
Dalam perjalanan Jim tampak sedang berfikir keras.Jack yang menyadari hal itu menawarinya untuk pergi ke base camp dulu sebelum pulang ke grèen house dan Jim menyetujuinya.Heli itu landing di sebuah tempat yang sangat luas.Sebuah sirkuit balap mobil pribadi milik keluarga Anggoro sekaligus Hanggar besar untuk menyimpan kendaraan pribadi milik keluarga Anggoro. Di tempat itu juga dibangun landasan pacu pesawat jet pribadi milik keluarga anggoro lengkap dengan menara navigasinya. Jim memiliki ruang pribadi yang ia tinggali saat berkunjung ke tempat itu.Jim merebahkan tubuhnya di ranjang king zise miliknya sementara Jack membuat teh hangat di pantri.Ia menghampiri Jim untuk memberinya secangkir.
"What do you worry about(apa yang anda khawatirkan)? Julian akan baik baik saja,trust me," kata Jack.
"Aku hanya berfiķir akan melepaskan Impack International untuk diurus Arron dan Julian. Biar mereka yang bertanggung jawab sendiri atas jalannya perusahaan.Dan aku akan mengeluarkan Anita dari sana.Aku tidak tertarik lagi dengan perusahaan itu," kata Jim.
"Are you sure (apa Anda yakin)? Banyak orang yang hidupnya bergantung di sana.Kalau tidak diurus dengan baik, bagaimana dengan mereka?" tanya Jack.
"Aku sudah membuatnya banyak berkembang, semuanya berjalan lancar.Tidak ada masalah dengan institusi pemerintah mau pun permodalan,keuangannya juga lumayan bagus.Untuk beberapa bulan aku akan ada di belakang mereka," jawab Jim.
"And than, apa rencanamu?" tanya Jim.
"Aku ingin membeli saham dari perusahaan pengolahan susu sapi yang dipasok oleh ayah Anita.Aku ingin mengelolanya sendiri. Perusahaan itu hampir bangkrut, tapi aku menyukainya.It's ok,tidak masalah buatku. Aku ingin menjadikan Anita asisten pribadiku dalam segala hal.Aku tidak mau dia bekerja dengan orang lain," jawab Jim.Jack terkekeh mendengar jawaban Jim.
__ADS_1
"Arron akan memberontak,trust me. Bersiaplah, dia pasti ingin menghajarmu. Jim, dia membatalkan pernikahannya, dia mengatakan perasaannya pada Anita. Aku tidak sengaja melihatnya di cctv," kata Jack.
Jim mengerucutkan bibirnya.
"Anita,aku bingung.Kenapa dia itu seperti magnet.I just wanna make her to be mine.Only mine (Aku hanya ingin membuatnya menjadi milikku,hanya milikku)."
Jim melihat jam dinding sudah jam sembilan malam.
"Let's go,She is waiting for me(Ayo pergi, dia sedang menungguku)." Jim bangkit dari duduknya.Jack mematikan lampu dan mengikuti langkahnya.
"When we love someone,eyes perfectly closed.Only your heart wants to say (Ketika kita mencintai seseorang,mata akan tertutup, hanya hati yang bicara)." Jack dan Jim tertawa.
"You also feel that,aren't you (Kau juga merasakan itu bukan)?" tanya Jim. Jack hanya tertawa kecil.
__ADS_1
Mereka sampai di green house sekitar jam sepuluh malam.Jim melihat Anita tertidur di sofa ruang tamu ditemani bu Minah.Jim berjongkok dan menatap lekat wajahnya.
"You only mine Anita," Jim mengecup singkat bibir wanita yang sedang terlelap itu.
"Tuan sudah datang? Mbak Nita tidak mau tidur di atas,mau nunggu Tuan pulang katanya," kata bu Minah yang baru bangun dari tidurnya.
"Ya Bu Minah,terimakasih sudah nemenin dia."
"Sama sama Tuan," Bu minah segera pergi ke dapur karena Jack sudah duduk di meja makan.
"Kami belum makan Bu Minah,tolong siapkan makan malam, seadanya saja," kata Jim.
"Ada kari dan rendang Tuan, tadi Mbak Nita ngajak saya masak rendang," bu minah menyodorkan rendang buatan istrinya.
__ADS_1
"Enak,not bad," kata Jack.Jim tersenyum senang.
"Jack, aku harus beli alat sendiri buat ngejim di rumah.Perutku bisa buncit kalau dia suka masak.Kalau tidak aku makan,dia bisa menghabisiku." Jack tertawa ngakak.Anita mengerjapkan matanya mendengar keributan di meja makan.