CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption134


__ADS_3

Anita datang dengan membawakan softdrink dan cemilan.


"Hei, kenapa Tuan Tuan ini cuma diam? Silakan diminum," Doglas tersenyum.


"Hai Anita," sapa Doglas.


"Jangan menggoda istriku," kata Jim seraya memeluk pinggang Anita.


"Hei aku tidak kalah tampan darimu," Doglas terkikik.


"Suamiku paling tampan sedunia Glas," kata Anita.Jim menyeringai senang. Doglas mengambil soft Drink dan menandaskan isinya.


"Baiklah, aku permisi dulu sudah terlalu malam.Semoga masih ketemu lain kali," kata Doglas seraya melihat jam tangannya.


"Ya," Jawab Jim.Doglas bangkita lalu meninggalkan rumah Anita.


Julian yang hanya berdiri sejak tadi beranjak masuk.Jim hanya tersenyum karena tahu kenapa ia tidak menyela sama sekali saat mereka sedang berbicara.Karena Julian juga tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya.


Jim memeluk pinggang Anita dan membenamkan mukanya ke dalam perut istrinya. Dengan lembut Anita membelai rambutnya.


"Aku tidak seburuk itu kan Anita? Kau percaya kan aku berkelahi karena terpaksa?" gumam Jim.


"Maafkan aku, semua kejadian yang menyakitkanmu karena Aku," jawab Anita.


"Aku ingin menjadi suami dan ayah yang baik untukmu dan anak anakmu," bisik Jimmy.


"Iya, ayo masuk.Ini sudah malam sekali lho," kata Anita.Jim bangkit dan membawa Anita masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Lho, kenapa bantalnya ilang semua?" tanya Anita.


"Ini pasti ulah Lucas, dia memang tidak bisa tidur kalau tidak memeluk banyak bantal dan guling."


Jim segera ke luar dan mendapati semua tidur pulas.Julian cepat sekali dia terlelap pikir Jim.Ia segera mengambil dua bantal di sisi Lucas dan membawanya ke kamar Anita.


"Jim apa kau tidur di sini?" tanya Anita.


"He em, aku tidak bisa tidur kalau tidak memelukmu," rayu Jim.


"Baiklah, tutup pintunya.Tempat tidurku kecil jadi jangan terlalu banyak gerak kalau tidur." Anita merebahkan dirinya. Ia melihat Jim mematikan lampu atas dan menyalakan lampu tidur.


"Aku pasti banyak gerak sebelum tidur," Jim terkekeh.


"Cepatlah,aku mengantuk," Jim segera melepaskan atasannya.Jari jari panjangnya pun segera melepaskan atasan Anita.


"Katanya suruh cepat."


"Cepat tidur maksudku,jangan ngawur ada mereka di sini.Nanti kalau ada yang dengar," jawab Anita.


"Makanya jangan berisik, desahannya pelan saja.Biar tambah seksi," Anita memukul dada suaminya.Jim hanya terkekeh.


Anita tidak melawan saat Jim segera melaķukakn aksinya.Tidak semalam pun ia lupa meminta jatahnya, bahkan seperti minum obat saja kadang sampai tiga kali sehari, kadang juga masih minta lagi.


Anita menahan desahannya saat suaminya itu nenyatukan miliknya.Saat ini Jim memang selalu memelankan ritmenya dan sangat hati hati.


"Mhhh Jim,jangan terlalu pelan," bisik Anita. Jim tersenyum lalu melahab bibir Anita.

__ADS_1


"Begini?" tanyan Jim disela sela nafasnya. Anita mengangguk.


"Yes Hubby," jawab Anita.Sekitar setengah Jam Jimmy segera menuntaskan penyatuan mereka.Ia tidak ingin Anita kelelahan.


Jim ambruk di samping Anita dan memeluknya.


"Jim."


"Hmm."


"Kau dan mereka pasti tidak bisa tidur nyenyak di rumahku yang kecil ini," kata Anita.


"Kulihat mereka tadi langsung ngilang, tidak ada yang bergerak," jawab Jim.


"Kekenyangan," Anita tertawa kecil.


"Lucas lahap banget makannya,lidahnya itu sudah biasa makan makanan Indonesia yang rata rata pedas.Beda dengan Jack, kulihat tadi dia minum banyak sekali," Jim tertawa.


"Aku jadi pingin ngerjai Lucas," kata Anita.


"Boleh, sepertinya dia senang sekali mengerjai Yuki," kata Jim. Tiba tiba pintu kamar Anita dilempar benda dari luar.


"Hei yang di dalam kamar, jangan ngobrol saja.Tidur, berisik," terdengar suara Julian.


"Ah lu juga berisik," terdengar suara Lucas.


Anita dan Jim tertawa kecil, keduanya mencoba memejamkan mata dan saling memeluk.

__ADS_1


__ADS_2