CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption276


__ADS_3

Jimmy dan Anita sampai di rumah besar sekitar jam delapan malam.Jack menjemput mereka sebelum ashar,tapi Jimmy sengaja datang agak malaman karena Anita tidak begitu menyukai acara seperti itu.Perjalan duapuluh lima menit dengan helikopter membuat telinga Anita sedikit berdengung.Dengan hati hati Jimmy membimbing istrinya turun.


Saat sampai Jimmy disambut oleh begitu banyak orang yang ia sendiri hampir tidak mengenalnya.


Julian Anggoro menjelaskan padanya bahwa ia mengundang seluruh keluarga Darmawangsa kakeknya buyutnya.Tapi sayangnya keluarga Alan Danuarta tidak bisa menghadiri pertemuan itu.


Anita dan Jimmy mencoba berbicara dan ngobrol dengan keluarga besar yang sudah puluhan tahun tidak bertemu.


Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam,para tamu menginap di vila golf dan sebagian di hotel Summer. Keluarga Darmawangsa telah berkembang hampir mencapai limapuluh keluarga.Julian Anggoro meminta bantuan adiknya Januandy untuk mencarikan penginapan di hotel lain yang terdekat karena hotel Summer juga sedang banyak tamu.


"Jim, ayo kita pergi.Kita tidur di rumahku saja," kata Anita.


"Kamar kita tidak dipakai,Sayang.Sudah disiapkan untuk menyambut kepulangan kita," kata Jimmy.


"Aku tidak mau tidur di situ,kamar itu pernah ditiduri wanita lain.Aku juga sudah bersumpah untuk tidak kembali ke sini lagi,aku pernah diusir dari sini. Memalukan sekali kalau harus kembali tinggal di sini," kata Anita.


Jimmy menatap Anita yang mulai berkaca kaca.


"Baiklah,kita pulang ke rumahmu. Maafkan aku yang melupakan kejadian waktu itu.Baiklah,besok kita coba cari rumah yang lebih besar untuk kita tinggali," Jimmy memeluk Anita.


"Tidak perlu Jim,aku tidak ingin tinggal di kota ini.Kota ini sudah terlalu banyak melukaiku.Aku akan tinggal di Jogja, mencari rumah dan membuka usaha sendiri di sana.Akan kupikirkan pelan pelan," kata Anita.


"Baiklah,kita pergi minggu depan ya," kata Jimmy.


"Jim,Anita,apa kalian sudah makan?" tiba tiba Julian Anggoro dan Ariana muncul di dari ruang tengah.


"Tidak usah Dad,kami akan pergi," jawab Jimmy.


"Apa maksudmu,ini sudah malam sekali kalian mau pergi ke mana?"


"Sayang,kamu tunggu sebentar,makanlah sesuatu aku bicara dengan Daddy sebentar ya.Mom,please temani dia sebentar," kata Jimmy.


"OK,comeone my dear.Kamu tidak boleh telat makan,kasihan baby nya.Dia juga bisa kelaparan..."


Ariana membawa Anita ke meja makan, ia hanya mendengarkan nasihat nasihat yang diberikan mertuanya itu.


Anita memakan beberapa suap nasi dan lauk yang sangat susah ia telan.Bukan karena makanannya tidak enak,tapi ia teringat waktu itu,di meja itu terakhir kali ia makan dan diusir dari rumah itu.


Beberapa saat kemudian Jimmy datang bersama ayahnya.Wajah mertuanya tampak sedikit muram.


"Mantu,apa kau kangen rumahmu? Tapi rumah itu lama tidak ditinggali pasti banyak debu di sana sini.Tidurlah di sini malam ini, besok aku tidak akan menghalangi kalau kalian ingin tinggal di mana pun," kata Julian Anggoro.


"Biar Jimmy yang nginep di sini,saya sudah biasa tidur di tempat sempit dan kotor seperti itu.Besok akan saya telepon setelah saya bersihkan," jawab Anita seraya bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"E eh,apa apaan ini?" Jimmy segera menggamit tangan Anita.


"Baiklah kalau gitu.Pak Pur!" teriak Julian Anggoro.


"Iya Tuan," Pak Pur segera datang mendengar suara keras majikannya.


"Bawa alat bersih bersih,ikut sama saya," katanya.


"Tidak perlu Tuan Besar,Anda tidak pantas mendatangi rumah rakyat jelata seperti saya,apalagi mau nyapu sama ngepel rumah saya," kata Anita.


"Halah,ojo kakean ngomong(jangan banyak bicara).Ayo Pur, kamu yang nyetir," kata Julian Anggoro seraya berjalan ke luar dari rumah.


Akhirnya Anita menurut saja karena Jimmy memintanya.


Purnomo segera membuka pintu rumah Anita dan menyalakan semua lampunya.


"Haachu."


"Sudahlah Dad,kau alergi debu jangan masuk," kata Jimmy.


"Tuan,biar saya saja yang membersihkan rumah.Ini hanya rumah kecil,Tuan duduk di luar saja dengan Nona dan Tuan Jimmy," kata Purnomo.


"Baiklah,Tolong ya Pur.Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada cucuku karena ibunya yang keras kepala," kata Julian Anggoro seraya duduk di kursi teras rumah.


"Tidurlah,kau pasti lelah sekali kan? Maafkan aku yang mengesampingkan begitu saja apa yang kau rasakan selama bersamaku."


Jimmy mengelus kepala Anita yang sedang memejamkan matanya.


"Jim,bawa istrimu ke kamarnya dulu.Aku tadi minta Purnomo membersihkan kamar dulu.Setelah itu aku ingin membicarakan banyak hal denganmu."


"Baiklah," Jimmy segera memapah Anita dan membaringkannya di kamarnya.


Setelah itu ia kembali menemui ayahnya.


"Apa yang ingin Daddy bicarakan?"


"Apa rencanamu setelah ini?" tanya Julian Anggoro.


"Aku sudah serahkan semua tanggung jawab di perusahaan kepada Jack,Julian dan Arron.Aku tidak akan masuk dalam jajaran direksi kurang lebih setengah tahun Dad.Aku ingin bersama Anita dan mengikuti ke mana pun dia ingin pergi.Aku tetap akan memantau mereka tapi tidak seintens dulu.Setelah dia bersedia kembali ke sini,mungkin rencanaku akan berubah lebih cepat," jawab Jimmy.


Julian Anggoro menghela nafas panjang.


"Aku akan merombak rumah besar,akan kubuat perubahan total supaya Anita bersedia pulang ke rumah," katanya seraya menakupkan telapak tangan ke mukanya.

__ADS_1


"Tidak perlu serepot itu lah Dad,toh dia ingin tinggal di Jogja."


"Kau harus bisa memprovokasi dirinya untuk kembali ke sini dan tinggal di rumah.Pelan pelan saja,jangan grasak grusuk.Kalau kalian tidak tinggal di rumah,terus siapa yang dilayani pengurus rumah,pengawalmu yang jumlahnya tujuh puluh orang,belum pegawai yang lain.Mereka dibayar untuk apa kalau kau tinggal di tempat lain?" tanya Julian Anggoro.


"Untuk sementara biarkan seperti ini.Dad, apa tidak sayang kalau rumah kita dirombak?Dari jamannya Kakek Anggoro rumah itu tidak banyak berubah," kata Jimmy.


"Kakek mewariskan rumah itu padaku, jadi terserah diriku mau kuapakan.Jona juga sepertinya tidak berminat tinggal di Indonesia."


"Dad,Jack sudah menikahi Laura.Aku tidak tahu apakah dia akan terus di sini atau memilih pulang ke negaranya.Kalau pun dia ingin kembali ke negaranya aku tak akan mencegahnya," kata Jimmy.


"Dia akan membawa Laura tinggal di sini," kata Julian Anggoro.


"Apa dia..."


"Iya,resepsi pernikahan mereka sekitar dua bulan lagi.Dia bicara padaku karena tidak memungkinkan bicara denganmu. Kau terlalu sibuk dengan istrimu," Julian Anggoro menyeringai.


Jimmy tersenyum malu,iya memang semenjak dirinya pulang,perhatiannya hanya terpusat kepada Anita.


"Daddy pulanglah,ini sudah lewat tengah malam.Mom pasti cemas," kata Jimmy.


"Jimmy,kapan Anita ingin pergi ke Jogja? Surat surat lengkap rumah itu ada padaku,besok akan kuserahkan padamu."


"Berikan saja pada Hans,dia akan mengurusnya untukku.Kami akan pergi secepatnya,aku tidak bisa menahannya lebih lama Dad," jawab Jimmy.


"Bujuklah dia,bawa dia pergi jalan jalan keliling Eropa setelah itu kau bisa langsung ke Amerika,bantulah sedikit mengurus resepsi pernikahan Jack. Kau bisa mengajaknya jalan jalan ke tempat yang bagus di beberapa negara bagian Amerika.Kudengar teman akrabnya saat SMA ada di New York,dia pasti senang bisa ketemu."


"Iya,akan kulakukan.Paspor dan visanya juga sudah beres.Besok akan kutransfer satu juta dollar ke rekening Jack," kata Jimmy.


"Iya,dia pantas mendapatkannya.Aku juga pasti datang,aku kangen sekali ngobrol dengan Jose dan Beth.Aku dengar beberapa waktu lalu Jose sakit, saat aku menelponnya dia bilang kau mengirim biaya pengobatan untuknya."


"Dad,dia memberiku perhatian yang baik saat aku kuliah di sana.Setiap kali aku dapat royalti dari System yang dulu kubuat,aku meminta Rain untuk memberikan sebagian pada ibunya Jack. Mereka tidak meminta,mereka juga bukan keluarga yang kekurangan uang, tapi mereka sangat gembira menerima pemberian dariku.Itu karena Mommy Beth sangat menyayangiku."


"Baiklah,istirahatlah.Sebentar lagi Daddy pulang.Purnomo juga pasti sudah selesai."


"Lho,kenapa ada pengawal di sana Dad?"


"Aku yang panggil mereka,aku tidak mau terjadi apa apa pada kalian.Tidurlah," kata Julian Anggoro seraya menepuk bahu Jimmy.


Jimmy bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan ayahnya.


Ia segera merebahkan diri di samping Anita yang tidur sangat pulas.Perlahan ia membelai dan mencium perut Anita yang sudah semakin besar.Ia mencium bibir Anita yang hanya mengeliat karenanya.


Lama kelamaan ia tertidur sambil memeluk Anita.

__ADS_1


__ADS_2