CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption37


__ADS_3

Dokter Merry segera membereskan peralatannya.


"Untung saja tekanan darahnya tidak drop. Kalau sampai obatnya sudah habis belum membaik,bawa dia ke tempatku.Akan ada tindakan lain.Semoga dengan ini sudah cukup,sudah kuberikan obat terbaikku untuknya.Pastikan dia meminum obat itu ya,"


Merry bangkit dari duduknya.


"Baiklah,terimakasih.Maaf harus merepotkan kalian pagi buta seperti ini," kata Jim.Merry tersenyum. Jim mengantarkan Merry ke luar dari kamarnya.


"Itulah gunanya teman.Kami senang menjadi dokter keluargamu.Dari sejak kakekku,Ayahku mereka menjadi dokter keluarga Anggoro. Dan sekarang aku dan suamiku kau percayai untuk keluargamu, kami sangat senang Jim. Anita kelihatannya gadis yang menarik dan menyenangkan, jagalah dia. Kau sangat berbeda setelah bersamanya menurutku," kata Merry, Jim tersenyum.


"Apa yang terlihat berbeda?" tanya Jim.


"Kau tampak lebih tenang,senyummu lebih enak dilihat,kau juga tidak mudah terpancing sekarang," Merry terkekeh.


"Karena dia selalu memarahiku kalau aku gampang emosi," jawab Jim.


"Itulah hebatnya, biasanya kau lebih galak dari orang yang memarahimu.Sekarang dengan suka rela kau dimarahi olehnya." Merry tertawa lebih keras hingga Bayu yang sedari tadi menunggu di sofa nenoleh ke arah mereka.

__ADS_1


"Bagaimana Sayang? Apa ada sesuatu yang terkoyak?" tanya Bayu,Merry cuma tersenyum.


"Bastard, jangan cari mati ya.Aku tidak pernah kasar padanya."Bayu mengaduh saat Jim meninju lengannya.Bayu langsung mengusap usap lengannya.


"Hey Jerk, kau benar benar jatuh cinta rupanya.Ayo Sayang, kita pulang, aku bisa pingsan kalau terus di sini." Bayu menggandeng tangan Merry.


"Hey,kalian tidak sarapan dulu?" kata Jim.


"Nggak, yang punya rumah galak," jawab Bayu.


Sementara itu di dalam kamar,Anita memakai pembalut yang diberikan Yuki.Kakinya sudah bisa digerakkan dan sakit di perutnya juga sudah jauh berkurang.


"Nona berbaring di sofa dulu ya, biar saya bereskan tempat tidurnya." Yuki memapah Anita ke sofa.


"Taruh di keranjang saja Yuki,biar aku cuci sendiri," kata Anita.


"Nona ini bicara apa,tugasku melayani Nona, biar kubereskan.Di rumah ini ada limapuluhan orang dipekerjakan Tuan.Gaji kami juga beberapa kali lipat dari yang seharusnya. Kalau Nona mengerjakan sendiri, kami kerja apa Nona?"

__ADS_1


"Maksudku bukan begitu Yuki, itu ada darahku, akan kubersihkan sendiri,"kata Anita.


"Sayang sudah jangan keras kepala.Yuki segera bereskan, bawa ke belakang," kata Jim yang tiba tiba muncul di belakang mereka. Yuki mengangguk dan membawa sprei, bed cover dan baju tidur Anita yang terkena bercak darah.Jim duduk di samping Anita dan menggenggam tangannya.


"Maafkan aku,Sayang.Aku tidak di sampingmu saat dirimu merasakan sakit. Maafkan aku," Jim mencium tangan Anita.


"Apakah setiap haid seperti ini?" tanya Jim. Anita menggelengkan kepalanya.


"Dulu waktu masih kuliah pernah sekali,tapi tidak separah ini.Biasanya tidak langsung keluar banyak begini. Maafkan aku, jadi merepotkan banyak orang," Anita mengusap rambut belakang Jim.


"Harusnya aku tidak pergi tadi, waktu bicara di telpon kau baik baik saja. Harusnya aku meminta Yuki menemanimu sebelum aku pergi.Anita, tadi aku takut sekali. Ini pertama kalinya aku melihat wanita sedang haid. Apa sekarang masih terasa sakit?" tanya Jim.


"Tidak terlalu,sudah seperti biasa.Jangan cemas,dulu sakit seperti itu menyerang cuma kurang lebih limabelas menit lalu hilang sendiri.Tapi tadi itu, aku mengira nyawaku sedang dicabut,luarbiasa sakit, sampai bernafaspun sangat sulit," jawab Anita. Jim segera memeluknya.


"Kau berjanji akan sampai tua bersamaku, kau harus menepati janjimu."


"Nyawaku ini bukan milikku juga bukan milikmu Jim.Janji itu akan kutepati selama aku masih bernafas," Anita mengusap kepala kekasihnya itu.Jim memeluk Anita dalam diam.

__ADS_1


__ADS_2