CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption57


__ADS_3

Anita masih sibuk memeriksa dompet Julian.


"Mana foto pacarmu Julian? Eh ini kenapa ada fotoku?" tanya Anita.Jim beringsut pindah duduk di dekat Julian.


"Ampuun Anita,kita ini mau sarapan,kenapa malah ribut begini," protes Julian.


"Jawab Julian,kenapa ada fotoku di dalam dompetmu?" tanya Anita lagi.


"Itu cuma buat nakuti copet sama tuyul," jawab Julian asal.Dengan keras Anita menjitak kepalanya hingga Julian mengaduh.


"Heis alasan ndak mutu,sini biar aku yang simpan."Jim mengambil foto itu dan memasukkan ke dompetnya.


"Eh,jangan.Itu punyaku." Julian mencoba mengambilnya kembali.


"Simpan foto pacarmu,bukan foto pacarku," Jim menepiskan tangan Julian.

__ADS_1


"Ada apa ini?Kenapa ribut sekali?" terdengar suara Ardian dari pintu samping.Anita segera mengembalikan dompet itu kepada pemiliknya.Gawat,bisa kena semprot ayah, gumam Anita.


"Ayo sarapan." dengan cekatan Anita mengambilkan sarapan untuk ketiga tamunya. Jim tersenyum melihat wajah panik Anita. Ia benar benar takut dengan kemarahan ayahnya.


"Sudah mau balik Nak?" tanya Ardian seraya mengambil sarapannya.Anita membagikan beberapa gelas susu hangat untuk semua orang.


"Iya ayah,kami harus kembali bekerja.Jim mampir ke rumahku dulu ya,seragamku ada di rumah," pinta Anita.


"Tidak usah pake seragam?kamu kan cuma sebentar ke pabrik.Nanti kalau ada yang protes suruh ke ruanganku,akan kupecat dia," jawab Jim.


"Aku mau berkemas dulu," Anita bergegas pergi ke kamarnya dan mengemasi beberapa barang miliknya.Ibu Anita menghampiri putrinya dan mencium lembut pipinya.


"Jaga diri Nak,nurut apa kata Ayah.Sering sering telpon rumah,kalau ada libur pulang ya, ibu suka kangen," Anita menganggukkan kepalanya.


"Jim,nitip putriku.Jaga dia dan peganglah janjimu," kata Ardian.

__ADS_1


"Tentu Ayah," jawab Jim.


"Ayah,sisa uang delapan ratus juta saya tinggal di sini,pakailah memperluas bangunan gedung untuk peternakan Ayah.Selebihnya akan diurus Julian," kata Jim seraya menyeruput susu hangatnya.


"Tidak sekarang Nak,bawalah uang itu. Setelah kalian menikah barulah kuterima bantuanmu,"tolak Ardian.


"Aku ingin Ayah merekrut warga yang kurang mampu di sini untuk bekerja.Jadi jangan menunda pekerjaan ini,jangan menunggu kami selesai menikah.Setidaknya tempat tambahan sudah selesai.Aku juga berencana memanfaatkan biogas untuk diberikan kepada mereka,supaya pengeluaran mereka juga sedikit berkurang," jelas Jim.Ardian menghela nafas panjang.


"Baiklah,kau ini memang anak baik Jim. Kau begitu jeli melihat sekitarmu.Baiklah kita mulai saja rencana itu," kata Ardian kemudian menepuk bahu calon menantunya itu.


Setelah selesai makan mereka pun berpamitan.Jack menyetir sendiri dan kembali ke rumah,sedangkan Anita ,Jim dan Julian menuju ke Impack International untuk menyelasaikan pekerjaan mereka.Anita membuka pintu ruang Accounting yang langsung disambut gembira beberapa rekan kerjanya.Arron yang sudah sejak pagi menunggunya memberi isyarat supaya segera duduk di depan mejanya.


"Lai, Wo deng ni henjiu(kemarilah,aku sudah lama menunggumu)."Anita segera duduk di depan meja Arron.Anita tersenyum saat Arron memandanginya begitu lama.


"Sheme she(ada apa)?" tanya Anita sambil melambaikan tangannya di depan Arron.Pria tampan itu tersenyum lembut.

__ADS_1


"Meiyou,Wo xiang ni eyi(tidak,aku hanya merindukanmu saja)," jawabnya. Keduanya tersenyum.Arron memberikan selembar kerta yang berisi gambar beberapa mesin produksi kepada Anita dan gadis itu pun menerka nerka mungngkin akan ada pemeriksaan fikirnya.


__ADS_2