CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption83


__ADS_3

Anita yang sudah mengenakan mukena lengkap menunggu Jim di musolla yang ada di lantai tiga.Beberapa saat kemudian Jim datang dengan muka yang masih basah.


"Apa kita shalat berdua saja?" tanya Anita.


"Iya,Ayo," Jim memposisikan dirinya menjadi imam.Ini pertama kalinya Anita melakukan shalat dengan dirinya sebagai imamnya. Jim memulai dengan bacaan alfatiha, Anita merasa jantungnya mau loncat ke luar, luar biasa merdu dan indah bacaannya.Air mata Anita keluar begitu saja.Jim melanjutkan dengan An Naba'.Anita tak mampu menghentikan air matanya.Selama ini ia yang beranggapan Jim hanya disebut islam tapi tidak pernah melakukan shalat ternyata salah besar. Jim tidak pernah menunjukkan padanya tentang ritual peribadatan dirinya untuk membuat Anita terkesan.Setelah salam Anita mencium punggung tangannya.Jim melihat mata Anita yang masih basah dan mengusapnya.


"Apa kau selalu menangis pada saat shalat?" tanyanya.Anita menggelengkan kepalanya.


"Aku bahagia karena hari ini yang memimpinku shalat adalah suamiku sendiri, Jimmy Anggoro," jawabnya.Jim tertawa kecil.


"Lebay," katanya.Jim membaringkan kepalanya di atas pangkuan Anita.Tangannya mengambil Alqur'an yang ada di rak dan membukanya.


"Kita tunggu isya' sekalian ya.Ini kamu yang nyimak aku yang baca." Jim memberikan Qur'an itu ke tangan Anita.


"Ini cuma satu, gimana kau membacanya? Ayo duduklah," katanya.Jim memejamkan matanya.


"Tidak perlu,aku sudah menghafalnya," jawaban itu membuat tangan Anita bergetar. Jim mulai membaca surat Al Mulk, ayat 1,2,3 sampai akhirnya sampai ayat 30.Tidak ada kesalahan bacaan, cara bacannya juga bagus, begitu pun suaranya.Air mata Anita jatuh di wajahnya membuat Jim buru buru bangun dan memeluk Anita

__ADS_1


"Aku hanya membaca satu surat,kau sudah menangis seperti ini.Kalau aku membaca satu Juz pasti banjir rumah ini," seloroh Jim menggoda istrinya.Anita mencubit pipinya. Mereka bergegas melaksanakan shalat isya lalu turun ke lantai satu untuk makan malam.


Terlihat Lucas sedang sibuk di dapur,ada seseorang yang sedang menemaninya. Sesekali terdengar suara tawa mereka.


"Jack,kapan kau datang?" Jim menepuk punggungnya.Pria itu berbalik dengan seringai khasnya.


"Tadi aku minta Lucas menjemputku," jawabnya.


"Hai Jack," sapa Anita.


"Aĺl done," Lucas membawa beberapa porsi steak untuk makan malam.


"Who do this?" tanya Jim.


"I did it, dibantu sama Lucas.Tenang tidak ada racunnya," Jack tertawa.


Jim dan Anita mencobanya.

__ADS_1


"Lumayan," kata Jim.


"Lumayan apa?Lumayan Enak atau lumayan tidak enak?" tanya Lucas.


"Halah makan saja kenapa sih?" kesal Jim. Meladeni Lucas tidak bakal selesai sampai tengah malam.


Selesai makan malam Anita pamit pada Jim untuk istirahat duluan ke kamar.Jim mengiyakan dan mencium keningnya sebelu istrinya pergi.


"Jack,apa Julian datang ke kantor?" tanya Jim.


"Dia datang sebentar lalu pergi.Sampai sore ini dia tidak kembali," jawab Jack.


"Apa kau suruh seseorang mengikutinya?"


"Sure.Dia pergi ke Villa keluarganya dengan membawa beberapa botol wisky," jawab Jack.


"Keep watching him(terus awasi dia).Besok sore kita temui dia.Lucas, besok pagi kamu pulang sama Jack, sorenya balik lagi ke sini sama Jack juga.Aku tidak mau terjadi apa apa sama Julian.Akan kucoba bicara padanya."

__ADS_1


__ADS_2