CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption154


__ADS_3

Anita masih memikirkan keadaan Jack.Nanti malam dia balik ke negaranya, bagaimana kalau dia kenapa napa.Jimmy pasti sangat sedih kalau Jack tidak bisa kembali ke Indonesia lagi.


“Anita..!!”


“Aaah.”


“Brukk.”


Jimmy meraih tangan Anita dan sama sama terguling ke bawah.Jack dan Hans segera berlari menolong mereka.


“Jimmy.. Jimmy! Kau tidak apa apa?” Jack mengguncangkan bahu Jimmy yang masih memeluk Anita.


“I'm Ok,Cuma lecet sedikit kayanya.Sayang kau tidak apa apa?” Jimmy mengguncang bahu Anita yang masih memejamkan matanya dan memeluk erat suaminya.


“Aku masih hidup kah?” Jimmy dan yang lain tertawa.


“Yaa ampun Anita, tadi Jack kau tabrak.Sekarang Jimmy juga kau tabrak.Masa dua orang sebesar itu tidak kelihatan,” protes Lucas.


“Maaf,maaf aku tidak fokus. Aku sudah mengerem,tapi sepertinya tidak fungsi. Maaf ya,aku membuat kalian terluka,” kata Anita.


“Kau ini, Cuma lecet begini tidak masalah.Aku lebih khawatir padamu.Ini siku dan tanganmu lecet. Celanamu juga robek, Sayang lututmu juga lecet,” Jimmy memeriksa Anita lebih Intens.

__ADS_1


“Ayo kuantar pulang,Hans suruh anak buahmu membawa sepeda mereka,” Jack segera mengambil mobil dan mengantar keduanya ke rumah utama.


Jim segera mengambil air dan anti septic untuk mencuci luka di tangan dan siku Anita.Beberapa saat kemudian ia mengoleskan sesuatu pada lukanya.


“Minyak Zaitun?” tanya Anita setelah membaca kemasannya.


“Itu olive oil murni,lebih cepat menyembuhkan luka lecet daripada salep,” jawab Jimmy.


Setelah mengobati luka di tangan Anita Jim segera membaringkan Anita di tempat tidur.


“Eh mau apa?” tanya Anita saat tangan Jimmy melepas pengait celananya.


“Lututmu juga terluka, ini harus dilepas dulu.Jangan khawatir,aku sudah ahli membuka celanamu, jadi diamlah.”


“Sakit?” tanyanya.


Anita hanya memgangguk pelan.


“Jim, di pelipismu juga terluka, di tanganmu juga.”


Anita membelai lembut pipi suaminya.

__ADS_1


“Pak Pur perlu dimarahi, kenapa sepedanya tidak dirawat begitu.Kampas rem sudah setipis itu kenapa tidak diganti,” gerutu Jimmy.


“Jangan memarahinya, aku tadi langsung pakai sepedanya,tidak izin dulu. Pak Pur tidak ada makanya langsung kupakai saja,” kata Anita.


“Dia lebih bersalah karena tidak ada di tempat,taruh sepeda sembarangan.Perlu dipotong gajinya.”


“Suamiku,jangan seperti itu. Potong saja gajiku Ok?”


Jim terkekeh melihat istrinya panik.


“Aku hanya bercanda, Sayang.Jangan khawatir, aku tak sekejam itu.” Jim mencium pipi istrinya lalu mengobati lukanya sendiri.


Anita segera ke ruang ganti dan memakai rok panjang di bawah lutut.Ia mengambil ponselnya.Jim melihat Anita tersenyum memandangi ponselnya.


“Kenapa?” tanya Jimmy penasaran.


“Li Zen, tiap hari laporan ke aku kalau Arron sangat menyebalkan.Yah kadang aku bantu juga caranya mengambil hati Arron bagaimana.Arron itu gampang luluh kalau...” Jim langsung membekap mulut Anita dengan mulutnya.


Ia melepaskan Anita saat istrinya itu hampir kehilangan nafasnya.


“Jangan membicarakan pria lain di depan suamimu ini. Kau hanya boleh menyebut namaku atau malam ini aku minta lima ronde,” marah Jimmy.

__ADS_1


“Eh, aku sedang luka parah masih mau minta lima ronde?Kau kejam sekali Tuan Jimmy,” kata Anita.


Ia segera bangkit dan mengambil Charger di atas nakas dan tiba tiba “Dash!!” Anita menjerit kaget dan seketika lampu mati.Jim segera mengambil Charger itu dengan menggunakan selimut. Beberapa saat kemudian lampu menyala.Jim mengambil ponsel Anita. Bibir menyunggingkan senyuman penuh kemenangan.


__ADS_2