
Anita masih sibuk dengan ponselnya, Jim yang baru selesai mandi menghampiri dirinya. Anita hanya melihat dengan ekor matanya, karena kekasihnya itu hanya melilitkan handuk di bagian bawah tubuhnya.
"Nita, pilihkan baju untukku," kata Jim sambil mengeringkan rambutnya.Anita mengangkat alisnya dan beranjak ke ruang ganti.Ia membuka lemari Jim dan mencari baju yang bersifat leisure.Anita mengambil kemeja lengan pendek berwarna biru tua dan celana Jeans dengan warna senada.Anita terkejut saat membalikkan badannya, karena Jim sudah ada di belakangnya.
"Jim, kau ini." Jim yang masih bertelanjang dada segera memeluk Anita.Bau maskulin dari tubuh kekasihnya itu membuatnya memejamkan matanya,dan kecupan kecil di hidungnya membuat Anita tersadar.
"Aku mau mandi, ini pakailah.Kau pasti tampan sekali pakai baju ini," kata Anita.
"Aku lebih tampan tidak pakai baju," Jim mengecup lembut leher Anita hingga membuat gadis itu sedikit menahan nafasnya.
"Jim,awas aku mau mandi," Anita mendorong tubuh Jim supaya melepaskan pelukannya. Ia mengambil handuk dan beranjak ke kamar mandi.
Saat Anita kembali ke kamar, Jim tampak sudah rapi.Benar saja,baju yang dipilihkan Anita membuat Jim sangat mempesona.Kulit nya yang putih bersih,rambut lurus kecoklatan dan wajah khas Italia membuat dirinya begitu mencolok.
"Aku tampan sekali ya? Apa kau terpesona olehku?" tiba tiba Jim sudah di depan Anita yang sedang melamun.Gadis itu mundur ketika pria itu mencoba meraih baju mandinya.Tiba tiba posel di tangan Jim berbunyi.
__ADS_1
"Yes Jack.Ok, I'll be there."
Jim meraih dagu Anita dan ******* bibirnya. Anita tidak menolak, harus diakuinya kalau dirinya juga sedang merindukan pria di depannya itu.Beberapa saat kemudian Jim melepaskan Anita.
"Aku pergi sebentar, ganti bajumu. Tunggu aku kembali Nita," Jim segera berlalu dari hadapan Anita.
Jim bergegas ke ruang kerjanya.Di ruangan itu tampak Julian dan Jack sudah menunggunya.
"Bagaimana? Found something?" tanya Jim.
"I found some kind of loan agreement. Between Anita's father and Fadly Ariya.Just take a look,"Jack mendekatkan laptopnya. Jim dan Julian mengamati surat perjanjian hutang piutang sebesar 2,5 Milyar antara ayah Anita dan Fadly Ariya.
"Baruna's father," jawab Jack.
Dalam surat perjanjian itu berjangka waktu 2 tahun dengan bunga 1,1% per bulannya. Jika tidak bisa membayar pada waktu yang ditentukan, maka jaminan akan diambil alih oleh pihak ke dua (Fadly Ariya). Jim terdiam dan tampak sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Masih ada berapa uang di brankas Julian?" tanya Jim.Julian tampak sedang mencari sesuatu di laptopnya.Ia melihat laporan pengeluaran yang diberikan secara berkala oleh Yuki.
"Tiga M, lebih sedikit," jawab Julian.
"Brankasmu Jack?"tanya Jim. Jack segera mengecek laporan miliknya.
"About two billion,Sir," jawab Jack.
"Kita bawa 4M.Julian telpon Daniel, hari Senin kita akan ambil uang 5M dari Bank XX yang dikelolanya, supaya mereka persiapkan uangnya.Aku tahu apa yang ada di otak Baruna dan ayahnya." Jim tersenyum sinis.
"Kenapa tidak pakai internet Banking saja sih?" tanya Julian kesal.
"Mereka itu licik,akan lebih mudah pakai cash.Jack kau bawa uang itu, gunakan mobil anti peluru.Take a gun and put a sniper as your driver." Jim memberikan instruksi.
"I also a sniper Sir, don't worry about me.I will ask Corvin as your driver, he also a sniper," jawab Jack.
__ADS_1
"Julian, telpon notaris kita supaya menyiapkan surat pelunasan itu," Jim bangkit dari duduknya.
"Aku tidak mau Anita tahu tentang ini Julian, jangan katakan apa apa padanya." Jim ke luar dari ruang kerjanya.