CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption59


__ADS_3

Anita menempelkan sticker penanda pada mesin itu.


"Tolong mesin ini jangan dipindahkan ya Pak. Besok mau ada pemeriksaan Beacukai,jadi biar kami tidak kesulitan mencari," kata Anita.


"IYa,Mbak Nita," kata kepala bengkel.


Anita segera meninggalkan tempat itu.Ia tampak kaget melihat Jim masih menunggunya di depan bengkel.


"Eh,masih di sini?" tanya Anita.Jim berjalan mengikuti langkah Anita.


"Yang di bengkel itu laki laki semua,kalau diperkosa gimana?" jawab tanya Jim.Anita tertawa kecil.


"Ada ada saja Pak Pressdir ini.Saya punya jurus kamehame,jadi tidak perlu cemas," jawab Anita. Jim terkekeh mendengar jawaban Anita.Efek kebanyakan baca komik,pikirnya.


"Akan kumarahi kakakku.Kamu baru datang sudah disuruh seperti ini.Yang lain ngapain aja. Kepalaku sampe pusing melihatmu wara wiri melewatiku.Kepalaku sakit, buyar konsentrasiku," protes Jim.


"Ini memang pekerjaanku Tuan.Tidak usah protes.Lagi pula orang lain wara wiri melewatimu biasa biasa saja,kenapa aku lewat sekali saja membuatmu sakit kepala sih," jawab Anita.Jim menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Nanti di rumah aku minta bayaranku," katanya.


"Bayaran untuk apa?"


"Aku yang temukan mesin itu,bayarannya satu jam."Jim meninggalkan Anita yang masih bingung,bayaran bagaimana yang satu jam.


Anita segera kembali ke ruangannya untuk menemui Arron.


"Rin,yang ini di bengkel."Anita menyerahkan daftar mesin itu kepada Arini


"Zhao dao le(sudah ketemu).Ada di bengkel." Arron tersenyum hingga gigi gigi runcingnya kelihatan.


"Gei ni de.Ni lei le ba(Ini untukmu.Kamu lelah kan)," Arron menyodorkan sekaleng soft drink.


Anita menerima dan meminumnya hingga tandas.


"Kalau masih haus ambil sendiri," kata Arron seraya menunjuk kulkas di belakangnya. Anita tersenyum malu.

__ADS_1


"Mbak Dewi,Gea..Tolong ke sini sebentar.Bawa bukti bukti pengeluaran kas yang belum ditanda tangani Tuan Arron.Mereka melakukan apa yang diminta Anita lalu ketiganya duduk di depan meja Arron.Anita membuka beberapa bendel bukti transaksi pengeluaran kas dan menunjukkan pada kedua temannya.


"Ini adalah pembelian cash barang sejenis tapi dengan merek yang berbeda.Cat tembok merk A,B,C,D.Di sini kasih keterangan bahasa inggris saja 'Wall paint' kasih keterangan juga untuk departemen mana.Sama juga untuk pembelian bahan baku non Cash yang dibayar tiap tanggal 5 bulan berikutnya,harus ada keterangannya itu.Ini tugas kalian,karena aku tidak selalu ada di sini.Bisa kan?" tanya Anita.Keduanya mengangguk mengerti.


"Ini untuk memudahkan pekerjaan pak Boss, karena selalu ada istilah baru yang mungkin dia belum tahu," imbuh Anita.Arron hanya diam sambil mengamati apa yang dilakukan Anita.


Dewi dan Gea segera melakukan apa yang diminta Anita.


"Anita,Ni lai wenti dou jiejue le(kamu datang semua masalah terselesaikan)." gumam Arron tanpa mau melepaskan pandangannya dari Anita.


"Bu hui la (tidak juga)," jawabnya malu. Anita melihat ponselnya karena ada pesan masuk. Ternyata dari Arini,Dasar,gumam Anita.


"Sejak kamu pergi,tuan Arron tidak pernah tersenyum.Hari ini baru terlihat senyum gantengnya."Anita terkikik.


"Hey,sheme hui shi(hei ada apa)?" tanya Arron yang sudah berdiri di belakangnya.


Benar juga kata Arini,Anita mendongakkan wajahnya menatap pria yang ada di belakangnya itu.Dia begitu tampan dengan senyumnya yang khas.Tenang seperti air sungai yang mengalir.

__ADS_1


__ADS_2