CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption120


__ADS_3

Anita tertawa geli, ia menggendong kelinci hitam yang meronta ronta di pangkuannya.


Tak berapa lama kelinci itu pun lepas dari tangannya.


"Yah lepas, kenapa dia jinak padamu?" tanya Anita kecewa.Jim tersenyum dan mencium bibir Anita.


"Tentu saja, aku sering memegang dan memberi mereka makan.Setiap kali pulang kerja, aku menyempatkan diri ke sini.Itu kasih makan mereka dengan wortel dan kangkung. Di sana juga banyak hamster," Jim menunjuk ke arah tempat makanan untuk kelinci dan hamster.Anita tersenyum dan mengambil keranjang yang berisi wortel dan kangkung. Beberapa ekor kelinci langsung mendekati mereka.Anita tertawa geli saat kelinci kelinci itu makan dari tangannya.Jim tersenyum melihat istrinya bertingkah seperti anak kecil yang baru saja dikasih mainan.Diam diam ia mengambil gambar dengan ponselnya.Anita yang menyadari hal itu segera berpose sambil menggendong beberapa ekor kelinci.Setelah puas mengganggu binatang binatang lucu itu ia duduk di samping suaminya.


"Anita," panggil Jim.


"Hmmm."


"Ciuman yuk," ajak Jim yang langsung membuat Anita menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Nanti dilihat orang," jawab Anita.


"Nggak,aku sudah menyuruh pak Pur mengosongkan tempat ini," kata Jim.


"Dasar Tuan Nakal."


Anita mendekatkan wajahnya untuk melihat wajah tapan yang rambutnya masih acak acakan di depannya.


Jim tidak mau menyia nyiakan kesempatan, ia segera menyambar bibir ranum milik istrinya dan melahapnya tanpa ampun. Anita yang berada di bawahnya segera bereaksi dan membuka mulutnya.Ciuman itu terjadi cukup lama hingga keduanya saling melepaskan.


sela nafasnya. Jim segera menggendong Anita ke sebuah rumah kecil yang berada tak jauh dari situ.Rumah itu berbentuk seperti rumah dalam dongeng, ada beberapa menara kecil di sana sini.


"Ini rumah siapa, Sayang?" tanya Anita.

__ADS_1


"Rumahku, aku meminta dibuatkan rumah kecil pada ayahku.Dulu aku ada di sini saat sedang ingin membaca atau melakukan sesuatu yang tidak ingin diganggu.Beberapa bulan lalu aku meminta pak Pur merenovasi rumah ini." Jim mendudukkan Anita di atas sofa abu abu sementara ia pergi ke dapur untuk membuat teh hangat.


Anita sangat terkagum dengan rumah indah itu.Satu ruang tamu,tempat nonton TV,satu kamar dan satu pantry.Cukup sederhana tapi sangat nyaman.Anita menggeser duduknya dan berjengit kaget karena ada suara miaw saat ia duduk.Ternyata seekor kucing anggora berwarna abu abu sedang bobo manis dia atas sofa berwarna sama.


"Miaw," Anita menoleh ke arah suaminya yang sedang membawa dua gelas teh hangat di tangannya. Ternyata di belakang kaki suaminya ada satu lagi kucing anggora hitam dengan sedikit warna putih di hidung dan mulutnya.


"Maaf Anita, aku membawa kucing milik Bayu karena Merry tidak menyukainya.Dia ingin membuang mereka ke pasar jadi kuputuskan untuk membawanya pulang," kata Jimmy.


Anita tersenyum dan mengambil satu gelas teh hangat dari tangan suaminya.


"Aku juga punya kucing di rumah,tapi mereka dikurung saat kalian ke rumah.Takut mengganggu," kata Anita.


Jim tersenyum lega saat Anita menggendong kucing hitam yang berbulu indah di kaki suaminya.Jim mengambil satu box makanan dan dua mangkuk kecil.Ia segera menuang makanan itu dan dua ekor kucing itu segera memakannya dengan senang.

__ADS_1


"Jim,aku tidak menyangka hatimu sangat lembut.Kau mudah tersentuh walau banyak yang mengatakan kau berhati batu," Anita memeluk suaminya yang duduk menyebelahinya.


"Karena aku punya ahli batu yang sanggup menghancurkan batu besar di hatiku hingga berkeping keping.Itu adalah dirimu Anitaku," Jim meletakkan gelasnya di atas meja.Ia segera merengkuh dan meraih tengkuk Anita. Dengan lembut keduanya saling berciuman menikmati indahnya pagi.Jim menendang pintu dengan kakinya tanpa melepaskan pagutannya.


__ADS_2