
Jim membelokkan mobilnya ke sebuah pom bensin.Ia mengambil uang yang ada di tempat khusus di dalam mobilnya.
“Full Mas,” ia menyerahkan lima lembar seratus ribuan pada pegawai pom.
“Ini kembaliannya Mister,” kata pria itu.
“Buat Mas aja,” Jim segera melajukan mobilnya setelah melihat pria itu mengaitkan penutup bahan bakar mobilnya.
“Lanjut,” kata Anita.
“Kenapa kau penasaran sekali Sayang? Apa kau naksir sama Jack? Kau ini sudah punya suami,” kata Jim.
“Aduuuh,nggak usah ngeles,” rajuk Anita.
“Iya, iya.Akhirnya kami berkelahi di dalam kelas.Salah seorang teman kelas kami melerai.Eliana,mulanya aku penasaran kenapa Jack begitu penurut sama dia.Ternyata dia adalah teman SMA Jack dan dia sangat menyukainya,” lanjut Jim.
“Lalu?”
“Yàa setiap kali kami ketemu ya gitu,entah itu adu mulut, adu jotos.Apa lagi Eliana sangat sering mencariku.Aku kuliah di dua tempat,kadang habis dari Harvard aku langsung ke MIT.Jadi datangnya pas dosen hampir masuk.Jack juga sama, dia datangnya selalu barengan sama aku.Duduknya pun mesti sebelahan.Lucu kan?” Jim tertawa lagi.
__ADS_1
“Lalu bagaimana ceritanya kalian bisa lengket kaya perangko seperti sekarang?” tanya Anita.
“Sayang, apa tidak bisa dilanjutkan lain waktu? Haus nih, apa kamu sedang cari inspirasi buat novelmu? Keriiing tenggorokanku,” Jim memegangi lehernya.
“Itu di depan ada penjual es tebu.Berhenti sebentar,” kata Anita.
Jim segera menepikan mobilnya.Ia menoleh ke arah Anita yang tak kunjung turun malah melihat ke arahnya.
“Ayoo,katanya mau beli es tebu,” kata Jim.
“Kamu yang ada di sebelah situ,tinggal buka pintu,”jawab Anita.
“Nggak, yang jual sangar. Ayolah Sayang,cepet kita ditunggu orang,” Jim melihat jam tangannya.Akhirnya Anita ke luar dari mobil dan menghampiri gadis cantik penjual es tebu yang memakai hot pant dan kaus ketat.Dalam hati Anita bergidik karena banyak cowok nongkrong di tempat itu.
“Limapuluh ribu mbak,” jawabnya.Anita sampai bengong mendengar jawaban gadis itu.
“Apa nggak salah dengar Mbak? Biasanya saya beli cuma sepuluh ribu segini?” tanya Anita.
“Kalau bawa motor sepuluh ribu Mbak Cantik,kalau bawa mobil mewah limapuluh ribu sama parkirnya,”jawab gadis itu lagi.
__ADS_1
“Busset deh,” Anita mengeluarkan selembar seratus ribuan.
“Nggak ada kembalian Mbak Cantik,” katanya lagi.Anita merasa dongkol sekali.Ia mengetuk jendela mobil dan Jim membukanya penuh tanya.
“Ada lima puluh nggak?” tanyanya.
“Apa?”
“Lima puluh ribu, ini gak ada kembalian,” jawab Anita.Jim melihat ke arah cowok cowok yang nongkrong di dekat situ yang sedang memperhatikan Anita dengan intens.
“Masuk! Gak usah kembalian,” kata Jim ketus.
Akhirnya Anita memberikan uang pada penjualnya dan masuk ke dalam mobil.
“Nggak lagi aku beli di tempat seperti ini.Masa es tebu dua botol kecil lima puluh ribu,” gerutu Anita.Jim tertawa kecil.
“Dia jualan paha nggak jualan es tebu.Tadi kalau aku yang turun malah jadi lima ratus ribu.Malah bisa bisa aku diseret buat diperkosa,” Jim tertawa ngakak.
“Nih,”kata Anita seraya memasukka sedotan ke dalam botol.Jim meminumnya sementara Anita memegangi botolnya.Setelah tinggal setengah Anita menarik dan meminumnya.
__ADS_1
“Lanjut Hubby,gimana cerita selanjutnya,” kata Anita.Jim menghembuskan nafas kasar.Tapi percuma saja dia banyak alasan,Anita pasti terus mencecarnya.
“Singkatnya, aku bertemu dua temanku anak dari teman ayahku di Italy.Ternyata dia mengambil jurusan yang sama,tapi jarang sekelas denganku.Romeo sama Fortis, seneng banget berasa tidak sendiri di negeri orang.Karena saking bahagia ketemu denaganku Romeo menelpon ayahnya cerita ketemu sama aku, sama sama kuliah di MIT dan satu jurusan dengannya. Bisa ditebak dengan cepat Daddy dengar berita itu dan langsung datang ke rumahku yang ada di sana.Daddy ngamuk karena dia mengira aku tidak jadi kuliah di Harvard.Susah payah aku jelaskan akhirnya Daddy mau mengerti tapi dengan satu syarat, kalau nilaiku yang di Harvard jelek aku harus tinggalkan MIT.Iyain ajalah,daripada babak belur hehe.Minum,” Jim mengulurkan tangannya mengambil botol es tebu yang masih tersisa dan menandaskan isinya.