
Julian Anggoro kembali ke ruangan dengan wajah yang masih penuh dengan amarah.Ia duduk kembali sementara semua orang diam dan menundukkan wajahnya.
“Jangan berikan informasi apa pun kepada Jimmy dan Julian junior OK?Hanya aku yang berhak memberi informasi kepada Jimmy,” kata Julian Anggoro.
“Corvin,aku minta sepuluh orang terlatih yang tidak bertapang seperti pengawal dan tidak pernah berinteraksi dengan Anita.Aku akan atur waktu untuk pergi ke Jogja bersama mereka.Dan kamu Hans, pantau terus keberadaan Anita.”
“Baik Tuan,” jawab Corvin dan Hans bersamaan.
“Marcel, apakah perusahaan bermasalah?” tanya Julian Anggoro.
“Bukan masalah besar Tuan,Pabrik pengolahan susu sudah lebih tertata berkat tangan Nona beberapa waktu lalu.Untuk Impack International sudah lebih terkendali sejak Tuan Julian cuti seminggu lalu,” jawab Marcel.
“Bagus,tolong bantu Arron sampai Julian kembali.”
“Baik Tuan,” jawab Marcel.
“Meeting selesai, kalian boleh pergi.”
Hans dan yang lain membereskan perlengkapan mereka.
“John,Rey kalian boleh istirahat.Aku akan panggil kalian kalau ada hal penting.”
__ADS_1
“OK Big Boss,” kata John.
Keduanya ke luar dari ruangan.
“Dicky kemarilah,aku ingin bicara denganmu,”kata Julian Anggoro saat Dicky bangkit dari duduknya.
“Iya Om.”
Dicky duduk di dekat Julian Anggoro.
“Papamu apa kabar?”
“Baik Om, masih ngurusi beberapa urusah hukum yang berhubungan dengan Jimmy.Hampir selesai,” jawab Dicky.Julian Anggoro mengangguk angguk.
“Sebelumnya Hans sudah mengurai video itu.Semua video itu memang asli.Tapi video yang ke tiga itu asli tapi sudah direkayasa suaranya.Pria yang ada di video ranjang itu bukan Jimmy. Postur tubuh memang hampir sama, tapi kulit Jimmy lebih gelap dari itu.Di pundak pria itu ada tato,sedangkan Jimmy sangat benci orang bertato. Sepertiya video itu sengaja dibuat untuk memprovokasi Anita,” jawab Dicky.
“Aku tahu,Jimmy tidak pernah pergi sendiri saat bertemu Viola atau orang lain.Pasti bersama Romeo dan Lucas atau bersama Romeo dan Tissiano. Jadi tidak mungkin Jimmy melakukan hal seperti itu tanpa mereka tahu.Lagi pula tidak mungkin dia berbuat begitu,” kata Julian Anggoro.
“Apa semua sudah beres Om? Kenapa Jimmy tidak pulang bareng sama Om? Apa dia tahu Anita pergi dari rumah?”
“Itulah masalahnya, semua jadi kacau gara gara Julian bodoh itu mengirimkan video video itu dari ponsel Anita kepadaku dan ketahuan oleh Jimmy.Dia mengamuk saat tidak menemukan ponselnya di dalam brankas di kamarnya,” jawab Julian Anggoro.
__ADS_1
“Bagaimana ceritanya sampai ketahuan Om?”
“Jimmy telpon ke Indonesia pakai ponselnya Lucas, tapi semua orang beralasan Anita sedang tidur dan lain lain. Dia marah marah merasa dihalangi setiap mencari Anita.Waktu itu baterai ponsel Lucas habis, kami semua mau makan malam.Dia memakai ponselku yang tergeletak di meja makan yang untuk menelpon karena tidak menemukan ponselnya. Dia melihat kiriman video itu dan membaca chat Julian yang belum sempat aku baca.Kau bisa bayangkan kan seperti apa kelanjutannya?Dia menelpon Anita tapi tidak aktif.Jimmy mengamuk dan menghancurkan barang barang yang ada di ruang makan dengan tongkat baseballnya.”
“Harusnya dia buru buru pulang ke Indonesi kan kalau tahu Anita pergi dari rumah.Ini kenapa dia malah tidak pulang?”
Julian Anggoro menghela nafas panjang.
“Romeo melacak sinyal terakhir ponsel Jimmy dan ketemu di lemari Emily.Jimmy pingsan terkena Gerd yang cukup parah setelah menghajar Emily sampai koma dua hari.Untung kami semua ada di rumah waktu itu. Kalau tidak mungkin Emily sudah meninggal karena pukulan tongkat baseball yang bertubi tubi di kepalanya.Dicky aku tidak bisa berfikir waktu itu karena kejadian itu begitu cepat.Jimmy juga tidak sadar selama sehari itu.”
Julian Anggoro menakupkan telapak tangan ke mukanya.Pria yang tampak tegas dan tak kenal ampun itu menangis di depan Dicky.
NB: Bonus
Bonus ya...
Bagi pembaca Novel Outhor yang lain
"LOVE YOU"
bentar lagi di Up, tunggu ya...
__ADS_1
Thank you so much untuk semua dan support untuk Author ya
Take care