CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption303


__ADS_3

Setelah dua bulan menghabiskan liburan di Eropa,Jimmy dan Anita kembali ke Indonesia. Mereka disambut ayah dan ibunya di kediaman Anggoro.Wanita paruh baya itu dengan lembut memijit punggung putrinya.Sementara Bi Sumi, wanita yang mengasuh Anita waktu kecil memijit kakinya.


"Nita,biar Bi Sumi di sini merawatmu ya? Ibu khawatir kandunganmu sudah semakin besar," kata Ana.


"Apa Bi Sumi mau Bi? Nita senang kalau Bi Sumi mau tinggal di sini," jawab Anita.


"Mau Nduk,Arum sudah bekerja di tempat ayahmu untuk mengumpulkan biaya kuliah. Dia juga bisa ngurus diri sendiri,jadi waktu Bu Ana meminta Bibi mengurusmu,Bibi senang sekali," kata Bi Sumi.


"Ayah harus kasih gaji lebih buat Arum biar bisa cepet kuliah.Nanti Nita bantu juga."


Ardian menganggukkan kepalanya.Jimmy datang membawakan susu hangat.


"Ayo Sayang,minumlah," katanya seraya meraih bahu Anita dan membantunya bangun.Anita meminum susu yang dibuatkan Jimmy hingga habis.


"Jim,biar Bi Sumi kerja di sini ya.Biar dia mengurusku,biar ada temen ngobrol juga kalau kamu kerja," pinta Anita.


Jimmy menganggukkan kepalanya.


"Irene juga besok akan datang ke sini mulai bekerja.Dia akan jadi asistenmu,mengantarmu ke mana pun kau pergi.Biar Bi Sumi yang menyiapkan semua kebutuhanmu.Kehailanmu sudah hampir delapan bulan,sepertinya dua minggu lagi Mom datang.Aku akan meminta Nesya datang memeriksamu besok," kata Jimmy seraya mengelus perut istrinya.


"Ayah,Ibu,kalian istirahat saja dulu.Sudah malam,kalian pasti lelah kan? Bi sumi juga,nanti tinggal di sebelah kamar kami saja,biar tidak jauh dari Anita," kata Jimmy lagi.


"Baik Tuan," jawab Bi Sumi.


Jimmy segera menghubungi Pak Pur untuk mengantara mereka ke kamar tamu dan menyiapkan kamar Bi Sumi.


Jimmy membantu membaringkan tubuh Anita setelah semua orang pergi.Perut Anita yang yerlihat sangat besar,membuatnya sering tidak nyaman.Ia lebih suka memiringkan tubuhnya dan mengganjal perutnya dengan bantal kecil. Jimmy menangkup wajahnya dan mencium bibirnya dengan lembut.


"Sayang,terimakasih.Walau pun kesusahan kau bersedia mengandung anak anakku," katanya.


"Tentu saja Jim,kebahagiaan tersendiri bisa mengandung dan melahirkan mereka.Karena merekalah yang akan merawat dan menjaga kita pada saat kita tua nanti," jawab Anita.


"Istirahatlah,kau pasti kelelahan setelah penerbangan yang sangat panjang.Besok pagi Nesya datang,dia akan membawa beberapa alat yang diperlukan dari rumah sakit.Aku khawatir terjadi apa apa pada kandunganmu.Sekarang tidurlah."


Jimmy mengusap perut Anita saat melihat pergerakan pergerakan halus.Ia juga menggosok punggung istrinya hingga keduanya sama sama terlelap.***


Hari hari selanjutnya Jimmy semakin sibuk di kantornya.Castle Food semakin berkembang pesat hingga permintaan produk produknya semakin diminati di luar negri.Setelah satelit Jelajah dan satelit komunikasi milik Jimmy diluncurkan, ia juga semakin sibuk di pusat pengendalian satelit yang sudah mulai dibangun bebetapa waktu lalu.Hans yang diangkat menjadi sekretarisnya sedikit kewalahan dan terpaksa mencari beberapa orang asisten untuk membantu pekerjaannya. Lucas yang ditunjuk Jimmy untuk menjadi penanggung jawab di tempat itu bahkan lebih sering tinggal di tempat itu daripada pulang ke rumah besar.


Jack juga kadang harus menginap di sana selama beberapa hari saat sedang dibutuhkan untuk membantu mereka.


Semakin banyak yang berminat untuk mengajukan kontrak kerjasama penyewaan satelit miliknya.


Jimmy juga membeli sebuah stasiun televisi yang dijual oleh pemiliknya.


Anita sempat protes karena Jimmy lembur sampai malam setiap hari.Ia sering pulang tengah malam dengan wajah kelelahan.


"Jim,kenapa malah lembur terus? Kandunganku sudah menginjak delapan bulan," kata Anita suatu malam saat Jimmy pulang.


"Akan kuselesaikan secepatnya,setelah itu aku akan mengambil cuti panjang ya,"jawab Jimmy.


"Situasinya sedikit kacau setelah kutinggal beberapa bulan ini.Klien kadang mempersulit Marcel karena ingin langsung berurusan denganku," imbuh Jimmy.


Anita hanya diam dan memajukan bibirnya seraya meletakkan pakaian kotor suaminya di keranjang yang terletak di area kamar mandi yang sangat luas.


Yah,ayah mertuanya telah merambak total rumah itu hingga Anita tidak lagi mengenalinya.


Rumah utama hanya dihuni oleh Jimmy dan Anita beserta beberapa pelayan dan kaki yang khusus hanya melayani mereka.

__ADS_1


Jack,Corvin,Lucas dan Hans dibuatkan rumah di sekitar rumah besar itu.


Camp untuk pengawal pun dibuatkan tersendiri dan lebih tertata.Paviliun untuk pelayan dan pegawai lainnya pun dibangun terpisah dari rumah utama.Bahkan gerbang utama pun dirubah yang tadinya ada di bagian timur dipindahkan di bagian barat dan lebih dekat ke jalan raya.Itu semua ia lakukan seraya menantunya bersedia kembali ke rumah itu. Dan usahanya tidak sia sia,Anita bersedia pulang ke rumah itu dan merasa nyaman tinggal di sana.***


Hari itu Anita sibuk di dapur,Arman membantunya membuat makanan yang rencananya akan ia bawa ke kantor Jimmy. Tadi ia tidak sempat membuatkan bekal karena Jimmy pergi pagi sekali.Castle Food berkembang pesat dan mengalami ekspansi yang begitu cepat.Area pabrik diperluas dan kantornya dibangun tak jauh dari tempat itu. Laura bersedia bekerja di situ sesuai profesi sebelumnya yaitu sebagai accounting.Ia bekerja bersama Yuki dan yang lainnya.


Anita tersenyum sumringah saatberkunjung ke kantor mereka.Ternyata Arron dan Hans juga ada di situ.Anita mengobrol sebentar dengannya.Tatapan pria itu seolah masih memancarkan aura kerinduan yang begitu besar kepada Anita.Tapi beberapa waktu lalu ia mendengar dari Jimmy kalau dirinya akan segera menikahi teman SMA nya di Taiwan.


"Gege,selamat untuk pernikahanmu nanti ya. Semoga Li Zen bisa move on sepenuhnya," kata Anita saat akan pergi.


"Wo xiang ni,ni zedao ma( aku merindukanmu kau tahu)," kata Arron.


Anita hanya tersenyum,menemukan bahu Arron lalu pergi dari


tempat itu.Ia berjalan menuju ruang direktur utama untuk menemui suaminya. Ia tidak melihat Jimmy di meja kerjanya. Ia duduk sebentar di kursi Jimmy sambil memeriksa laci meja paling bawah yang biasa dipakai untuk meletakkan kotak makan kotor milik suaminya.Ia sangat terkejut saat melihat bekal Jimmy yang kemarin dan dua hari yang lalu masih utuh.Ini sudah jam makan siang dan Jimmy belum juga kembali keruangan.


Anita mendengar suara orang sedang mengobrol di ruang mending di sebelah yang biasa dipakai Jimmy untuk mending dengan klien atau pun bawahannya.


Anita mengetuk pelan pintu ruangan itu,tapi tidak ada jawaban.Ia mengetuk beberapa kali lagi,karena tidak ada jawaban Anita membuka pelan pintu ruangan itu.Anita membekap mulutnya saat melihat seorang wanita cantik duduk di pangkuan suaminya seraya menyuapkan makan ke mulutnya dan Jimmy tampak menerimanya dengan gembira. Keduanya lalu tertawa sambil mengobrol.Di meja mending itu juga banyak makanan yang disajikan.


"Jim,kupikir kau menikahi seorang artis Holliwood atau putri seorang sultan.Ternyata kau menikah dengan karung beras, dasar kau ini," celoteh wanita itu.


Jimmy hanya tertawa kecil.


Tiba tiba air mata Anita lurus begitu saja,hampir saja ia menjatuhkan kota makan yang ada di tangannya.Ia kembali menutup pintu ruangan itu.Hans berdiri mematung saat melihat Anita berbalik sambil mengusap air matanya.


"Anita.."


Di belakang Hans,Hanafi berdiri seraya menentang minuman dari hasil kebunnya.


Anita melewati Hans dan mengalami temannya itu.


"Sudah makan siang? Aku juga baru beberapa kali datang ke sini sejak terakhir kali bertemu denganmu.Ayo kutraktir makan,mau makan di mana?"tanya Hanafi.


"Kantin saja yuk," jawab Anita.


Hanafi tersenyum dan mengangguk.


Anita kembali ke ruangan Jimmy untuk mengambil kotak makan yang lainnya lalu mengajak Hanafi ke kantin di lantai dua.


Anita meminta Hanafi memesan makanan sementara ia sendiri pergi ke dapur kantin.


"Ada yang bisa saya bantu Bu Anita?" tanya pak Jimin pengurus kantin untuk pegawai kantor.


"Tidak Pak,saya hanya mau membuang makanan basi.Maaf ya Pak," jawab Anita seraya membuang isi kotak bekal Jimmy yang kemarin. Setelah mencucinya ia segera menemui Hanafi yang melambaikan tangannya di dekat jendela.


"Apa ini? Kau membawa bekal? Kau masih bekerja kah?" tanya Hanafi saat melihat beberapa kotak bekal dalam plastik kresek.


"Ini Kuetiaw,buat Jimmy.Tapi sepertinya tidak sesuai selera jadi kubawa balik," Anita tersenyum kecil.


Hanafi terdiam seraya menatap wajah temannya itu.Bertahun tahun ia mengenal dan berteman dengan Anita,ia langsung tahu kesedihan di wajah temannya itu.


"Biar kumakan ya, kau tahu kan aku tidak pernah menolak masakanmu walau pun kadang rasanya nggak banget," katanya kemudian.


Anita tertawa sampai gigi kelinci dan gingsulnya terlihat jelas.


Memang hanya Hanafi dan Hiroshi yang tidak pernah protes dengan makanan yang ia buat.

__ADS_1


"Jangan Han,aku khawatir kamu kercunan makananku.Ini saja makanan kantin,enak masakan istri pak Jimin," kata Anita.


Hanafi meraih kotak makan itu dan membuka tutupnya.


"Jangan,ini milikku."


Tiba tiba saja seseorang merampasnya dari tangan Hanafi.Sontak Anita dan Hanafi menoleh ke arahnya.


"Apa kabar Pak Jimmy," Hanafi langsung berdiri dan menjabat tangan Jimmy.


"Sudah selesai urusannya Pak?" tanya Jimmy seraya duduk di samping Anita,sementara Anita hanya menunduk sambil menikmati makanannya.


"Sudah,kebetulan tadi ketemu Anita," jawab Hanafi.


"Oh ya Han,aku masih ada satu urusan.Kalian lanjut saja makan.Maaf,Pak Pressdir.Saya harus membawa kotak bekal itu,sebab saya akan mengirimnya kepada teman saya. Sepertinya setelah ini saya tidak perlu menggunakannya lagi."


Anita meraih kotak makan di tangan Jimmy dan memindahkan isinya ke atas piring.Jimmy hanya diam membiarkan istrinya melakukan itu. Ia sangat terkejut karena dalam plastik kresek ada dua kotak makan lagi yang dibawanya dari dua hari yang lalu dan dia tidak memakannya karena ada meeting di luar.


"Han aku pergi dulu,semoga ada kesempatan lain bertemu denganmu," kata Anita bersiap siap pergi.


"Ya,hati hati Anita.Semoga ada kesempatan lain. Undanglah aku kalau kau sedang membuat makanan.Aku tidak pernah menolak masakan buatanmu kan," kata Hanafi.


Anita tertawa kecil.


"Terima kasih,kamu tidak kapok sakit perut. Selamat siang Pak,saya pergi dulu."


Anita beranjak pergi tanpa menoleh kepada Jimmy.


"Tunggu,Sayang." Jimmy meraih tangan Anita.


"Saya ada janji sama teman,dia sudah nunggu. Harusnya saya tidak usah ke mari tadi," kata Anita seraya melepaskan tangan Jimmy.


Anita mengambil tasnya lalu pergi dengan langkah sedikit cepat menuju ke lift.Jimmy mengejarnya hingga masuk ke dalam lift bersama Anita.Kebetulan hanya mereka berdua saja yang ada di situ.


Anita segera mundur saat Jimmy mendekat ke arahnya.


"Di situ saja,jangan ke sini," teriak Anita.


"Sayang.."


"Kau bau parfum asing," jawab Anita lalu menekan tombol lantai satu.


"Aku bisa jelaskan,itu tidak seperti yang kau pikirkan,Sayang," kata Jimmy.


"Aku minta maaf,seharusnya aku tidak datang tanpa membuat janji," kata Anita lalu ke luar dari dalam lift dan menuju pintu ke luar.


"Sudah kukatakan kau salah sangka,Anita. Kau boleh datang kapan saja, perusahaan ini milikmu."


Anita hanya diam dan berdiri di belakang pos security.


"Biar kuantar,ke mana kau akan pergi?" Jimmy segera menelpon sopirnya agar segera datang.


"Tidak perlu," kata Anita lalu melangkah ke luar menuju taksi yang baru datang yang sudah ia pesan tadi.Jimmy hanya diam mematung sampai taksi itu hilang dari pandangannya.


"Pak," panggil Jodi, sopir baru dan pengawal pribadinya.Ia adalah orang kepercayaa Dicky yang ditugaskan mengawal Jimmy dan keluarganya.


"Ikuti taksi tadi,kau tahu kan apa yang harus kau lakukan? Laporkan padaku secepatnya," kata Jimmy lalu kembali ke ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2