CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption284


__ADS_3

Anita memeriksa chat dari Ihsan dan mencocokkan alamat restoran yang ia berikan.


“Apa apaan sih dia? Kenapa membuat janji di privat resto seperti ini?” gumam Anita.


Anita menemui resepsionis dan menanyakan di mana ruangan yang dimaksud.


Seorang pelayan mengantarkannya masuk ke dalam ruangan yang cukup nyaman dan mewah.Ia melihat seseorang yang sedang duduk membelakanginya.


“San, apa apaan kau ini? Apa yang ingin kau bicarakan sampai harus ke tempat seperti ini? Kita kan bisa ngobrol santai saja di warung burjo,” kata Anita saat dekat dengan Ihsan duduk.


Anita sangat terkejut dan mundur beberapa langkah saat pria itu berbalik dan berdiri di hadapannya.


“Hiro?”


“Duduklah.Aku terpaksa melakukan ini karena kesulitan menemuimu.Ada hal penting yang harus kita bicarakan Anita, tolong jangan menolak.Duduklah.”


Hiroshi menarik kursi untuk Anita.


“Baiklah Hiro,aku akan mendengarkanmu.Aku akan menurutimu karena bisa jadi ini yàng terakhir aku bisa menemuimu,” kata Anita seraya duduk di kursi yang disiapkan Hiroshi.


“Tidak akan,kau sudah janji padaku.”


“Hiro,aku tidak tahu bagaimana hidupku ke depannya.Jadi tolong...”


“Anita yang kukenal tidak pernah mengingkari janjinya.Kenapa kau ingin melakukan ini? Apa yang sebenarnya kau alami Anita? Kalau kau tidak bahagia hidup dengannya, kenapa tidak kau tinggalkan saja dan pergilah bersamaku,” kata Hiroshi.


“Apa maksud pembicaraan ini Hiro? Memang apa yang mau aku lakukan? Dari mana kau tahu aku tidak bahagia bersama Jimmy? Kau harus melepaskan aku Hiro, bukannya sudah lama aku pergi dari kehidupanmu.Kita hanya berteman tidak lebih dari itu.”


“Anita,aku bersamamu cukup lama.Tapi yang satu ini seakan bukan dirimu, hanya luka yang sangat dalam yang bisa membuatmu ingin mengubah hidupmu sampai seperti ini.Apa yang dilakukan Jimmy sampai kau ingin mencuci otakmu? Melakukan sesuatu sampai kau juga tidak mempertimbangkan perasaan orang tuamu,keluarga suamimu,juga perasaanku.Bahkan kau mengabaikan dirimu sendiri,” kata Hiroshi.


Anita terbengong mendengar ucapan Hiroshi.


“Dari mana kau tahu tentang hal itu? Kau mendapatkan informasi yang salah Hiro, sudahlah aku harus segera kembali ke rumah.Aku khawatir Jimmy kembali dan mencariku.Kurasa pembicaraan ini tidak perlu dilanjutkan Hiro,” Anita bangkit dari duduknya.


“Dokter Haris kupaksa memberikan laporan konsultasimu Anita,” kata Hiroshi.

__ADS_1


Anita menghentikan langkahnya.Tiba tiba air matanya mengalir tanpa bisa dibendung.Hiroshi yang berdiri dihadapannya segera menggenggam tangannya yang gemetar.


“Sudah kukatakan,jika kau terluka kau bisa mencariku.Kenapa kau simpan sendiri dan melakukan hal yang salah. Menghilangkan memori masa lalu itu bisa menimbulkan efek berantai untuk dirimu dan orang orang di sekitarmu. Kau sudah berjanji untuk tidak melupakan diriku apa pun yang terjadi. Tolong jangan lakukan ini, kita bisa melakukan cara lain, masih banyak cara lain.Aku akan membantumu,” kata Hiroshi.


“Hiro,kejadian kejadian yang kualami beberapa waktu yang lalu membuatku sangat terguncang walau mungkin orang lain menganggap hal seperti itu bukan masalah besar.Dulu aku pernah kecewa sekali kepada Jimmy sampai aku pergi meninggalkan rumah dan hidup di rumah budhe di Solo.Beberapa waktu lalu pun sama, aku pergi dan tinggal di Jogja untuk mengobati rasa kecewaku. Tapi sampai sekarang aku semakin sakit saat melihat hal hal yang membuatku langsung teringat kejadian itu.Jadi aku hàrus melakukan sesuatu sebelum aku sakit jiwa,” kata Anita.


“Anita apa kau begitu mencintai orang bodoh itu?”


“Kau juga sama bodohnya Hiroshi.Kau diam saja waktu kakakmu memperlakukan diriku seperti sampah. Tidak ada hal manis yang bisa kukenang bersamamu mau pun bersama Jimmy di masa lalu.Adiknya juga memperlakukan diriku seperti sampah, bahkan Jimmy juga sampai mengusirku dari rumahnya. Aku ingin hidup tanpa masalalu itu dan aku akan mencari seseorang yang bisa membantuku.Sudahlah, kau jangan mencoba menghalangiku.Aku bisa hidup tanpa mengingat siapa pun di masa lalu. Aku hanya ingin hidup sebagai istrinya Jimmy dan ibu dari anak anaknya ini.”


Anita mengambil tasnya dan pergi meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan panggilan Hiroshi.


Hiroshi mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.


“Ihsan, apa kau sudah melakukannya?” tanya Hiroshi.


“Sudah Kak,Kak Jimmy bersedia menemui dokter Haris saat itu juga.”


“Baiklah, terimakasih Ihsan.Tidak perlu memberitahu Siska tentang masalah ini.” Hiroshi menakupkan telapak tangan ke wajahnya.


Kalimat Anita masih terngiang di telinganya.


Sementara itu Anita yang ke luar dari dalam restoran dengan perasaan kalut. Beberapa orang yang berpapasan dengannya segera menghentikan langkah mereka karena melihat seorang wanita hamil berjalan sambil berurai air mata.


“Nyonya, apa perlu bantuanku?” tanya seorang wanita yang kebetulan sedikit bersinggungan dan membuat Anita hampir jatuh.


“Tidak,terimakasih.”


Anita melanjutkan langkahnya dan tiba tiba merasa sangat asing dengan halaman restoran yang tadinya penuh mobil dan sekarang hanya terparkir satu mobil saja di situ.Seorang pria tampan sedang menyandarkan punggungnya sambil memainkan ponselnya.


Anita berhenti saat pria itu tersenyum dan menghampiri dirinya.


Jantungnya berdetak kencang karena pria itu tidak lain adalah Jimmy suaminya.Anita mundur beberapa langkah karena rasa takut tiba tiba menghampiri dirinya.Air matanya kembali mengalir karena merasa bersalah menemui pria lain tanpa sepengetahuannya dan sekarang suaminya itu berdiri di hadapannya seolah ingin menghakiminya.Anita memejamkan matanya karena mungkin Jimmy akan memukulnya.


Namun yang ia rasakan justru pelukan hangat dan ciuman manis di dahinya.

__ADS_1


Anita menangis semakin kencang dan balas memeluk suaminya.


“Maaf Jimmy, aku ke luar rumah tidak meminta izin,” gumam Anita.


“Ayo,kita pergi jalan.Aku bawakan banyak cemilan di mobil.”


Jimmy menggandeng tangan Anita dan membukakan pintu mobil untuknya.


Anita melihat wajah suaminya yang begitu tenang di belakang kemudi.Ia baru sadar melihat rambut jimmy yang begitu pendek, model rambut artis Hongkong zaman dulu yang ngetren lagi saat SMP.Jimmy selalu memotong rambut dengan model seperti itu.


Anita menutupi mulutnya karena tidak ingin Jimmy melihatnya menahan tawanya.


Jimmy hanya melihat dengan ekor matanya dan tersenyum tipis.


“Kau suka?” tanya Jimmy.


Anita tersenyum dan memegang rambut Jimmy.


“Sayang,aku lagi nyetir lho,” kata Jimmy.


“Kau tidak marah padaku kah? Kita mau ke mana ? Kenapa muter muter dalam kota? Jangan jangan kau lupa jalan,” kata Anita.


“Sebentar lagi aku menjadi seorang ayah, jadi aku belajar mengontrol emosi dan positif tingking,” jawab Jimmy.


Huh,tidak emosi apaan? Aku sudah menghancurkan meja dan seisi ruangan di sebelah ruangan di mana Hiroshi menemuimu,sialan.Gerutu hati Jimmy.


Untung saja Hans dan Ihsan bisa memegangi dirinya saat melihat hasil kerja CCTV portable dan alat penyadap yang dipasang Hans sebelum Hiroshi datang.Ihsan yang mereservasi ruangan itu atas permintaan Jimmy.Bahkan laptop Hans juga menjadi korban dilempar Jimmy.Untung saja ruangan di restoran itu kedap suara sehingga tidak menimbulkan keributan.


“Jimmy, kita mau ke mana?” tanya Anita saat melihat Jimmy menyetir sambil bengong.


“Kasongan, aku mau beli beberapa tembikar untuk hiasan rumah dan pesan pot pot unik untuk taman,” jawab Jimmy.


Tiba tiba Anita tertawa karena teringat celengan kodok ukuran besar milik anak kos di depan tempat kos lamanya. Katanya itu dia beli juga di kasongan.


“Ada apa tertawa? Ingat seseorang?” tanya Jimmy seraya mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


“Ingat teman, kos depan kosanku dulu. Orangnya rajin nabung di celengan kodok besar yang dia beli di kasongan. Teman teman kosnya yang lain ada yang kurang ajar, jadi bagian bawah celengan itu dilubangi, jadi kalau ada bakso lewat mereka ambil dari celengan itu, yang punya celengan juga ditraktir he he.Pas dia butuh uang buat beli sesuatu,hanya tersisa seratus ribuan lah kira kira. Ngamuk lah dia ke teman temannya. Akhirnya teman teman sekosan urunan buat ganti uang itu.Aku juga ikut nyumbang, kasian sih,” kata Anita.


Jimmy tertawa kecil, ia merasa bahagia bisa mengalih fikiran istrinya.


__ADS_2