
Keesokan harinya Anita membuatkan sarapan untuk kedua putranya.Ayah dan ibu mertuanya pagi pagi sudah datang ke rumah itu karena sudah seminggu lebih Anita pulang ke rumah orang tuanya. Tuan besar Anggoro khawatir suami istri itu bertengkar lagi.Ariana membuatkan salad buah kesukaan Anita,juga salad sayuran yang harus Anita konsumsi minimal sehari sekali.
Sejak Anita hamil lagi,Tuan dan Nyonya besar Anggoro memutuskan untuk menetap di Indonesia.Perusahaan yang di Italy diserahkan kepada Emily dan Fortissimo suaminya.Emily akhirnya bersedia menikah dengan Fortis yang benar benar mencintai dirinya dan selalu ada untuknya.
"Mami,mau meatball," kata Jason.
"Nanti siang ya Sayang,beli sama Daddy. Jam segini belum buka. Sekarang sarapan nasi goreng dulu ya,tu ada sayur sama daging ayam,ada brokolinya juga," kata Anita.
Jason mengangguk dan Anita menyuapi kedua putranya.Excel jarang sekali protes soal makanan,ia memakan apa pun yang dibuatkan maminya.
"Biar kusuapi,minumlah susumu," kata Jimmy seraya menyodorkan segelas susu hamil yang dibuatkannya.
"Ayah sama ibu kapan ke tempat Bi Sumi, kalian harus mengatakan pada bi Sumi kalau berniat melamar Arum," kata Anita setelah menandaskan susunya.
"Besan,apakah kalian akan segera punya gawe lagi?" tanya Julian Anggoro yang ikut sarapan bersama istrinya.
"Iya,sebaiknya tidak ditunda tunda sebelum mereka berubah pikiran.Aksal itu anaknya kurang tegas,apa apa ya sudahlah.Terlalu nrimo kalau orang jawa bilang," jawab Ardian.
"Tidak seperti Jimmy,begitu ketemu langsung disekap," kata Julian Anggoro seraya terkekeh.
"Huh,Daddy apaan sih.Kalau nggak disekap ya kabur, masa Daddy nggak tahu kalau mantunya suka kabur kaburan," kata Jimmy seraya melirik ke arah Anita.
Anita menoleh seraya mencubit lengan suaminya.Yang lain tertawa sementara Jimmy hanya meringis kecil.
Anita menoleh ke arah luar karena terdengar suara ribut di teras.
Ia segera beranjak dan melihat ada apa di luar.
Anita kaget sekali karena Aksal dipukul oleh Ardi anak bungsu pak sekdes sementara seorang satpam memegangi Galih anak pertama pak Sekdes dan tak jauh dari mereka tampak Yuniar sedang menangis terisak isak.
"Berhenti Lih,ngapain kamu buat keributan di rumahku," kata Anita seraya mendorong Ardi yang sudah bersiap kembali memukul Aksal.
"Tanya adikmu itu kenapa menyakiti kakakku? Sudah dibawa ke sana ke mari sekarang dicampakkan setelah diapa apain," jawab Ardi.
Anita menoleh ke arah Aksal.
"Aku nggak pernah ngapa ngapain dia Mbak.Cium aja nggak pernah koq," jawab Aksal.
"Kamu sudah bawa adikku ke mana mana,mau ditaruh di mana muka kita sekara seenaknya kamu putusin.Kamu harus tanggung jawab dan segera nikahi Yuniar," kata Galih.
"Waduh,gampang banget Lih pergi ke alun alun aja suruh nikahi.Bukannya Yuniar yang minta putus sama Aksal ya? Kamu maksa Yuniar untuk kamu ajak pergi Sal?" tanya Anita.
"Selalu dia yang datang jemputin Aksal buat ngajak pergi Mbak,sumpah. Kalau Aksal nolak, dianya ngambek.'
" Yun nggak mau putus,Sal.Kamu harus nikahi aku," Yuniar menangis semakin keras.
"Maaf Yun,aku mau nikahi gadis lain dan keluarga kami sudah saling setuju," kata Aksal.
Yuniar menangis histeris sementara dua sodara laki lakinya sudah bersiap memukul tapi beberapa orang satpam menghalangi mereka.
"Aku yang meminta Aksal melepaskan Yuniar saat adikmu itu minta putus. Aku juga tidak rela kalau baru jadi pacar saja minta dilunasi kredit mobil sport adikmu itu Lih.Uang delapan ratus juta itu tidak sedikit Lih.Sementara modal kerja Aksal saja tidak sampai segitu.Kamu nikahkan saja adikmu itu sama orang yang lebih kaya biar gaya hidupnya itu terpenuhi," kata Anita.
"Brengsek kamu Nita,dia gak bisa lepas tangan begitu saja.Uang segitu tidak ada artinya dibandingkan kesucian adikku," kata Galih.
"Aksal tidak pernah melakukan itu,aku lebih percaya adikku seperti kau percaya adikmu.Bisa saja dia hanya nuduh Aksal padahal melakukan dengan orang lain," kata Anita.
"Brengsek,jangan mentang mentang banyak uang kamu jadi seenaknya," kata Galih seraya menjambak rambut Anita mendorongnya dengan kuat hingga menabrak meja dan jatuh terduduk di lantai.
Aksal segera menghampiri dan melindungi Anita dari Ardi yang ikut ikutan menyerang Anita.
Jimmy yang ke luar karena mendengar teriakan Anita segera mendorong Ardi yang Hendak menyerang istrinya.Dengan cepat ia menghajar pria muda itu hingga terkapar tak berdaya.Ia juga menghajar galih hingga babak belur tanpa ampun hingga pria itu tergeletak tidak bergerak. Beberapa saat kemudian sekitar lima belas pria berbadan kekar menyerbu dari gerbang.Dengan sigap Jimmy melawan mereka semua.John dan Lucas yang tampak baru bangun segera membantu Jimmy melumpuhkan mereka.
Jimmy mendekati Yuniar yang menangis histeris seraya mengguncang tubuh kakak dan Adiknya.
__ADS_1
Jimmy mencengkeram dagu wanita itu hingga tidak bisa bergerak.
"Hey,******.Wajahmu cantik tapi kenapa mulutmu ini busuk sekali.Kalau kau masih membuat onar,akan kubuat hidupmu hancur.Atau kau bisa pilih, dikeluarkan dari kampus,tidak bisa bekerja di mana pun atau video vulgarmu tersebar dari akun medsosmu sendiri," kata Jimmy seraya melepas cengketamannya.
Julian Anggoro segera menyeret putranya menjauhi wanita itu supaya tidak menjadi kalap.
Ardian yang dari tadi terpaku di tempatnya segera sadar dan meminta salah seorang satpam untuk melapor pada RT dan Pak kepala desa di kantor desa.
Jimmy segera mencari keberadaan istrinya.
"Mom,bagaimana istriku Mom," kata Jimmy saat melihat istrinya terbaring lemah di tempat tidurnya.
"Mom baru saja telpon klinik untuk bawa alat USG ke sini," jawab Ariana.
Jimmy segera memeluk Anita yang masih memejamkan matanya.
"Sayang,mana yang sakit? Maafkan aku,terlalu asyik dengan anak anak sampai tidak memperhatikan keadaan di luar," katanya.
Anita hanya memegang bawah perutnya seraya mengubah posisi tubuhnya menjadi miring.
"Mom."
"Tenanglah,calmdown.Dilihat dengan alat USG baru ditentukan harus bagaimana," kata Ariana untuk menenangkan putranya.
Jimmy mengelus perut istrinya.
"Di mana Jason dan Excel?" tanya Jimmy setelah teringat kedua putranya.
"Lucas membawanya ke taman belakang untuk melihat ikan," Jawab Ariana.
Beberapa saat kemudian beberapa petugas klinik dan seorang dokter kandungan datang membawa alat USG.
"Morning Dokter Ariana," kata dokter kandungan klinik.
"Morning Dokter Aika," sambut Ariana ramah.
Ariana segera melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada Anita dengan menggunakan alat alat yang dibawakan oleh dokter klinik.
Karena klinik itu dibangun oleh Jimmy di daerah itu untuk menangani masalah kesehatan keluarga Anita dan warga sekitar dan langsung dibawah naungan rumah sakit milik keluarga Anggoro, maka nama Ariana tak lagi asing dikalangan dokter dokter di klinik,karena Ariana juga aktif lagi di rumah sakit semenjak suaminya memutuskan kembali menetap di Indonesia.
"Bagaimana Mom?" tanya Jimmy yang tampak begitu cemas.
"Aku akan menghubungi Dokter Nesya, untuk mempercepat jadwal operasi cesar untuk Anita.Besok kita bawa Anita ke rumah sakit untuk persiapan.Siapa saja yang bisa diambil darahnya segera hubungi mereka.Minimal sepuluh kantong.Dokter Aika,tolong diproses sample darah pasien.Nanti setelah keluar hasilnya tolong email kepada saya," kata Ariana.
Dokter Aika mengangguk dan segera meminta petugas lainnya untuk membereskan alat alatnya.
Jimmy membelai pipi Anita dan menciumnya.
"Apa keadaannya gawat Mom?" tanya Jimmy.
"Terjadi konteraksi karena syok, bayinya sudah aman untuk diambil, jadi sebaiknya dipercepat,karena semakin ditunda maka Anita semakin dalam high risk,' jawab Ariana.
" Baiklah,akan kuminta Jack dan Lucas untuk menyumbangkan darah mereka. Akan kuberi tahu ayah dan ibu juga," kata Jimmy.
"Sure,Mom juga akan menyumbangkan darah.Sekarang biar Anita beristirahat. Mommy ada di sini, Jason dan Excel mungkin mencarimu.Pergilah," kata Ariana.
Jimmy mengangguk dan mencium dahi Anita yang sudah terlelap karena pengaruh obat yang diberikan ibunya sebelum meangkah ke luar.
Ia hendak mencari Lucas ke taman belakang, tapi ia malah berpapasan dengan Lucas dari teras samping.
"Di mana mereka?" tanya Jimmy.
"Main di kamar John, biarkan saja,ada John di sana," jawab Lucas.
__ADS_1
Jimmy mengangguk lalu mengikuti ke mana Lucas pergi,karena di ruang tamu tampak banyak orang dan ada perdebatan di antara mereka.
"Dad,ada apa lagi ini?" tanya Jimmy kepada ayahnya yang sedang mendampingi besannya.
"Ini,Pak Sekdes tidak terima anaknya babak belur.Kita akan dituntut melalui jalur hukum atas penganiayaan dan pelecehan terhadap putrinya," jawab Julian Anggoro.
Jimmy tersenyum miring.
"Silahkan saja Pak Sekdes laporkan pada polisi.Rumah ini dipasang banyak CCTV dan saya yakin merekalah yang akan ditangkap polisi.Membuat onar di rumah ini,anak Bapak juga menganiaya istri saya yang sedang hamil besar.Saya akan hubungi pengacara untuk melakukan tuntutan.Mengenai pelecehan,pelecehan seperti apa yang sudah kami lakukan?" tanya Jimmy.
"Aksal sudah mengambil kesucian Yuniar,dia.."
"Maaf Pak Carik,saya tidak pernah melakukan perbuatan seperti itu pada Yuniar.Sumpah demi Allah Pak," kata Aksal.
"Yun,katakan pada Bapak.Siapa yang mengambil kesucian kamu?" tanya Pak Sekdes.
"Aksal Pak,jangan lapor ke Polisi Pak. Yun hanya mau menikah sama Aksal," kata Yuniar.
"Aku tidak percaya padamu Yun,karena aku beberapa kali melihatmu berboncengan mesra sama Irwan. Aku tahu bagaimana adikku,jadi gak usah buat fitnah," kata Anita yang tiba tiba muncul dari dalam.
"Nita,mulutmu itu!" kata Galih seraya berdiri hendak menyerang Anita.Segera saja Pak Lurah yang ada di sebelahnya mencekal tangannya hingga terduduk kembali.
"Sayang,masuklah.Akan kuselesaikan," kata Jimmy seraya menuntun Anita masuk.
"Jim,aku tidak mau.."
"Trust me,aku sudah punya bukti yang dibawa Lucas," bujuk Jimmy.
Akhirnya Anita menurut dan kembali ke kamar lamanya yang ada di bawah.
Jimmy segera meminta Lucas memanggil Romy yang ditugaskan untuk Mencari tahu tentang Yuniar karena berpotensi membuat kegaduhan, notabene dia adalah anak dari pamong desa juga kerabat dekat Baruna sahabat yang menjadi musuhnya.
Jimmy memberikan sebuah amplop coklat kepada Galih yang sangat temperamen dari awal.
"Apa ini?" tanyanya.
"Bukalah,biar kau tahu kelakuan adikmu," Jawab Jimmy.
Galih segera membuka amplop coklat itu dan melihat foto foto Yuniar yang sedang bermesraan dengan beberapa pria berbeda di sebuah club malam.
Foto foto itu berjatuhan di meja hingga semua orang yang ada di situ melihatnya. Yuniar menjerit dan menangis tersedu sedu saat melihat foto itu.
"Itu tidak benar Kak,Itu pasti editan Pak. Yun tidak melakukan itu," histerisnya.
"Silahkan kalian bawa ke ahlinya foto itu asli atau editan.Itu kami ambil dari rekaman CCTV lima atau empat bulan yang lalu.Kami juga dapat rekaman CCTV kamu masuk ke hotel dengan pria paruh baya sekitar tiga bulan yang lalu. Apa perlu kami tunjukkan di sini biar kalian semua tahu?" tanya Jimmy.
"Jangan bicara omong kosong," bentak Galih.
Jimmy segera mengambil HP Romy dan memberikannya kepada Galih.
"Cukup kau saja yang melihat,karena nama keluargamu akan hancur kalau orang lain tahu.Jangan meremehkanku Galih,karena bisnis keluarga Anggoro terkoneksi dengan hampir semua pebisnis seluruh negara ini," kata Jimmy.
"Juragan Wira,kau tidur dengan Juragan Wira Yun?" tiba tiba saja Galih menjambak rambut adiknya dan mendorongnya hingga membentur dinding.
Tiba tiba saja Pak Sekdes memegang dadanya dan jatuh pingsan.
Suasana menjadi ribut,beberapa orang segera membawanya ke klinik terdekat.
Ardian menghela nafas berat,dari tadi ia tidak bicara apa apa karena sangat syok.
"Sal,nanti malam kita ke rumah Arum,kalau bisa percepat saja kalian menikah.Telpon Arum suruh kasih tahu keluarganya kalau nanti malam kita mau bicarakan tentang lamaran," kata Ardian akhirnya.
"Iya Ayah," jawab Aksal yang baru tersadar saat ayahnya Mengguncang pundaknya.
__ADS_1
"Jim,kita bawa Anita ke rumah sakit. Aku sudah meminta Nesya untuk mempersiapkan ruang operasi.Ini tidak bisa ditunda lagi,too danger," kata Ariana tiba tiba muncul dari dalam.
"Lucas,tolong siapkan heli," kata Jimmy seraya berlari masuk ke dalam rumah untuk melihat istrinya.***