
Anita terbangun saat mendengar suara benda jatuh,ia mengerjapkan matanya dan mencoba mengumpulkan kesadarannya.
Jimmy tampak sedang sibuk mengumpulkan pecahan gelas dan memasukkannya ke kantong plastik.
Anita bangkit dari tempat tidur dan menghampiri Jimmy karena jari suaminya sedikit berdarah.
“Jangan ke sini Anita,masih banyak pecahan kecil.”
Jimmy menghampiri kulkas dan mengambil beberapa roti tawar di atasnya.Ia segera menekan nekankan roti tawar itu untuk membersihkan serpihan kaca.
“Jim, kenapa bisa jatuh gelasnya? Kemarilah biar kubersihkan lukanya,” kata Anita.
“Tidak apa,mungkin karena tanganku licin,” jawab Jimmy.
Anita meraih tangan Jimmy dan mengerutkan dahinya karena sangat terasa tangan Jimmy gemetar.
“Ada apa? Katakan padaku ada apa? Jimmy yang tidak takut apa pun bisa gemetar seperti ini.Apa kau sakit? Apa yang kau rasakan?” Anita segera memeluk Jimmy dan terasa sekali kalau tubuhnya juga gemetaran.
“Anita maafkan aku, lusa aku harus ke Italy tanpamu,” kata Jimmy sangat pelan,tapi Anita sangat jelas mendengarnya.Ia hanya diam tak menjawab, sejak bertemu lagi dengan Jimmy hanya dua hari saja mereka berjauhan, itu pun terasa sangat lama bagi Anita.
“Visamu sudah dapat tapi aku tidak bisa membawamu karena ini sangat membahayakan.Aku harus pergi segera karena mereka mulai mengintimidasi keluargaku.Hanya aku yang bisa menyelesaikan karena target mereka adalah aku.”
__ADS_1
“Berapa lama kau di sana?” tanya Anita.
“Mungkin tiga minggu mungkin satu bulan, mungkin lebih Anita.Tapi aku akan berusaha secepatnya menghabisi mereka.Aku harus berurusan dengan mafia besar dan membongkar tindak kriminal mereka sebelum mereka menyentuh Daddy. Tapi kamu jangan khawatir, ada Romeo dan yang lainnya membantuku.Aku akan pergi bersama Lucas karena Jack masih di Amerika.”
“Apa ini ada hubungannya dengan Viola?”
“Ya, Viola adalah putri dari Boss Mafia itu,” jawab Jimmy.
Anita melepas pelukan Jimmy.
“Kau harus percaya padaku,aku hanya mencintaimu Anita.Mereka hanya mengincar saham milikku karena aku memiliki terlalu banyak.”
“Viola menyukaimu, pria bodoh saja yang bisa menolak wanita secantik itu,” kata Anita.
Anita merebahkan dirinya dan memejamkan matanya.
“Anita...”
“Pergilah, kau harus mengutamakan orang tuamu.Aku akan baik baik saja di sini.Kau boleh pergi sampai masalahnya selesai, satu bulan, dua bulan, satu tahun.Aku akan menjaga anak ini jadi jangan khawatir,” kata Anita.
“Tidak akan, Sayang.Aku akan segera kembali,OK?Aku janji, setelah semua selesai kita akan pergi ke Eropa dan mengunjungi tempat tempat yang romantis.Atau kau ingin kita pergi ke tempat yang sangat ingin kau kunjungi.Bagaimana,kau setuju?” rayu Jimmy.
__ADS_1
“Jangan menjanjikan sesuatu,kita tidak tahu hari esok bagaimana,” jawab Anita.
Jimmy beringsut memeluknya.
“Doakan aku pulang secepatnya dengan selamat OK? Ini hanya rencana yang kususun, semoga Tuhan mengabulkan.”
Anita memejamkan matanya dan tidak memperdulikan apa yang Jimmy katakan.
Lama kelamaan keduanya pun terlelap.☆☆☆
Jimmy membuka matanya dan mendapati Anita tidak ada di sampingnya.Ia melihat jam dinding masih jam empat lebih sedikit. Ia bergegas ke kamar mandi, namun tidak menemukannya juga.
Ia segera turun dan mencarinya di dapur.
“Nona ada di taman dekat kolam Tuan.Dari sekitar jam tiga tadi Nona meminta saya membuatkan salad buah,” kata Dina.
“Oh, baiklah.Terimakasih Dina, nanti minta Arman membuatkan masakan kesukaan Anita ya,” kata Jimmy lalu bergegas menemui istrinya.
Jimmy memeluk Anita yang sedang duduk di kursi malas sambil memejamkan matanya.Ia merapatkan selimut yang hampir jatuh ke lantai.
Rupanya Anita tertidur pulas, ia menggeliat manja saat Jimmy mencium pipinya yang menggemaskan.
__ADS_1
“Mmm, pergilah,” gumam Anita.
“OK, ayo kita pergi.” Jimmy menggendong Anita dan membawanya kembali ke dalam kamar lamanya.