CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption102


__ADS_3

Jim dan Anita tampak terkejut ternyata di halaman rumah ramai sekali.Pak Heri,bu Aminah,Dimas anak dan istrinya,Yuki,Arman, Corvin,Marcel,Pak Pur,Edy semuanya ada di situ.Jim tersenyum lebar mendapat kejutan seperti itu.Ia tahu pasti Jack yang membawa mereka ke sini.


"Hei sejak kapan kalian ada di sini?" tanya Jim.


"Kami baru datang Boss, main kabur aja kami belum mengucapkan selamat,"kata Corvin.


"Kami kangen Boss, di rumah sepi.Tidak ada yang rewel minta dibuatkan ini itu," kata Arman.Jim tersenyum senang ada yang bilang kangen padanya.


"Hei ini aku sedang berusaha membuat beberapa yang akan membuat kalian semua kerepotan.Doakan segera jadi ya, aku berharap langsung dua atau tiga," kata Jim yang langsung disambut gelak tawa dari semua yang ada di situ.


Anita hanya tersenyum malu melihat jawaban Jim atas ledekan dari anak buahnya.


"Hei mana Lucas dan Julian?" tanya Jim.


"Mereka pergi ke pantai membeli ikan asap, aku juga menyuruhnya membeli paprika kesukaan Anita di supermarket," jawab Jack.


"Hei, Jack bagaimana kau tahu Anita suka paprika? Kenapa tidak memberitahuku?" bisik Jim di dekat telinga Jack.

__ADS_1


"Kau kan benci paprika,makanya dia tidak pernah makan di depanmu.Kadang di dapur aku melihatnya membuat tumisan paprika merah untuk makan siang," jawab Jack.


"Dasar kau ini,harusnya kau beri tahu aku.Aku bisa belajar memakannya," Jim memukul lengan Jack.


Sementara Anita mendekati Yuķi yang sedang memanggang beberapa sayuran dan daging. Sepertinya semua orang asyik membuat makanan seperti yang mereka mau.


"Yuki,bagaimana pekerjaan di kantor? Apa Arron sering membuatmu repot?" tanya Anita.


"Nona, semua kupelajari dengan baik.Aku selalu berusaha bekerja sebaik dirimu.Tapi mungkin karena Tuan Arron hanya ingin kau yang membantunya,jadi kadang semua yang kukerjakan dan dikerjakan orang lain tidak ada yang benar," jawab Yuki.


"Yuki maafkan aku ya, pasti berat bekerja dengan Arron.Apa kau melaporkannya kepada Jim tentang kesulitanmu?" tanya Anita.


"Arman, ini. Jangan enak enakan di situ ya." Tiba tiba Julian dan Lucas datang dengan membawa dua kantung plastik besar dan menyerahkannya ke tangan Arman.


"Apaan itu Julian?" tanya Anita.


"Apalagi, Jack menyuruhku memborong paprika di supermarket," Julian duduk dengan kesal. Anita tersenyum senang dan menghampiri Arman.

__ADS_1


"Arman,apa itu paprika?" tanya Anita.


"Iya Nona,akan kubuatkan.Tunggu saja dan duduk santai." Anita tersenyum senang.


"Hei, kenapa kau sebahagia itu melihat paprika? Jim selalu marah marah kalau melihat paprika di piringnya," gerutu Julian.


"Aku kan makan sendiri,bukan menaruh di piringnya.Kau juga harus mencoba menyukai makanan sehat, bukan makan junkfood terus," jawab Anita.


"Paprika merah,hijau,kuning.Seperti makan lampu lalu lintas saja.Aku mau panggang cumi Arman, buatkan," teriak Julian.


"Tunggu giliran Tuan,aku mau buatkan Nona dulu," kata Arman.


"Kenapa tidak kau bawa anak buahmu ke sini?" marah Julian.


"Biar kubuatkan," kata Yuki yang tiba tiba muncul.


"Ya terimakasih Yuki," kata Julian.

__ADS_1


Anita duduk di karpet yang digelar di atas rumput menikmati daging dan sayur panggang yang tadi dibuat Yuki.Arman juga datang dan meletakkan sepiring penuh tumis paprika warna warni yang hampir membuat air liurnya menetes.Jim dan Jack datang dengan membawa Cumi asam manis bakar dan kepiting saus pedas yang tadi mereka buat.


Jack mengundang semua orang untuk mendekat dan ikut makan bersama mereka.


__ADS_2