
Anita meletakkan tasnya di kursi sebelahnya.
"Aku tidak peduli dengan kelakuan kalian, tiga calon dokter pintar yang melakukan perbuatan idiot.Aku diterima kerja di Harsen Corporation, walaupun dengan transkrip nilai sementara. Aku tinggal di mess waktu itu," jawab Anita.
"Berarti kamu kenal dengan Rafael Harsen," tebak Bayu.
"Tentu saja kenal,Rafael baik padaku.Tapi aku memutuskan untuk berhenti dan pulang ke sini setelah wisuda.Setelah di sini aku bekerja di Impack International sampai sekarang." jelas Anita.
"Ta.Kapan kapan aku ingin bicara banyak denganmu,"Bayu mencoba meraih tangan Anita. Jim segera berdiri dan menepis tangan Bayu hingga pria itu mengaduh seraya memegangi tangannya.
"Jangan menyentuh calon istriku.Kami akan segera menikah,tak kuizinkan kau bicara banyak dengannya."
"Apa?"
"Iya Yu,aku dan Jim akan segera menikah." Bayu menakupkan kedua telapak tangan ke wajahnya.
"Heh Brengsek.Kenapa kau ini tidak tahu malu? Anita,Bayu suaminya Merry," kata Jim.
"Apa?"
"Iya Nona,dia suamiku?" kata Merry.Anita menatap marah ke arah Bayu.
__ADS_1
"Iya iya Anita,aku mengerti.Maafkan aku Merry," Bayu terduduk lesu. Merry menggenggam tangan bayu.Beberapa saat kemudian makanan yang dipesan datang.
"Oh ya Nes,dia adalah calon istriku.Aku memintamu bekerja di sini untuk menjadi dokternya saat dia mengandung anakku nanti," kata Jim.Anita terbatuk karena tersedak salivanya sendiri.Jim menepuk punggungnya dan mengambilkan minuman untuknya.Jim mengambilkan makanan kesukaan Anita dan menyuapkan ke mulutnya.
"Jim,akan kumakan sendiri," Anita mengambil piring di tangan Jim,tapi piring itu digenggam erat olehnya.Bayu menatap mereka dengan jengah.Nesya tersenyum melihat tingkah kekanakan sahabatnya itu.
"Jim,kenapa kau jadi manis seperti ini,"katanya
Jim hanya tersenyum tipis dan terus menyuapi Anita hingga makanan di piringnya habis.
Akan kuambilkan untukmu." Anita berdiri untuk mengambil makanan.Tapi Jim menarik tangannya hingga duduk kembali di kursinya.
"Minumlah obatmu," Jim menyodorkan botol air mineral yang sudah dibuka tutup botolnya.Anita menurutinya tanpa banyak bicara.
"Sama sama Nita,itu sudah tugasku.Jangan sungkan kalau ingin mampir ke tempat praktekku," katanya.
"Nes,nanti aku kasih rekam medisnya padamu. Kamu kan dokter kandungan,kau pasti lebih tahu masalah ini,"kata Merry.
"Okey,taruh di mejaku.Aku akan menganalisa nya nanti.Kau tidak keberatan kan Nita,kalau dilakukan beberapa tes lagi nanti?"tanya Nesya.
"Tentu," jawab Anita. Jim dan teman temannya melanjutkan makan siangnya.Semua tenggelam dalam fikirannya masing masing.
__ADS_1
"Chili.. Apa kau sudah pandai menawar barang sekarang?" tanya Bayu tiba tiba memecah kesunyian.
"Jangan membuka aibku Yu," jawab Anita.Bayu terkekeh melihat ekspresi di wajah Anita.
"Aib apa Sayang?" tanya Jim curuga.Jim menyudahi makan siangnya.Ia tampak kesal melihat bayu terus saja melihat ke arah Anita.
"Aib apa maksudmu?" Jim mengulang pertanyaannya.
"Bayu cuma asal saja Jim,sudahlah.Ayo balik kantor,jam makan siang sudah lewat," ajak Anita.Jim tidak bergeming.
"Ceritakan atau aku tahan gajimu selama tiga bulan," perintah Jim,Bayu hanya mengangkat sedikit bahunya.
"Ini privasi Anita Boss,aku tidak bisa semauku. Aku juga harus menjaga perasaannya,"jawab Bayu.
"Cih,menjaga perasaan katamu? Bahkan perasaan istrimu tidak bisa kau jaga," balas Jim.
"Cerita saja Yu,tidak apa.Toh bukan sesuatu yang rahasia.Itu cuma hal hal yang membuatku malu Jim,tidak perlu dibesar besarkan," kata Anita seraya menepuk nepuk punggung tangan kekasihnya.Jim tersenyum dan membelai pucuk rambutnya.
tb continued
Hai gaes,jangan lupa like coment ya
__ADS_1
love you