
Jimmy mengajak semua ke ruang tengah untuk ngobrol sambil melihat siaran langsung balap F1 di TV. Arman membawakan beberapa cemilan dan jahe hangat untuk mereka.Jack segera kembali setelah pamit untuk menyegarkan diri.
“Jack, sudah lama kita tidak ke sirkuit.Akhir akhir ini tidak ada waktu luang.Lucas apa mobil mobil racing kita dirawat dengan baik?” tanya Jimmy.
“Ofcourse,tiap hari pasti satu putaran pemanasan. Rony dan teamnya selalu cek kestabilan mesinnya. Kadang aku pakai race juga kalau aku pas ada di sana,” jawab Lucas.
“Tunggu aku kembali saja, kita balapan Ok?!”kata Jack.
“Jangan bawa Anita ke sana, karena dia bersin saja Jim sudah hilang konsentrasinya,” kata Julian.
“Jim,apa kau punya sirkuit pribadi?” tanya Jin su.
“Itu Daddy yang buat,aku hanya menyempurnakan hehe,” jawab Jimmy.
“Suatu saat kalau aku ke Indonesia lagi,aku ingin menantangmu balapan gokart,” kata Jin Su.
“Tentu,aku punya tiga di sana.Kalau gokart Lucas lebih jago daripada aku.”
__ADS_1
“Jangan merendah Boss,aku lebih sering kalah darimu. Tapi dia lebih parah hehe,tidak pernah menang” Lucas menunjuk muka Julian.
“Jangan nunjuk muka gue, gue sengaja mengalah orang baik ini,” jawab Julian.Lucas tertawa mengejek.
“Tuan, maaf.Apa bisa minta waktu sebentar?” Jimmy menoleh saat mendengar suara Corvin memanggilnya.
“Ya, tunggu aku di ruang kerjaku.Jin Su,aku tinggal sebentar ya.Santai saja, anggap rumah sendiri,” kata Jim seraya bangkit dari duduknya.Jin Su mengacungkan jempolnya lalu membahas sesuatu dengan Jack.
Jim berjalan ke arah taman samping untuk menghampiri Nora dan Anita.Keduanya tampak sedang bercanda dan saling bercerita.
“Jim, kami lama tidak ketemu.Sayang sekali besok dia harus pergi ke Jakarta lalu langsung balik ke New York.Jadi gak punya kesempatan pergi ke pabrik dan jajan Cilok,” gerutu Anita.
“Kenapa tidak ditunda sehari saja?Kalian bisa pergi ke mana pun kalian mau,” kata Jimmy.
“Kami sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaan Jim.Di Taiwan seminggu,dua hari di Surabaya.Aku dan Kak Jin ingin sekali bertemu Anita.Jadi walau pun sebentar,sudah cukuplah. Lain waktu kita atur lagi,” jawab Nora.
“Baiklah,kalau sudah mengantuk kalian istirahatlah.Sayang,kau boleh tidur duluan.Kami lagi asyik nonton balap F1,lanjut nonton bola.Jadi tidak usah menungguku.” Jim mencium pucuk kepala Anita.Istrinya itu tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
Jim segera pergi dari tempat itu untuk menemui Corvin di ruang kerjanya.Ia sediķit was was mungkin kepala keamanannya itu sudah menemukan sesuatu.Ia tidak pernah meragukan kemampuan orang orang kepercayaannya dalam penyelidikan suatu kasus. Corvin dan Marcel sudah duduk di depan meja kerjanya.
“Bagaimana? Sudah menemukan petunjuk?” tanyanya.
“Tuan,saya ingat dulu Tuan Besar pernah menyuruh saya dan Pak Firman untuk menyelidiki orang ini saat Tuan masih belajar di Amerika.Dan waktu itu Tuan Besar datang sendiri ke Jogjakarta untuk menemui Hiroshi bersama Pak Firman.Saat itu pak Firman adalah kepala keamanan dan orang kepercayaan Tuan besar. Beliau pensiun dua tahun lalu dan saya menggantikan posisinya.”Corvin memberikan penjelasan.Jim mengerutkan keningnya.
“Beritahu aku apa yang kalian dapat dulu. Selebihnya nanti kita temui Pak Firman,” kata Jimmy.
Marcel menyodorkan sebuah map yang berisi beberapa foto lama dan foto Hiroshi saat masih di bangku kuliah.Jim semakin mengerutkan dahinya.
“Ini foto mendiang kakekku kan, yang di sebelahnya ini siapa?” tanya Jimmy.
“Itu adalah kakek Hiroshi,” jawab Corvin.
“Oh my God, mereka agak mirip, apa dia ... “
Jim menatap foto lama itu dengan seksama.Sejenak ia mengusap matanya untuk meyakinkan pengelihatannya.
__ADS_1