
Jim menguncangkan bahu Anita karena kekasihnya itu tiba tiba diam.
"Nita Sayang," Jim mencoba mengganggu dengan menggelitikinya.Tapi tidak seperti biasanya Anita tidak bereaksi.Jim mengambil ponsel di sakunya,beberapa saat menunggu telpon itu tidak diangkat dan akhirnya terputus.
"Bagaimana kalau mereka tidak bisa menerimaku? Mengambil semua yang mereka berikan kepadamu.Apa kau mau meninggalkannya dan hidup bersamaku? Aku tidak masalah kau tidak memiliki banyak uang, Aku.." Anita tidak mampu meneruskan kata katanya.Jim mengusap air mata Anita dengan jarinya.
"Dengar Sayang,kamu tidak perlu khawatir kalau kita diusir dari rumah ayahku yang besar itu.Akan kubelikan rumah yang jauh lebih baik dari itu.Kau bisa pilih rumah seperti apa yang ingin kita tinggali.Aku tidak keberatan walaupun harus dicoret dari keluarga Anggoro.Aku tidak butuh warisan ayahku.Semua yang kumiliki saat ini adalah hasil jerih payahku sendiri.Jadi aku tidak perlu meninggalkan apa pun untuk hidup bersamamu," Jim menarik nafas panjang karena harus menjelaskan begitu banyak kepada Anita.
"Sudah ya,jangan berfikir macam macam." Jim mengeratkan pelukannya, menyandarkan dagunya di pundak Anita.
Tiba tiba ponsel Jim berbunyi, pria itu melihat sebentar kemudian mengangkatnya.
"Mom, I miss you," katanya senang.
"Thanks my dear.You just call me, right? wanna discuss something with me,Champ?"
"Jangan memanggilku seperti itu Mom,malu,"
Jim terkekeh dipanggil ibunya jagoan.Anita merasa rikuh karena Jim melakukan video call sambil memeluk erat dirinya.Wanita itu tersenyum kepada Anita,ia merasa malu karena wanita itu adalah ibunya Jim.
__ADS_1
"Jim lepaskan,jangan begini?" Anita mencoba menyingkirkan tangan kekasihnya itu.
"Sudah diam," Jim tidak mau melepaskan pelukannya,dan tiba tiba "cup" ia mencium bibir Anita.
"Wow,Anita.My God,I never see my Son like that." Ibunya Jim berteriak histeris melihat anaknya memperlakukan Anita seperti kebanyakan pria.Anita tersenyum malu.
"Sorry Mame," kata Anita.
"It's ok.Hi,Anita.Saya Ariana Gerivaldi istri Julian Anggoro.Saya ibunya Jimmy yang sedang memelukmu itu," wanita itu tersemyum manis.
"Hi,nice to meet you Mame.Dari mana Anda tahu kalau saya adalah Anita?"
"Jim sering mengirim foto2 kalian.Anita, do you love my son?"
"Will you marry him?"
"I do," jawab Anita.Wanita itu tersenyum lebar.Bahagia tampak tersirat di wajahnya.
"Beri saya banyak cucu.Jim I promise you, I will stay in Indonesia,look after your children."
__ADS_1
Jim tersenyum senang.
"Really? Bagaimana kalau daddy refuse?" tanya Jim.
"He promised me about that.Factory akan diserahkan kepada Jonathan.Mom akan bekerja kembali di rumah sakit," jawab Ariana.
"Anita,kau dengar sendiri kan? Mom akan merawat anak anak kita kalau kau memberikan dia cucu," Jim terkekeh senang.
Anita tersenyum malu.
"Anita,saya ingin sekali bicara banyak.Tapi itu nanti saja.Saat kalian menikah, kami semua akan pulang.Saya ingin berbincang denganmu okey?" Wanita itu tersenyum manis, dia sangat cantik,masih terlihat gurat kecanyikannya.Wajah Jim memang lebih mirip dengannya.
"Anita,are you ok dear?"Anita tergagap, ia tersadar dari lamunannya.
"Yes Mrs.Ariana,I will wait for that time," jawab Anita.
"Jim, jaga Anitamu Sayang.Mom harus kembali bekerja.Take care," kata Ariana.
" Yes Mom,I will."
__ADS_1
"I love you,bye Anita," Ariana melambaikan tangannya dan video call itu terputus.
Anita menyandarkan kepalanya di dada Jim, hatinya sedikit lega setelah berbicara dengan ibu kekasihnya itu.