CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption302


__ADS_3

Pagi itu setelah sarapan Jimmy membawa Anita pergi bekeliling kota Roma.Jimmy memutuskan menyetir sediri dan pergi berdua saja dengan Anita.Sementara John dan asistennya mengantar yang lain ke tempat tempat yang ingin mereka kunjungi.Seperti biasanya Julian Anggoro diam diam mengirim pengawal untuk mengikuti putra dan menantunya itu.


Jimmy membawa Anita ke sebuah tanah yang sangat luas,sepertinya sangat bagus untuk nongkrong,ada banyak sarana olah raga seperti lapangan bola basket,panjat dinding, tennis,lapangan sepak bola kecil,dan tempat tempat duduk dari marmer. Tapi pagi itu sangat sepi, tidak ada orang sama sekali.


"Ini adalah tempatku nongkrong bersama Romeo,Fortis dan Tissiano tiap sore,dari kecil mau pun setiap kali aku datang ke sini," kata Jimmy.


"Tapi kenapa sepi sekali?" tanya Anita.


"Tanah ini milik keluarga Romeo, katanya mau direnovasi,jadi sementara tidak boleh digunakan.Terminal tempat kita mendarat kemarin juga milik Romeo," jawab Jimmy.


"Temanmu lumayan tajir ya."


"Iya,dia memang dari keluarga berada. Beda dengan Fortissimo dan Tissiano. Fortis dan keluargaku dulunya bertetangga,ayahnya seorang penegak hukum.Dia temanku sejak kecil kalau aku ada di sini.Tissiano adalah anak dari orang kepercayaan ayahku.Dan sekarang keduanya menjadi tangan kanan ayahku.Merekalah yang sekarang menjalankan perusahaan pengolahan susu dan produk lain seperti keju,butter milik Daddy," kata Jimmy.


"Ayah mertua sekarang lebih suka mengikutimu." Anita tertawa.


"Sepertinya Mom juga sudah menyerahkan jabatannya sebagai vice president rumah sakit.Mereka memang sudah saatnya santai di rumah.Bermain bersama cucu cucu mereka.Anita, kedua putra kita sepertinya sangat dinanti oleh mereka.Daddy benar benar tidak main main menjagamu," kata Jimmy.


"Benarkah?"


"Iya.Pengawal Daddy dan Romeo ada di mana mana.Sudahlah,jangan hiraukan mereka.Ayo kita keliling kota Roma, jalan saja,apa kau tidak ingin membeli beberapa pakaian,tas sepatu? Aku juga ingin membeli beberapa.Kalau waktunya cukup kita pergi ke colesium, air mancur Trevi dan lainnya," kata Jimmy.


"Ayo," kata Anita senang.


Jimmy tersenyum melihat wajah sumringah istrinya.


Keduanya bergandengan tangan menyusuri jalan kecil menuju mobilnya.


Setelah puas berkeliling kota Roma, berbelanja pakaian,pergi ke rumah cokelat,membuat bentuk cokelat sendiri dan memakannya sendiri. Hal hal mengasyikkan mereka lakukan hanya berdua.Itu adalah hal yang sudah lama ada di angan Jimmy yang baru bisa ia wujudkan saat ini.


Saat perjalanan pulang,Anita tak henti hentinya menyungging senyum melihat ke luar jendela.Angin dan suasana musim gugur yang mengesankan, hal baru yang tak pernah ia rasakan. Jimmy mengecup singkat bibir merahnya saat berhenti di lampu merah.Suasana mulai gelap,sudah jam tujuh lebih.


"Sebentar lagi sampai,kita shalat di rumah saja," kata Jimmy.


"Ya," jawab Anita.


Ponsel Jimmy bebunyi,ia segera menekan pengeras suaranya.Terdengar suara Julian Anggoro yang menanyakan keberadaan mereka. Jimmy tertawa kecil,bisa bisanya ayahnya itu berpura pura.Ia tahu banyak pengawal yang mngikutinya dari tadi, ia yakin kalau ayahnya meminta Romeo mengirim beberapa pengawalnya untuk mengikuti ke mana pun mereka pergi.Jimmy tahu betul kode dan isyarat milik pengawal Romeo.


"Sebentar lagi sampai rumah,Dad.Gak usah khawatir," kata Jimmy lalu memutus panggilan.


Jimmy melihat ke arah Anita yang ternyata tertidur.Anita tampak kelelahan tapi tersenyum bahagia. Jimmy mempercepat laju mobilnya supaya segera sampai di rumah.


Sampai di depan pintu utama ia mencium bibir istrinya untuk membangunkannya.Karena saat ini sudah sangat berat untuk menggendong Anita seperti dulu.


"Ah,sudah sampai.Maaf,maaf aku tertidur," kata Anita sedikit tergagap karena kaget.


Anita agak terhuyung saat ke luar dari dalam mobil.Jimmy segera menpang tubuhnya.Julian Anggoro sudah menunggunya di depan pintu seraya melipat tangan di dadanya.


"Kenapa pulangnya kemalaman?" tanyanya ketus.


"Daddy ini,aku biasa pulang tengah malam nggak diomeli.Ini baru jam tujuh Dad,masih sore," kata Jimmy seraya berjalan melewati ayahnya.

__ADS_1


"Daddy nggak kuatir sama kamu,Daddy khawatir Anita sakit.Cuaca semakin dingin,ngerti nggak?" marah Julian Anggoro.


"Ayah Mertua,Nita nggak pa pa.Ini saya bawakan oleh oleh cokelat,ini saya cetak sendiri lho," kata Anita seraya menyodorkan sebuah paperbag kepada ayah mertuanya.


Dengan enggan pria paruh baya itu menerimanya.


Ariana yang baru tahu Anita datang segera menyambut dan membawanya masuk ke ruang makan.Ia segera membuatkan susu untuk menantu cantiknya.


"Mom..." kata Anita.


"Do what I say (lakukan yang aku katakan).Eat this (makan ini)."


Ariana menyodorkan sebuah roti isi daging asap dan mayonaise.Ia juga menambahkan salad sayuran di dalamnya.


Sepanjang hari itu Anita memang tidak makan sesuatu,hanya pastry dengan butter yang Jimmy belikan.


"Jangan sembarangan makan,kasihan cucuku kalau dikasih makan cokelat doang," kata Julian Anggoro yang baru duduk dan menikmati coklat yang tadi Anita adon dan cetak sendiri.


Ariana tersenyum melihat suaminya yang benci coklat bisa begitu santai memakan coklat bawaan menantunya.


"Ayah mertua harusnya maklum,aku bingung di sini mau makan apa.Tidak seperti di Indonesia bisa makan di mana saja," jawab Anita.


"Makanya kalau ke luar bawa bekal dari rumah,jangan asal ngeloyor aja.Makan buah kan nggak harus ada sertifikasi halal.Di kulkas itu ada banyak varian keju,susu kemasan,yogurt,Butter.Itu semua dari pabriknya Daddy.Tidak ada campuran zat yang diharamkan di situ. Kalian kan bisa bawa.Makanya aku kaget kalian habis sarapan sudah ngilang saja," gerutu Julian Anggoro.


"Ya,kalau pamitan sama Daddy,Daddy pasti ikut.Kapan dong kita honeymoon nya,kakeknya Junior ikut terus," kata Jimmy yang baru muncul dengan rambut yang masih basah dan duduk di dekat Anita.


Ia memakan roti isi buatan ibunya di atas meja.


"Koq sepi Mom,yang lain ke mana? Mom nggak praktek di klinik?" tanya Jimmy.


"Tadi Mom ke klinik sebentar,sudah ada dokter lain jadi Mom pulang.Mom sudah atur bertugas seminggu tiga kali saja.Di rumah sakit juga sementara Mom hanya lima hari kerja not fullday. Mom mau fokus pada Anita selama kalian di sini," kata Ariana.


"Jack dan yang lain belum pulang Dad?"


"Mereka pergi ke Venice,katanya mau nginap di sana beberapa hari.Anita, habis ini kau istirahatlah," kata Julian Anggoro.


Anita hanya mengiyakan dengan anggukan.Setelah Jimmy menghabiskan makanannya, ia segera mengajak Anita ke kamarnya.


Ada yang aneh saat Anita masuk ke kamar Jimmy.Almari yang berisi berbagai macam mainan Jimmy berpindah tempat dan ada pintu yang terbuka lebar di situ.


"Masuklah,ini adalah tempatku dan teman teman hangout kalau aku ke sini. Dan yang di lantai atas itu kamarku yang sekarang.Aku sudah memindahkan barang barang kita, kemarin aku capek sekali jadi kita tidur di kamar sempit itu. Di sudut itu ada musolla kecil.Mandilah dulu, habis itu kita shalat magrib sebentar lagi," kata Jimmy seraya mencium bibir Anita yang masih bengong.


"Kalau masuk waktunya ya shalat sekarang saja."


Anita bergegas masuk ke kamar mandi di sebelah musolla kecil itu.


Seusai Anita segera naik ke atas, tangga yang cukup landai dibuat agak memutar dan lebar.Ruangan itu begitu luas, ada sofa, dan kasur besar yang digelar di atas karpet di depan TV 36". Ada rak CD yang lumayan besar dan satu Box Joystick.Huh,itu mungkin buat main game rame rame.


Jimmy yang duduk di depan TV segera menyusul Anita yang tampak tidak fokus menyusuri tangga.


"Sayang,jangan begitu dong jalannya. Nanti kepleset."

__ADS_1


Jimmy menggandeng tangan Anita dan membawanya ke kamar kebesarannya.


Lagi lagi Anita bengong melihat kamar Jimmy yang begitu rapi dan nyaman. Tempat tidur yang besar, ada meja makan kecil di dekat jendela kaca yang hampir memenuhi satu sisi dinding. Sofa, kulkas,kitchen set lengkap dengan microwave dan sebagainya.


"Itu kamar mandinya," kata Jimmy seraya menggeser dinding kaca buram yang ada di sisi yang lain.


Lagi lagi Anita bengong di kamar mandi.


"Yaa,ampun istriku.Apa aku juga perlu memandikanmu?Kenapa dari tadi bengong terus? Aku jadi tidak tega ninggal sendiri," kata Jimmy.


"Kamarmu lebih mewah dari hotel bintang lima," kata Anita.


"Cepatlah mandi,nanti di rumah akan kubuat kamar kita seperti ini kalau kau suka," kata Jimmy seraya menyalakan air hangat di bathub.


Anita masih melihat sekeliling,ada jakusi juga di sudut ruangan.Kalau tirainya dibuka,bisa melihat pemandangan di bawah sana,taman bunga yang mungkin dibuat oleh ibu mertuanya.


Jimmy membantu melepaskan pakaian Anita karena istrinya itu seakan tidak mendengarkan dirinya.


Anita terkejut saat Jimmy mencium bibirnya begitu intens dan bersemangat. Ia bahkan ikut melepas pakaian yang dikenakannya.Jimmy melepaskan Anita saat wanitanya hampir kehilangan nafasnya.


"Anita,aku.."


"Aku juga ingin," kata Anita seraya menarik tengkuk Jimmy dan kembali menautkan bibir mereka.


Anita menjerit saat Jimmy menceburkan dirinya ke dalam bathtub. Ia sampai terengah engah karena takut jatuh,tapi Jimmy menggenggam tangannya begitu erat.


"Jimmy!" Anita memukul lengan Jimmy dan prianya itu pun tertawa senang.


Bath tub di kamar Jimmy cukup besar, ia memangku Anita yang duduk membelakanginya dan mengelus perutnya.


"Hai Junior,Daddy permisi sebentar ya jangan nakal," kata Jimmy saat ada pergerakan halus di perut istrinya.


Anita terkikik karena geli dengan perkataan Jimmy.


Jummy mengambil sabun cair berbau rose yang tadi ia minta pada bi Muna. Ia menyuruh bi Muna minta sabun mandi yang biasa dipakai ibunya.


"Kenapa ada sabun mandi perempuan?" tanya Anita.


"Dih,ini aku minta stoknya Mommy. Takut kamu muntah kalau pakai sabun mandiku lagi," kata Jimmy seraya mengaplikasikan sabun ke tubuh Anita dengan Foam.


Anita sangat menikmati pijatan pijatan kecil yang dilakukan suaminya.


Jimmy segera membersihkan sabun dengan shower saat melihat Anita memejamkan matanya.Ia cepat cepat membuka katup pembuangan air.


"Lho koq sudah?" tanya Anita kaget.


"Kita lakukan di kamar saja,bahaya di kamar mandi.Kalau kamu ketiduran bagaimana nasibku yang sudah kenceng begini," kata Jimmy seraya membalut tubuh Anita dengan handuk dan mengangkatnya ke kamar.Jimmy menyalakan penghangat ruangan dan mendekatkan dirinya pada Anita yang sedang sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Jimmy yang tidak memakai apa pun langsung menyusup ke dalam selimut yang menutupi tubuh Anita hingga ke perutnya.


Jimmy mengambil handuk dari tangan Anita dan melakukan tugasnya.

__ADS_1


__ADS_2