
Jimmy dan ayahnya segera mengumpulkan stafnya dan bersiap membuat acara.Ardian yang baru saja dari acara menyambut tamu pejabat kampung bergegas ke aula rumahnya.
"Besan,ada apa berkumpul di sini?" tanyanya.
"Sudah pulang semua tamunya Pak Ardian?"
"Iya,sudah.Tapi nanti sore masih ngundang warga kampung,sekitar lima ratusan lah," jawab Ardian.
Akhirnya rapat dadakan itu dimulai.Julian Anggoro bermaksud mengadakan syukuran dengan menyembelih lima ekor sapi untuk sedekah dua calon cucu laki laki, putranya Jimmy.Membagikannya kepada seluruh warga kampung,dan semua staf,pegawai dan pengawal pengawal mereka.
"Jack kuserahkan padamu for this case, tolong kau atur secepatnya," kata Julian Angoro.
"OK,Dad," jawab Jack.
"OK,meeting selesai.Bisa bubar," kata Julian Anggoro.
"Pak Julian,apa ini tidak berlebihan?" tanya Ardian.
"Tidak Besan,aku sangat bahagia tak terkira karena akan punya dua cucu laki laki sekaligus," jawab Julian Anggoro.
"Sudahlah Ayah,tidak apa apa.Daddy kalau lagi senang hati memang gitu, lebay," kata Jimmy.
"Baiklah kalau begitu, jangan sampai memberatkan."
"Tidak,tidak akan," kata Julian Anggoro.
"Daddy,aku sangat iri.Daddy tidak pernah memperlakukan keluargaku seperti ini. Bahkan saat Jordy lahir Daddy cuek cuek aja.Apa karena Jimmy lebih kaya dariku? Uang Jimmy jauh lebih banyak dariku?" kata Jonathan setelah Ardian pergi.
"Dih,ngomong apaan tuh? Daddy tidak pernah mukul Kak Jo,tidak pernah larang Kak Jo lakuin apa saja.Nggak pernah nentang Kak Jo pacaran sama siapa, nikah sama siapa.Nginep di rumah pacar juga nggak dimarahi.Aku nggak pernah merasa iri,walau pun aku dipukul, dikurung sampai dibawa ke psikiater karena dianggap sakit jiwa gara gara mengejar seorang wanita yang bernama Anita.Sekarang Kak Jo merasa iri hanya gara gara lima ekor sapi?****," kata Jimmy.
"Sikap Daddy nggak ada baik baiknya sama istriku,sekali dua kali saja mengunjungi kami.Aku iri karena Daddy sampai pulang untuk menjemput calon istrimu."
"Heh,waktu Anita kelas tiga SMA aku sudah kuntit dia selama setahun dan kirim foto dan video aktifitas dia kepada Jimmy.Ops," kata Julian Anggoro.
__ADS_1
"What?"
Jimmy tertawa ngakak karena ayahnya keceplosan.
"Jangan keras keras,nanti Anita dengar. Aku pernah dilempar asbak sampe benjol, bisa bisa aku delempar cangkul kalau dia tahu pernah aku kuntit," kata Julian Anggoro.
"Daddy, Mika istriku buat salah dikit aja Daddy marahnya seperti apa.Ini dilempar barang sampe benjol Daddy nggak marah.Mana ada yang berani bantah Tuan Besar Angoro,cari mati?" kesal Jonathan.
"Istrimu dan istrinya Jimmy itu beda seratus delapan puluh derajat.Istrimu itu lebih cinta uangmu daripada dirimu. Kalau pingin buktikan,kasih limit kartu kredit dan kartu debitnya.Sudah punya berapa lemari pakaian hasil belanjaannya setahun ini.Pakaian di lemari Anita semuanya Jimmy yang belikan,dia kalau belanja pakaian seperlunya saja,satu dua set cukup.Benar nggak Jim?" tanya Julian Anggoro.
"Eh, dari mana Daddy tahu?" tanya Jimmy.
"Istri temanku pernah ada yang lihat kamu belanja pakaian wanita,banyak sekali.Dari pakaian acara resmi sampai pakaian sehari hari.****** *****,bra..."
"Cukup cukup,Dad.Jangan diterusin," kata Jimmy.
"Busset deh,Lo gak malu beli gituan?"
"Mau sama isinya kenapa nggak mau beli casingnya,ya nggak Jim.Daddy juga nggak malu belikan Mommy," kata Julian Anggoro.
"Udah ah,aku mau nemenin Anita.Daddy ini kalau diterusin pasti tambah ke mana mana," gumam Jimmy lalu beranjak dari Aula.
Jimmy bergegas mencari Anita ke kamar lamanya dan langsung naik ke atas saat tidak menemukannya.
Di kamar Atas Anita duduk di kursi dekat jendela dan sedang makan es buah.
"Enak?" tanya Jimmy.
"He eum,"
Anita tersenyum geli saat Jimmy memeluk dan menciumnya.
"Jim,tadi ayah bilang ayahmu akan.,"
__ADS_1
"Iya,Jack yang akan mengurusnya.Dia sudah biasa jadi panitia kurban di Islamic Center waktu masih kuliah.Tenang saja, akan dipotong di tempat pemotongan hewan,aku tahu kamu takut lihat gituan."
"Jim,kurasa ayahmu itu sangat berlebihan," kata Anita.
"Dia terlalu senang dengan kedua calon bayimu.Biarkan saja,Anita.Biarkan kakeknya meluapkan kegembiraannya. Aku sudah meminta Hans untuk membagikan seribu amplop yang nanti dibagikan bersama daging sapi itu."
"Pakai saja uang di brankas itu,atau uang yang ada di tas di dalam lemari itu."
"Itu uangmu,Sayang.Itu dipakai untuk kebutuhanmu.Mobilnya sudah di bawa ke sini,itu adalah mobil yang cukup nyaman.Jaguar XJ,aku memang sudah lama mengincar mobil itu.Dan rumah yang ada di Jogja itu,Daddy belikan memang untukmu.Aku tidak tahu kenapa Daddy begitu mudah dan enteng saja membeli rumah dengan harga yang begitu fantastis.Bahkan dia mempersiapkan taman bermain,kolam renang dan sebagainya untuk anakmu."
"Aku ingin tinggal di rumah yang sederhana Jim.Tidak perlu menggaji banyak orang untuk kehidupan kita. Cukup aku sendiri yang masak,nyapu, ngepel,cuci baju.Biar aku ada kegiatan saat menunggumu pulang kerja," kata Anita.
"Boleh saja,aku akan membangun rumah kita di dalam pagar,tanahnya masih luas. Rumah dengan tiga kamar tidur,cukup kan?Satu untuk kita,untuk si kembar dan satunya untuk pengasuh," kata Jimmy.
Anita tersenyum gemas,itu ya gak ada pengaruhnya Bambang,gumam hati Anita.
"Oh ya,nanti sore kita didandani lagi. Ada banysk tamu dari.kampung sini.Kita akan jadi pajangan selama satu Jam,warga sini pasti penasaran seperti apa suami Anita."
"OK,aku akan dandan yang ganteng," kata Jimmy dan mendapat cubitan kecil di pipinnya.
"Jim,setelah acara selesai aku mau beres beres.Kau selesaikan dulu urusanmu di sini,aku akan balik ke Jogja bareng Siska besok sore."
Jimmy terdiam mendengar penuturan Anita,Ada perasaan sakit karena Anita banyak berubah.
"Tidak bisakah kau menungguku sebentar Anita?Tidak bisakah kita pergi minggu depan?Kalau kau tidak ingin di sini,ayo kita menetap di Amerika.Akan kupegang kembali perusahaan yang dulu kutinggalkan demi untuk nenemuimu. Atau kita bisa tinggal di Eropa,pilihlah kau ingin tinggal di mana,Italy,Perancis, Inggris,atau di Spain? Kita hanya akan tinggal berdua dan akan kubangun bisnisku dari tahap terendah.It's OK,aku masih punya modal besar untuk memulainya," kata Jimmy seraya menakupkan tangannya ke wajah istrinya.
"Tidak Jim,aku hanya tidak ingin berada di tempat yang mengungatkanku pada hal hal yang menyakitkan.Rumah ini, rumahmu.Aku juga tidak mau lagi bertemu dengan Julian.Aku hanya ingin di Jogja sementara ini.Kota yang banyak memberiku kenangan manis.Kita sudah menikah,apa lagi yang kau takutkan? Selesaikan dulu urusanmu,aku akan menunggumu di sana," kata Anita.
"Baiklah,kita akan tinggal di sana sampai kau bosan.Tapi kita berangkat minggu depan,OK? Aku maksa,jadi jangan membantah atau kau tidak akan tidur malam ini," kata Jimmy.
"Heh,maksa katanya," gumam Anita.
Jimmy yang mendengar hal itu segera memeluk dan mencumi pipi Anita yang jadi sudah makin cubby.
__ADS_1