
Kembali dari Musolla, Jimmy mendekati Anita yang tertidur pulas.Sejenak ia memandangi wajah istrinya yang tampak semakin cantik dan mempesona.
“Terimakasih bersedia hidup susah bersamaku Anita.”
Jimmy segera membaringkan tubuhnya di sebelah Anita dan memeluknya.☆☆☆
Pagi menjelang, matahari sudah meninggi.Anita mengguncangkan bahu Jimmy yang masih erat memeluknya.
“Jim, bangun di luar banyak orang.” Anita mengguncang bahu Jimmy sekali lagi.
“Mmm, biarin aja,” jawab Jimmy.Anita meraih ponsel di atas nakas.
“Hah, sudah jam delapan lebih,” bisik Anita kaget.Jimmy langsung membuka lebar matanya.Ia mendengar suara Bayu juga Julian di luar. Jimmy membasuh mukanya di wastafel dan mengeringkan nya.Ia segera membuka pintu karena di luar sangat berisik.
Jimmy kaget karena di situ ada Bayu,Merry,Nesya dan dua orang asistennya,Julian dan Arron juga Li Zen.
“Kalian semua ke sini mau demo ya? Kenapa barengan begini?” Jimmy membuka lebar pintu ruang rawat Anita.
“Aku mau priksa pasien bukan mau berkunjung,” jawab Nesya yang tampak kesal karena harus menunggu pasien bangun.
“Mau periksa ya langsung saja,” kata Jimmy.
“Mau periksa gimana, yang diperiksa masih pelukan,” jawab Nesya.
__ADS_1
“Raja mah bebas,” kata Bayu. Jimmy langsung mengemplang kepalanya.
“Silahkan periksa dokter,” kata Anita.Jimmy mengajak semua ke ruang tamu saat Anita diperiksa.Dokter Nesya segera melakukan tugasnya.Ia menggerakkan alat USG di perut Anita.
“Janin di rahimmu keadaannya sangat baik Nona, jaga asupan gizimu ya.Minum susu harus rutin.Vitamin juga tidak boleh lewat.Terutama makan daging, supaya terhindar dari animea selama kehamilanmu.Makan yang banyak mengandung kalsium,seperti bayam, kangkung,sari kedelai,keju, yogur juga telur asin,”kata Nesya.Anita mengangguk mengerti.
“Apa dini hari tadi sudah dikasih injeksi terakhir?” tanya Nesya pada asistennya.
“Sudah Dok,” katanya.
“Selang infusnya bisa dilepas,” kata Nesya lalu menuliskan sebuah resep.
“Fika, kamu ambil sample darah Nona Anita.Resti tolong ambil obat dan vitamin ini ke apotek rumah sakit ya,ini harus segera diminum,” kata Nesya.
“Nona mau ke mana?” tanya Nesya.
“Mau menemui mereka.”
“Nona hanya boleh berbaring, sampai di rumah juga hanya boleh berbaring di tempat tidur sampai besok.Lusa baru boleh jalan jalan ringan,tidak boleh mengerjakan pekerjaan rumah.Kalau sampai Nona dibawa kembali ke sini setelah pulang, saya akan menahan anda di sini sampai benar benar pulih.Harusnya masih dua hari lagi Nona di sini,” kata Nesya.
“Iya Dokter,maaf,” kata Anita lalu kembali berbaring.
Nesya menghampiri para tamu yang duduk di sofa.
__ADS_1
“Kalian boleh mengunjungi pasien tapi tidak boleh terlalu lama.Tolong bergantian,” kata Nesya kemudian ke luar dari tempat itu.Jimmy menghampiri Anita dan mencium keningnya.Arron dan Li Zen mengikutinya.
“Nita maafin aku ya, ini karena diriku yang tidak nisa diandalkan,” kata Li Zen.
“Nggak ko Zen, ini karena aku tidak hati hati dan mengabaikan hal hal penting yang kuanggap sepele.Aku sudah baikan sekarang,” jawab Anita.
“Anita..” kata Arron.
“Bu yao dan xin hao ma (Jangan khawatir ya).Wo meiyou wenti le (aku sudah tidak apa apa),” kata Anita saat melihat wajah Arron yang penuh penyesalan.
“Maaf,” katanya.
Anita memegang tangannya dan tersenyum.
“Wo hen qiang (aku sangat kuat),” Arron tertawa gemas. Dalam hati Arron berguman, andai saja kau milikku.
“Gege, fen kai ta(Kakak, lepaskan),” kata Li Zen seraya menarik tangan Arron.
Anita melepaskan tangan Arron dan melirik ke arah Jimmy yang sudah menekuk wajahnya.
“Sebaiknya kalian kembali, di perusahaan tidak ada orang.Brother could you please handle all case in the Factory for today? Julian will go with me.(Kak, bisakah kau tangani masalah di pabrik hari ini? Julian akan pergi bersamaku),” pinta Jimmy.
“Sure (tentu),” jawab Arron.
__ADS_1
Setelah berbicara sesuatu dengan Julian, Arron pamit meninggalkan Anita.Ia membawakan sekotak cokelat susu kesukaan Anita dan tentu saja Anita girang bukan main.