CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption126


__ADS_3

Sampai di kamar Jim segera memeluk Anita yang sudah terlelap.Anita hanya bergumam sebentar saat Jim mencium lembut pipinya.**


Julian menghampiri Jack yang sedang sibuk dengan laptopnya di meja makan.Ia baru saja selesai sarapan.


"Jack, mana Jim? Apa dia ada jadwal bertemu seseorang?" tanyanya.


"He's still sleeping(dia masih tidur).Ada apa?" tanya Jack tanpa melihat Julian.


"What?? Ini sudah jam sembilan lebih enak bener masih tidur.Kemarin bolos sekarang masih tidur," marah Julian.


"Ada apa? Kau kan Pressdir sekarang?" tanya Jack.


"Belom, enak saja main tunjuk lu jadi ini itu. Gue mau bangunin dia," Julian bangkit dari duduknya lalu beranjak ke kamar Jim.


Jack membiarkan saja karena memang sudah siang, ia yakin Jim sudah bangun hanya sedang malas malasan pikirnya.


Julian mengeluarkan kunci mobil lalu mengetuk pintu kamar Jim keras keras.


Karena tidak ada tanggapan Julian langsung masuk dan mendapati Jim masih tidur pulas di samping Anita.Diakuinya, ada rasa cemburu saat Anita menggeliat dan memeluk Jim yang tidur di sampingnya.

__ADS_1


"Jim! Bangun pemalas." Julian membuang selimut yang menutupi tubuh keduanya.


"Apaan sih, gue kan cuti dua hari mahluk aneh.Suratnya ada di HRD, kan lo sendiri yang tanda tangan," kata Jim.


Anita yang tidur membelakangi mereka terkikik.Julian segera melemparkan bantal mengenai kepalanya.


"Makanya kalau tanda tangan jangan sambil merem," kata Anita.


Julian melihat Anita dengan mata tak berkedip.Suara seraknya, rambutnya yang berantakan dan mata sayunya.


Jim yang menyadari hal itu segera melemparkan bantal ke mukanya.Julian yang kaget melemparkan kembali bantal itu.


"Harusnya Arron tahu, dia yang menyetujui PO mesinnya.Dia pasti punya daftar mesin apa saja yang akan diganti baru," kata Anita.


Jim segera menyalakan laptopnya.Ia segera menyalakan printernya dan mencetak daftar dan gambar mesinnya.


"Filenya sudah aku kirim via email padamu. Ini sudah aku kasih keterangan tempatnya di mana.Hanya 50 unit,10 jenis." kata Jim.


"Ayo lah Jim, datanglah ke pabrik.Aku belum terbiasa menemui tamu seperti ini," rengek Julian.

__ADS_1


"Biar aku yang ke pabrik Jim," kata Anita.


"Nggak usah, kau kan harus ke butik sama Yuki Sayang."


"Kau sama Yuki yang ke pabrik, biar aku yang temenin Anita ke butik," kata Julian.


"Dasar Tuyul, mau gue cium juga lu," Jim berjalan mendekati Julian.


"E eh, mau apa lu? Cuih najis?" Julian mendorong Jim supaya menjauh.


"Tunggu di luar, aku mau ganti baju.Sayang tolong ambilkan pakaianku, aku mau cuci muka dulu," kata Jimmy.


"Cuci muka, mandi sono," protes Julian.


"Subuh tadi aku sudah mandi, sekarang belum zuhur.Jangan protes cepet ke luar. Ikan mandi terus baunya juga amis," Jim mendorong Julian dari kamar dan mengunci pintunya.Anita segera menyiapkan pakaian suaminya.Setelah itu ia pun berganti pakaian casual untuk pergi ke butik.Yuki yang sudah menunggunya menemaninya sarapan.


"Yuki, ada apa? Kau tampak murung hari ini? Dan itu kenapa pipimu?" tanya Anita.Yuki meraba pipinya, bekas gigitan lucas kemarin masih sangat terasa.


"Tidak apa Nona, hanya digigit serangga," jawab Yuki.

__ADS_1


"Segera kasih salep Yuki, atau pergi ke dokter.Apa kita ke rumah sakit keluarga Jimmy saja biar diperiksa?" tanya Anita. Dalam hati Yuki tertawa, serangganya Lucas namanya. Itu serangga paling beracun di seluruh dunia.Yuki tersenyum entah perasaan apa yang melintas di benaknya.


__ADS_2