Karena Anita pacaran sama singa," julian terkekeh.


"Brengsek," Jim melemparkan bantal ke muka Julian.


"Aahh Jim! Kenapa berisik sekali? Siapa itu yang bicara Anita,Anita?" Anita mengerjapkan mata dan menegakkan punggungnya. Ia melihat Julian dan Jim duduk di sofa. Ia bergumam dan menaruh kembali kepalanya di atas bantal.


"E..e.. jangan tidur lagi.Anita sudah mau magrib." kata Julian,Anita hanya mengacuhkannya. Jim bangkit dari duduknya Julian mengikutinya.


"Aduh di mana ya?" ia mencoba mencarinya di keranjang baju kotor,tidak ada juga.Dibukanya pintu lemari, matanya menangkap ada dua mukena baru,Anita mengambilnya,kainnya sangat halus dan terasa nyaman dipakai.Anita segera memakai salah satunya.Jim, pasti dia yang membelikannya, ia tersenyum mukenanya memang sudah agak usang.Kenapa Jim sampai memperhatikan isi lemarinya, apa setiap ganti pakaian dia mengintip lemariku, pikir Anita.

__ADS_1


Sore itu sangat sepi, weekend.Jim mungkin sedang ke luar dengan saudara saudaranya.


Anita malas ke luar,ia hanya berbaring saja di sofa sambil menonton TV.Ada ketukan di pintu,Yuki masuk dan mendekatinya.


"Nona ditunggu Tuan untuk makan malam," katanya.


"Haruskah?Aku masih malas Yuki," Anita merenggangkan badannya.


"Ayolah Nona.Apa Nona ingin Tuan ke sini menjemput paksa," kata Yuki.Akhirnya Anita mematikan TV.

__ADS_1


"Sebentar lagi aku ke meja makan,pergilah dulu," tanpa membantah Yuki pun pergi.


Di meja makan Arman menyediakan berbagai jenis masakan padang.Ikan, udang, rendang dan yang lainnya. Jim seperti orang yang sedang mengidam minta dibuatkan berbagai jenis masakan padang sampai harus membawa Arman ke rumah makan padang dan memberitahu makanan yg mana saja yang harus dia buat.Dalam hati dia hanya menggerutu, kenapa Tuan tidak langsung pesan saja terus dibawa pulang.Kenapa repot repot ke restoran padang hanya nenyuruh dirinya mencicipi satu persatu,heis.


__ADS_2